Biaya 1 Liter Minyak Bensin
HL | 31 March 2012 | 21:02 Dibaca: 363 Komentar: 12 1 dari 1 Kompasianer
menilai bermanfaat
mungkin diantara kita ada yang belum tau berapa sih biaya cost untuk seliter
premium yang kita pakai.
bila harga minyak mentah sekarang adalah 100 dolar per barel.
maka dapat kita ambil.. untuk cost pembuatan bbm 1 barel antara 7
sampai 15 dolar perbarel crude , contoh kita ambil 8 dolar saja..lebih
murah dr perhitungan pak kwik yang 10 dolar perbarel.
sedangkan 1 brel crude oil akan menghasilkan 0,70 barel bbm, ini
dikarenakan 1 brel minyak mentah paling banyak hanya menghasilkan 0,7
brel minyak bbm. inipun untuk kilang dengan efisiensi tinggi seperti
kilang balongan, sedangkan untuk kilang kilang tua hanya berkisar 0,6
bahkan ada yang hanya setengahnya saja,jadi dapat kita hitung sebagai
berikut
harga minyak ditambah biaya cost refinery menjadi 108 dolar perbarel, 1 barel
minyak mentah adalah 158,9liter dapat menghasilkan bbm sebanyak
109,2 liter bbm. dengan asumsi dolar Rp 8900. maka dapat diperoleh. 108 dolar
dikali 8900 rupiah sama dengan 961200 rupiah dibagikan 109,2
liter menjadi Rp 8802,19
jadi harga satu liter premium sejatinya adalah Rp 8802,19.
nah itulah harga bbm yang seharusnya kita bayar.. beruntunglah kita di
subsidi… untuk perubahan harga crude oil, dan fluktuasi dolar tinggal di tukar
saja nilainya.. gampang kan. sedikit pencerahan..
salam kompasiana..
________________________________
From: PH <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, April 1, 2012 12:46 AM
Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
Ngapain naikin gaji? BBM ga naik...
Salahin tukang demo. Demi secuil uang (dibayar buat ikutan demo) skarang ga
naik gaji/pendapatan.
Ga ada alesan naikin gaji.. Sorry bbm ga naik kok minta naik gaji...
Mahasiswa? Bukannya sekolah malah bikin rusuh!
Kalau pemerintah berani, hukum itu yg rusakin pagar depan DPR. Mahasiswa
dikeluarkan dari uni-nya.
Perlakuan sama kalau saat tidak demo. Merusak tempat umum ada hukum nya.
Mau tau ada ga yah yang dihukum?
Sent from my BlackBerry®
________________________________
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 31 Mar 2012 17:31:31 +0000
To: Saham Groups<[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
Dalam dunia perdagangan yang real, harga bahan2 malah udh naik duluan pak.
Saya kadang kasian juga kalo pegawe saya biasa uang 10rb bisa dipake buat beli
makan, sekarang ga cukup buat beli makan, harus jadi 15rb misal nya... Malah
itu jd memberatkan mereka, n tentu memberatkan para pengusaha juga yang harus
menaikkan gaji para pegawai nya.
Sedangkan laba usaha kan ga mungkin dinaikan ??
Jadi kalo bbm naik pun permasalahannya kompleks juga, ga sesimpel yang
dibayangkan... Itung2annya only the strong yg bs survive...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
________________________________
From: "hakitrader" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 1 Apr 2012 00:12:38 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
Kalo blt diganti dg sembako kan lebih baik, harga sembako
malah kemungkinan bisa turun karena kaum miskin tidak perlu beli sembako
lagi.
http://www.facebook.com/hakie1
----- Original Message -----
>From: [email protected]
>To: Saham Groups
>Sent: Saturday, March 31, 2012 11:55 PM
>Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
>
>
>Kalo sampe seandainya bbm ga disubsidi, trs harga sembako naik tajam, apa
>dengan BLT buat kaum miskin yg 300rb sbulan mampu menambah daya beli mereka ??
> Kalo saya rasa malah mereka makin tertindas...
>
>Emank terlalu kompleks
permasalahan negara ini jd lebih aman kalo status quo... =D
>
>
>
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
>Teruuusss...!
>________________________________
>
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>Sender: [email protected]
>Date: Sat, 31 Mar 2012 22:31:50 +0700
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: [email protected]
>Subject: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
>
>
>Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
>
>Saya lebih memilih
subsidi sembako bagi fakir miskin ketimbang subsidi
>BBM bagi pemilik
kendaraan. Jangan langgar UUD pasal 33 dan UUD pasal
>34. Pasal 34
mengatakan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara
>oleh negara. Pasal 33
mengatakan bahwa kekayaan SDA Indonesia dikuasai
>oleh negara dan digunakan
sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.
>
>Jadi, minyak yang kita miliki walau
jumlahnya sedikit dan masih harus
>impor akibat kebutuhan minyak dalam
negeri lebih besar dari produksi
>minyak dalam negeri, harus digunakan
sepenuhnya untuk kemakmuran
>rakyat khususnya atau prioritasnya adalah
rakyat kecil dan bukan
>kemakmuran para pemilik kendaraan.
>
>Bila
jumlah fakir miskin ada 40 juta orang, dan mereka sebulan
>diberikan Rp300
ribu per bulan, lebih besar 2x dari yang direncanakan
>pemerintah yaitu
Rp150 ribu per bulan. Maka akan dibutuhkan dana
>subsidi sebesar Rp144
triliun. Bandingkan dengan jumlah anggaran untuk
>mensubsidi BBM senilai
Rp138 triliun atau bahkan yg diusulkan oleh
>PDIP sebesar Rp178 triliun,
bukankah sebenarnya terlihat memberikan
>subsidi BBM telah salah sasaran.
Seharusnya dana subsidi BBM sebesar
>Rp138 triliun bisa dialihkan semuanya
untuk 40 juta orang fakir miskin
>sehingga mereka mendapatkan uang yang
cukup untuk tidak jadi miskin
>lagi.
>
>Untuk itu, maka seharusnya BBM
tidak perlu diberikan subsidi karena
>orang2 yg punya kendaraan cukup mampu
untuk membelinya dan bisa
>bertahan hidup dengan masih layak, ketimbang para
fakir miskin yang
>tidak punya kendaraan dan pendapatan per bulannya juga
sangat rendah
>sehingga sulit mereka memenuhi kebutuhan
hidupnya.
>
>Mudah2an para sahabat FB disini bisa melihat poin saya yang
selama ini
>anti terhadap subsidi BBM yang suka saya sebut dengan istilah
BLT
>Kendaraan. Saatnya ketika kita bicara pro rakyat miskin, ketika
bibir
>kita bicara pro rakyat miskin, hati kita, aksi kita, semangat
dari
>dalam diri kita juga menggambarkan pro rakyat miskin dan bukan
pro
>rakyat mampu atau pro rakyat tidak miskin yang memiliki
kendaraan.
>
>Sungguh sangat tidak masuk akal bagi saya, orang yang
memiliki 3 mobil
>atau lebih bisa menikmat subsidi anggaran untuk BBM yang
diberikan
>oleh APBN melalui harga minyak yang didiskon habis2an, jauh lebih
dari
>mereka yang hanya memiliki 1 mobil, dan jauh sangat besar
dibanding
>mereka yang hanya memiliki satu motor, dan jauh sangat besar
banget
>deh dibanding dengan mereka yang tidak memiliki kendaraan.
Adilkah
>ini? Bagi saya ini sangat tidak adil, dan mencederai semangat
dasar
>dari UUD pasal 33 dan UUD pasal 34.
>
>Saatnya rakyat miskin
berteriak meminta bantuan dari rakyat, meminta
>jatah subsidi atau uang dari
pemerintah karena saat ini DPR lebih
>berpihak kepada pemilik kendaraan
ketimbang berpihak kepada fakir
>miskin.
>
>APBN tahun 2013 harus
mengurangi subsidi BBM dan menambah alokasi
>bantuan langsung ke fakir
miskin sesuai dengan amanat UUD pasal 34.
>Besaran subsidi BBM harus
dikurangi secara bertahap dan dalam 5 tahun
>harus bisa di NOL khan, dan
dananya digunakan untuk membantu fakir
>miskin di
Indonesia.
>
>Sayangnya, para fakir miskin tidak mainan facebook. Hanya
orang mampu
>saja yang mainan facebook. Setidaknya dengan tulisan ini saya
mencoba
>menggugah para pembuat kebijakan, menggugah para
profesional,
>menggugah para pengusaha, menggugah para mahasiswa,
menggunakan semua
>elemen masyarakat agar bersatu padu mewujudkan amanat UUD
pasal 34 dan
>UUD pasal 33 demi Indonesia yang lebih adil terhadap fakir
miskin.
>
>Bila di AS saja ada kebijakan bantuan langsung ke fakir miskin
seperti
>food stamp, masa Indonesia yang katanya memiliki kepedulian yang
jauh
>lebih tinggi, koq bisa kalah dalam membuat kebijakan yang pro
fakir
>miskin.
>
>Silakan sebarkan tulisan ini bila setuju, agar makin
banyak orang yang
>menjadi lebih cerdas dalam melihat situasi, lebih cerdas
dalam membuat
>kebijakan, lebih cerdas dalam mencari jalan keluar, lebih
cerdas dalam
>fokus pada pihak yang sebenarnya lebih berhak untuk dibantu,
dalam hal
>ini fakir miskin.
>
>ttd.
>Irwan Ariston
Napitupulu
>Ketua FOKUS (Forum Kecerdasan Untuk Semua)
>