Dipo Alam Tantang SPBU Keluarga Megawati Tetap Jual Bensin Rp 4500

http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=58838

juragan yg anti kenaikan BBM banyak SPBU dr jaman pak Harto emang
dikasih usaha bidang itu.

--- In [email protected], "kangduren" <kangduren@...> wrote:
>
>
> ini yg buat kacau pak, katanya demo dibayar 100 ribu, kalau full demo
> sampai malam ditambahin 15 liter beras.
>
> yg buat harga barang2 naik ya demo ini, semua golongan dihimbau dampak
> dr kenaikan BBM dg hitungan yg lebay, liat aja puan maharani mengamini
> kenaikan sembako 20% padahal harga BBM belum naik (wawancara metroTV).
>
>
> padahal hitungan dampak BBM ini secara umum ialah 0.3x0.3=0.09 atau
0.1
> alias hampir 10% saja dr ongkos produksi.
> --- In [email protected], "PH" vaulstrad@ wrote:
> >
> > Ngapain naikin gaji? BBM ga naik...
> >
> > Salahin tukang demo. Demi secuil uang (dibayar buat ikutan demo)
> skarang ga naik gaji/pendapatan.
> >
> > Ga ada alesan naikin gaji.. Sorry bbm ga naik kok minta naik gaji...
> >
> > Mahasiswa? Bukannya sekolah malah bikin rusuh!
> >
> > Kalau pemerintah berani, hukum itu yg rusakin pagar depan DPR.
> Mahasiswa dikeluarkan dari uni-nya.
> >
> > Perlakuan sama kalau saat tidak demo. Merusak tempat umum ada hukum
> nya.
> >
> > Mau tau ada ga yah yang dihukum?
> >
> >
> > Sent from my BlackBerry®
> >
> > -----Original Message-----
> > From: robbie168@
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sat, 31 Mar 2012 17:31:31
> > To: Saham [email protected]
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir
Miskin
> >
> > Dalam dunia perdagangan yang real, harga bahan2 malah udh naik
duluan
> pak.
> >
> > Saya kadang kasian juga kalo pegawe saya biasa uang 10rb bisa dipake
> buat beli makan, sekarang ga cukup buat beli makan, harus jadi 15rb
> misal nya... Malah itu jd memberatkan mereka, n tentu memberatkan para
> pengusaha juga yang harus menaikkan gaji para pegawai nya.
> > Sedangkan laba usaha kan ga mungkin dinaikan ??
> >
> > Jadi kalo bbm naik pun permasalahannya kompleks juga, ga sesimpel
yang
> dibayangkan... Itung2annya only the strong yg bs survive...
> >
> >
> >
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung
> Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "hakitrader" hakitrader@
> > Sender: [email protected]
> > Date: Sun, 1 Apr 2012 00:12:38
> > To: [email protected]
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir
Miskin
> >
> > Kalo blt diganti dg sembako kan lebih baik, harga sembako malah
> kemungkinan bisa turun karena kaum miskin tidak perlu beli sembako
lagi.
> > http://www.facebook.com/hakie1
> >   ----- Original Message -----
> >   From: robbie168@
> >   To: Saham Groups
> >   Sent: Saturday, March 31, 2012 11:55 PM
> >   Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir
> Miskin
> >
> >
> >
> >   Kalo sampe seandainya bbm ga disubsidi, trs harga sembako naik
> tajam, apa dengan BLT buat kaum miskin yg 300rb sbulan mampu menambah
> daya beli mereka ?? Kalo saya rasa malah mereka makin tertindas...
> >
> >   Emank terlalu kompleks permasalahan negara ini jd lebih aman kalo
> status quo... =D
> >
> >
> >
> >
> >   Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> Nyambung Teruuusss...!
> >
> >
>
------------------------------------------------------------------------\
\
> ------
> >
> >   From: Irwan Ariston Napitupulu irwanariston@
> >   Sender: [email protected]
> >   Date: Sat, 31 Mar 2012 22:31:50 +0700
> >   To: [email protected]
> >   ReplyTo: [email protected]
> >   Subject: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
> >
> >
> >
> >   Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
> >
> >   Saya lebih memilih subsidi sembako bagi fakir miskin ketimbang
> subsidi
> >   BBM bagi pemilik kendaraan. Jangan langgar UUD pasal 33 dan UUD
> pasal
> >   34. Pasal 34 mengatakan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara
> >   oleh negara. Pasal 33 mengatakan bahwa kekayaan SDA Indonesia
> dikuasai
> >   oleh negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.
> >
> >   Jadi, minyak yang kita miliki walau jumlahnya sedikit dan masih
> harus
> >   impor akibat kebutuhan minyak dalam negeri lebih besar dari
produksi
> >   minyak dalam negeri, harus digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran
> >   rakyat khususnya atau prioritasnya adalah rakyat kecil dan bukan
> >   kemakmuran para pemilik kendaraan.
> >
> >   Bila jumlah fakir miskin ada 40 juta orang, dan mereka sebulan
> >   diberikan Rp300 ribu per bulan, lebih besar 2x dari yang
> direncanakan
> >   pemerintah yaitu Rp150 ribu per bulan. Maka akan dibutuhkan dana
> >   subsidi sebesar Rp144 triliun. Bandingkan dengan jumlah anggaran
> untuk
> >   mensubsidi BBM senilai Rp138 triliun atau bahkan yg diusulkan oleh
> >   PDIP sebesar Rp178 triliun, bukankah sebenarnya terlihat
memberikan
> >   subsidi BBM telah salah sasaran. Seharusnya dana subsidi BBM
sebesar
> >   Rp138 triliun bisa dialihkan semuanya untuk 40 juta orang fakir
> miskin
> >   sehingga mereka mendapatkan uang yang cukup untuk tidak jadi
miskin
> >   lagi.
> >
> >   Untuk itu, maka seharusnya BBM tidak perlu diberikan subsidi
karena
> >   orang2 yg punya kendaraan cukup mampu untuk membelinya dan bisa
> >   bertahan hidup dengan masih layak, ketimbang para fakir miskin
yang
> >   tidak punya kendaraan dan pendapatan per bulannya juga sangat
rendah
> >   sehingga sulit mereka memenuhi kebutuhan hidupnya.
> >
> >   Mudah2an para sahabat FB disini bisa melihat poin saya yang selama
> ini
> >   anti terhadap subsidi BBM yang suka saya sebut dengan istilah BLT
> >   Kendaraan. Saatnya ketika kita bicara pro rakyat miskin, ketika
> bibir
> >   kita bicara pro rakyat miskin, hati kita, aksi kita, semangat dari
> >   dalam diri kita juga menggambarkan pro rakyat miskin dan bukan pro
> >   rakyat mampu atau pro rakyat tidak miskin yang memiliki kendaraan.
> >
> >   Sungguh sangat tidak masuk akal bagi saya, orang yang memiliki 3
> mobil
> >   atau lebih bisa menikmat subsidi anggaran untuk BBM yang diberikan
> >   oleh APBN melalui harga minyak yang didiskon habis2an, jauh lebih
> dari
> >   mereka yang hanya memiliki 1 mobil, dan jauh sangat besar
dibanding
> >   mereka yang hanya memiliki satu motor, dan jauh sangat besar
banget
> >   deh dibanding dengan mereka yang tidak memiliki kendaraan. Adilkah
> >   ini? Bagi saya ini sangat tidak adil, dan mencederai semangat
dasar
> >   dari UUD pasal 33 dan UUD pasal 34.
> >
> >   Saatnya rakyat miskin berteriak meminta bantuan dari rakyat,
meminta
> >   jatah subsidi atau uang dari pemerintah karena saat ini DPR lebih
> >   berpihak kepada pemilik kendaraan ketimbang berpihak kepada fakir
> >   miskin.
> >
> >   APBN tahun 2013 harus mengurangi subsidi BBM dan menambah alokasi
> >   bantuan langsung ke fakir miskin sesuai dengan amanat UUD pasal
34.
> >   Besaran subsidi BBM harus dikurangi secara bertahap dan dalam 5
> tahun
> >   harus bisa di NOL khan, dan dananya digunakan untuk membantu fakir
> >   miskin di Indonesia.
> >
> >   Sayangnya, para fakir miskin tidak mainan facebook. Hanya orang
> mampu
> >   saja yang mainan facebook. Setidaknya dengan tulisan ini saya
> mencoba
> >   menggugah para pembuat kebijakan, menggugah para profesional,
> >   menggugah para pengusaha, menggugah para mahasiswa, menggunakan
> semua
> >   elemen masyarakat agar bersatu padu mewujudkan amanat UUD pasal 34
> dan
> >   UUD pasal 33 demi Indonesia yang lebih adil terhadap fakir miskin.
> >
> >   Bila di AS saja ada kebijakan bantuan langsung ke fakir miskin
> seperti
> >   food stamp, masa Indonesia yang katanya memiliki kepedulian yang
> jauh
> >   lebih tinggi, koq bisa kalah dalam membuat kebijakan yang pro
fakir
> >   miskin.
> >
> >   Silakan sebarkan tulisan ini bila setuju, agar makin banyak orang
> yang
> >   menjadi lebih cerdas dalam melihat situasi, lebih cerdas dalam
> membuat
> >   kebijakan, lebih cerdas dalam mencari jalan keluar, lebih cerdas
> dalam
> >   fokus pada pihak yang sebenarnya lebih berhak untuk dibantu, dalam
> hal
> >   ini fakir miskin.
> >
> >   ttd.
> >   Irwan Ariston Napitupulu
> >   Ketua FOKUS (Forum Kecerdasan Untuk Semua)
> >
>

Kirim email ke