Saya coba cek, ternyata sudah tuh. Justru yang ditunggu adalah respon resmi dari otoritas bursa yang tampaknya sedang mempelajari laporannya.
Agar anggota milis ini tidak salah persepsi, seperti yg sudah saya sampaikan sebelumnya, saya tidak memiliki selembarpun saham GTBO. Saya kurang tertarik terhadap potensi profit harga sahamnya saat ini dibanding dengan saham2 lainnya yg ada dimana berserakan yg potensinya besar dan bisa dalam kurung waktu yg singkat serta terukur. Penjelasan saya mungkin agak panjang di GTBO, tapi percayalah saya menulisnya dgn gampang selain saya mengetiknya dgn kecepatan 300 hentakan per menit, dan kebetulan sudah pernah riset jadi masih cukup ingat data lama, plus kebetulan utk lapkeu saya punya latar belakang akuntan sehingga tdk terlalu sulit utk membaca lapkeu lengkap yg puluhan halaman itu berikut catatan atas lapkeunya. Termasuk penjelasan atas transaksi revenue. Saya mencoba mnejelaskan secara benar krn topik ini bbrp kali saya perhatikan muncul dan bbrp pemosting saya perhatikan sudah kurang tepat dlm menyampaikan informasi ataupun penjelasan. Karena waktu saya lagi cukup senggang, jadi lebih baik saya coba sharingkan pengetahuan ke anggota milis saham ini. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my iPad2 On Aug 18, 2012, at 1:29 AM, Kelinci Akol <[email protected]> wrote: > > > Tunggu tinjauan hukum aja dulu > > Bung ian cape-cape tulis panjang lebar.. > > Emiten yang janjinya 1 minggu mau keluarin tinjauan hukum.. Sekarang dah 3 > minggu jalan gak bisa kasih penjelasan :-) > > Sayang tenaga :-) > On Aug 17, 2012 10:01 PM, "Irwan Ariston Napitupulu" <[email protected]> > wrote: > > Mungkin bisa dijelaskan ke saya apa kira2 bedanya antara bisnis seperti GTBO > dengan bisnis seperti perusahaan batubara lainnya seperti ITMG, PTBA, BUMI, > HRUM, KKGI, dan lainnya dari sisi "continuation of business". > > Kalau saya melihatnya, bila dilihat masalah cadangan batubaranya yang suatu > saat akan habis, saya pikir semua emiten batubara akan mengalami hal yang > sama. Cara mengatasinya tinggal mengakuisisi tambang batu bara lainnya yang > cadangan batubaranya masih cukup besar. > > Perbedaan lainnya saya perhatikan, dari sisi resiko, emiten seperti GTBO > cenderung bermain konservatif alias langsung ambil untung dimuka, tidak mau > berspekulasi dengan perubahaan harga batubara internasional, juga tidak mau > berspekulasi dengan perubahan tarif pajak batubara dalam negeri, ataupun > perubahaan2 peraturan lainnya, maupun juga kenaikan ongkos produksi batubara. > Sementara perusahaan batubara lainnya menghadap resiko2 yg saya sebutkan > tersebut. > > Mungkin kalau dianalogikan dengan sistem ijon, bisa saja. Cuma sayangnya, > istilah sistem ijon memiliki konotasi yang negatif alias penjualnya umumnya > digambarkan sebagai yang merugi. Untuk kasus "ijon" nya GTBO, saya justru > melihat penjualnya cenderung malah profit lumayan. > > Lalu, kenapa ada yang mau jadi pembeli kalau penjualnya untung lumayan? > Mungkin kita berpikiran demikian. Saya melihat, pembelinya kemungkinan > termasuk spekulan batubara. Pembelinya berharap harga batubara internasional > dalam 1-2 tahun mendatang akan naik lumayan, sehingga pembelinya akan untung > besar ketika dalam 1-2 tahun mendatang naik signifikan. Mungkin kondisi > sekarang, pembeli batubaranya cenderung untung tipis atau merugi, sudah masuk > dalam perhitungan jangka panjang mereka. Dengan kata lain, sebenarnya pembeli > dan penjual dalam kasus GTBO sama2 untung. GTBO mendapatkan hard cash di muka > sehingga mereka punya modal kerja yang cukup lumayan untuk melakukan > akuisisi2 tambang batubara lainnya. > > Jadi, sejauh ini saya melihat sistem atau teknik bisnis GTBO kelasnya jauh di > atas emiten2 batu bara lainnya yg sudah go public. Kalau emiten batubara > lainnya, yang dikunci itu harga jual melalui kontrak2 penjualan batubara, > sementara harga produksi tidak dikunci dimana kecenderungan harga produksi > terus meningkat. Di sisi lain, GTBO yang dikunci itu adalah profitnya, > sehingga GTBO tidak lagi memusingkan soal ongkos produksi, bahkan GTBO tidak > perlu mengeluarkan ongkos produksi serta resiko2 produksi tidak harus dia > tanggung karena semuanya menjadi tanggung jawab pembelinya. > > Mungkin emiten2 batubara lainnya mulai bisa memikirkan dan menerapkan konsep > bisnis seperti GTBO yang menurut saya cenderung aman, karena di awal sudah > langsung memproteksi profit. Teknik bisnis yang cerdas menurut saya. :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2012/8/17 katrin <[email protected]> > > > PSAK biasanya berkembang mengikuti perkembangan riel dan seringkali tidak > cukup anitisipatif :) > > GTBO dasarnya sih sistem traditional, jualan sistem Ijon. Sistem yg paling > sederhana malah palih tricky :d paling reserve data nya yg dijual :d > > Yg musti dipikirin kan continuation of business :). > sent with loveĀ® > From: Kelinci Akol <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 17 Aug 2012 16:00:59 +0700 > To: <[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: Re: [saham] GTBO dan legalisasi fin statement orc acc engineering > > > GTBO secara PSAK legal koq.. Cuman tidak "umum" > > Secara hukum masih ditinjau.. Apakah tidakan pejualan seperti itu "LEGAL" > secara hukum Indonesia > > Secara "PAJAK" tidak bisa dinilai karena perusahaan tidak membukukan pajak di > first half 2012 > > Jadi dari 3 sisi (pajak, akutansi, hukum) gtbo score 1-0 > Karena yang PAJAK dan HUKUM masih nunggu > > Kalau buat invest.. Tunggu 3 tahun lagi aja.. Tunggu historical eps stabil. > Buat trading.. Tunggu TA cakep > > Note: pengalaman pribadi.. Kalau pake ilmu aneh-aneh.. Biasanya sahamnya > cuman sanggup bertahan max 9 bulan.. Setelah itu downtrend abadi > On Aug 17, 2012 12:44 PM, "Irwan" <[email protected]> wrote: > > Ada yg bisa informasikan disini, bagian mana dari lapkeu GTBO yg tidak sesuai > dengan prinsip pelaporan maupun adanya financial engineering? > Atau tentang apanya yang dianggap tidak sesuai? > > Dengan adanya lapkeu GTBO yg seperti itu, terus terang malah saya jadi curiga > denga perusahaan batubara lainnya yg mencatatkan laba yg kecil, bahkan ada yg > merugi. Justru diperusahaan batubara yg seperti ini yg patut dicurigai adanya > kecurangan seperti misal terjadinya tranfer pricing. > > Transfer pricingnya bisa dengan dua cara. pertama, dengan cara biaya2 > dibengkakkan dgn teknik beberapa pekerjaan disub khan ke perusahaan lain > (bukan perusahaan go public) yg sebenarnya masih kelompoknya dan dgn biaya yg > tingg, atau suplier menggunakan perusahaan kelompoknya sendiri ( bukan > perusahaan go public) sehingga perusahaan batubara tsb untungnya jadi kecil. > Cara kedua adalah dengan menjual batubara ke perusahaan perantara (bukan end > userr) dgn harga kontrak yg rendah dgn jangka waktu yg panjang (biasanya > kontrak jangka panjang dibuat saat harga batubara lagi rendah). Perusahaan > perantara itu yg nantinya menjual ke end user dgn harga normal. Cara ini > membuat pendapatan perusahaan batubara yg sudah go public itu menjadi rendah > sehingga laba perusahaan menjadi rendah. > > Untuk GTBO, saya melihat justru mereka tidak aneh2, sangat simple saja > bisnisnya. Orang pajak justru jadi senang karena laba yg tinggi berarti bayar > pajaknya juga jadi besar. GTBO jual batubaranya denga teknik yg tidak > biasanya. Dia menjual batubara dgn cara menjual hak memperoleh sejumlah > volume tertentu dimana pembeli yg harus menggali sendiri dengan biaya > sendiri, segala pajak yg berhubungan dengan batubara tsb jadi tanggungan > pembeli. Pembayaran dilakukan untuk kontrak per 12 bulan, dimana tidak bisa > dibatalkan. Sehingga secara akuntansi situasi seperti ini sudah bisa diakui > sebagai pendapatan perusahaan. > > Jadi sejauh ini saya belum melihat ada keanehan di laporan keuangan GTBO. > Memang lapkeunya cukup mengejutkan krn tidak seperti biasanya lapkeu > perusahaan batubara lainnya, tapi secara akuntansi, belum ada prinsip > akuntansinyg dilanggar juga logika transaksinya saya lihat masih wajar dan > malah menarik ygnseharusnya bisa dicontoh oleh perusahaan batubara lainnya yg > sudah go public tapi tidak mampu mencetak laba yg baik. Entah karena > manajemennya yang kinerjanya payah,matau malah mungkin otak manajernya yg > terlalu jenius sehingga sangat pintar melakukan financial engineering untuk > membuat labanya jadi kecil. > > Itulah yg saya lihat sejauh ini. Bila ada yang melihat lain, silakan > disharingkan saja opininya disini. :) > > catatan: Saya sudah tidak memiliki saham GTBO saat ini. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > Sent from my iPad2 > > On Aug 17, 2012, at 10:58 AM, frans suwardi <[email protected]> wrote: > >> >> Memang Mss Katrin, BEI atau Bapepam atau instansi manapun yang seharusnya >> berkewajiban melindungi investor retail, entah dgn suatu tujuan tertentu >> entah dgn suatu alasan tertentu, menutup mata atau sangat toleran atau >> kuatir terganggu eksistensinya atau ngapain susah2, nggak kerja aja gaji >> masuk terus. Financial statement/ Accounting engineering seperti ini menjadi >> legal. Paradox, mau meningkatkan jumlah investor pasar modal, namun rekayasa >> laporan keuangan dibiarkan. Berapa banyak korban PSMD, MYOH, TMPI dulu, >> KARK, STAR dll ? >> >> --- On Tue, 8/14/12, katrin <[email protected]> wrote: >> >> From: katrin <[email protected]> >> Subject: Re: [saham] GTBO >> To: [email protected] >> Date: Tuesday, August 14, 2012, 11:23 PM >> >> >> Hehehehe he one of the trickiest financial/accounting engineering :d >> >> Maybe only in IDX, only in Indonesia....:d >> >> sent with loveĀ® >> From: "hakitrader" <[email protected]> >> Sender: [email protected] >> Date: Wed, 15 Aug 2012 10:13:55 +0700 >> To: <[email protected]> >> ReplyTo: [email protected] >> Subject: Re: [saham] GTBO >> >> >> GTBO FA nya bagus ROE > 148% EPS > 751 >> <fa2012-08-13-14-50-32.png> >> >> ----- Original Message ----- >> From: Harry >> To: [email protected] >> Sent: Wednesday, August 15, 2012 9:58 AM >> Subject: Re: [saham] Kark >> >> >> GTBO hebat juga sampai sekarang masih di atas 5000, kirain bakal bernasib >> sama seperti MYOH. >> >> 2012/8/15 hakitrader <[email protected]> >> >> >> Kalo ngomongin Kark ganti judulnya >> Smmt hari ini naik lagi > 3%, confirm jadi the next GTBO >> > > > > > > >
