Kalaupun saham GTBO dari sisi fa, ta atau lainnya, masuk akal, ane tetep males 
ambil nih saham...

Alesannya cuma satu, bid-offernya gak meyakinkan, kayak ada segerombolan trader 
yg pakai bbm group buat goreng2 keatas :p



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Kelinci Akol <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 18 Aug 2012 01:29:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] GTBO dan legalisasi fin statement orc acc engineering

Tunggu tinjauan hukum aja dulu

Bung ian cape-cape tulis panjang lebar..

Emiten yang janjinya 1 minggu mau keluarin tinjauan hukum.. Sekarang dah 3
minggu jalan gak bisa kasih penjelasan :-)

Sayang tenaga :-)
 On Aug 17, 2012 10:01 PM, "Irwan Ariston Napitupulu" <
[email protected]> wrote:

> **
>
>
> Mungkin bisa dijelaskan ke saya apa kira2 bedanya antara bisnis seperti
> GTBO dengan bisnis seperti perusahaan batubara lainnya seperti ITMG, PTBA,
> BUMI, HRUM, KKGI, dan lainnya dari sisi "continuation of business".
>
> Kalau saya melihatnya, bila dilihat masalah cadangan batubaranya yang
> suatu saat akan habis, saya pikir semua emiten batubara akan mengalami hal
> yang sama. Cara mengatasinya tinggal mengakuisisi tambang batu bara lainnya
> yang cadangan batubaranya masih cukup besar.
>
> Perbedaan lainnya saya perhatikan, dari sisi resiko, emiten seperti GTBO
> cenderung bermain konservatif alias langsung ambil untung dimuka, tidak mau
> berspekulasi dengan perubahaan harga batubara internasional, juga tidak mau
> berspekulasi dengan perubahan tarif pajak batubara dalam negeri, ataupun
> perubahaan2 peraturan lainnya, maupun juga kenaikan ongkos produksi
> batubara. Sementara perusahaan batubara lainnya menghadap resiko2 yg saya
> sebutkan tersebut.
>
> Mungkin kalau dianalogikan dengan sistem ijon, bisa saja. Cuma sayangnya,
> istilah sistem ijon memiliki konotasi yang negatif alias penjualnya umumnya
> digambarkan sebagai yang merugi. Untuk kasus "ijon" nya GTBO, saya justru
> melihat penjualnya cenderung malah profit lumayan.
>
> Lalu, kenapa ada yang mau jadi pembeli kalau penjualnya untung lumayan?
> Mungkin kita berpikiran demikian. Saya melihat, pembelinya kemungkinan
> termasuk spekulan batubara. Pembelinya berharap harga batubara
> internasional dalam 1-2 tahun mendatang akan naik lumayan, sehingga
> pembelinya akan untung besar ketika dalam 1-2 tahun mendatang naik
> signifikan. Mungkin kondisi sekarang, pembeli batubaranya cenderung untung
> tipis atau merugi, sudah masuk dalam perhitungan jangka panjang mereka.
> Dengan kata lain, sebenarnya pembeli dan penjual dalam kasus GTBO sama2
> untung. GTBO mendapatkan hard cash di muka sehingga mereka punya modal
> kerja yang cukup lumayan untuk melakukan akuisisi2 tambang batubara lainnya.
>
> Jadi, sejauh ini saya melihat sistem atau teknik bisnis GTBO kelasnya jauh
> di atas emiten2 batu bara lainnya yg sudah go public.  Kalau emiten
> batubara lainnya, yang dikunci itu harga jual melalui kontrak2 penjualan
> batubara, sementara harga produksi tidak dikunci dimana kecenderungan harga
> produksi terus meningkat. Di sisi lain, GTBO yang dikunci itu adalah
> profitnya, sehingga GTBO tidak lagi memusingkan soal ongkos produksi,
> bahkan GTBO tidak perlu mengeluarkan ongkos produksi serta resiko2 produksi
> tidak harus dia tanggung karena semuanya menjadi tanggung jawab pembelinya.
>
> Mungkin emiten2 batubara lainnya mulai bisa memikirkan dan menerapkan
> konsep bisnis seperti GTBO yang menurut saya cenderung aman, karena di awal
> sudah langsung memproteksi profit. Teknik bisnis yang cerdas menurut saya.
> :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2012/8/17 katrin <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> PSAK biasanya berkembang mengikuti perkembangan riel dan seringkali tidak
>> cukup anitisipatif :)
>>
>> GTBO dasarnya sih sistem traditional, jualan sistem Ijon. Sistem yg
>> paling sederhana malah palih tricky :d paling reserve data nya yg dijual :d
>>
>> Yg musti dipikirin kan continuation of business :).
>> sent with love®
>> ------------------------------
>> *From: * Kelinci Akol <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Fri, 17 Aug 2012 16:00:59 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] GTBO dan legalisasi fin statement orc acc
>> engineering
>>
>>
>>
>> GTBO secara PSAK legal koq.. Cuman tidak "umum"
>>
>> Secara hukum masih ditinjau.. Apakah tidakan pejualan seperti itu "LEGAL"
>> secara hukum Indonesia
>>
>> Secara "PAJAK" tidak bisa dinilai karena perusahaan tidak membukukan
>> pajak di first half 2012
>>
>> Jadi dari 3 sisi (pajak, akutansi, hukum) gtbo score 1-0
>> Karena yang PAJAK dan HUKUM masih nunggu
>>
>> Kalau buat invest.. Tunggu 3 tahun lagi aja.. Tunggu historical eps
>> stabil.
>> Buat trading.. Tunggu TA cakep
>>
>> Note: pengalaman pribadi.. Kalau pake ilmu aneh-aneh.. Biasanya sahamnya
>> cuman sanggup bertahan max 9 bulan.. Setelah itu downtrend abadi
>>  On Aug 17, 2012 12:44 PM, "Irwan" <[email protected]> wrote:
>>
>>> **
>>>
>>>
>>> Ada yg bisa informasikan disini, bagian mana dari lapkeu GTBO yg tidak
>>> sesuai dengan prinsip pelaporan maupun adanya financial engineering?
>>> Atau tentang apanya yang dianggap tidak sesuai?
>>>
>>> Dengan adanya lapkeu GTBO yg seperti itu, terus terang malah saya jadi
>>> curiga denga perusahaan batubara lainnya yg mencatatkan laba yg kecil,
>>> bahkan ada yg merugi. Justru diperusahaan batubara yg seperti ini yg patut
>>> dicurigai adanya kecurangan seperti misal terjadinya tranfer pricing.
>>>
>>> Transfer pricingnya bisa dengan dua cara. pertama, dengan cara biaya2
>>>  dibengkakkan dgn teknik beberapa pekerjaan disub khan ke perusahaan lain
>>> (bukan perusahaan go public) yg sebenarnya masih kelompoknya dan dgn biaya
>>> yg tingg, atau suplier menggunakan perusahaan kelompoknya sendiri ( bukan
>>> perusahaan go public) sehingga perusahaan batubara tsb untungnya jadi
>>> kecil.  Cara kedua adalah dengan menjual batubara ke perusahaan perantara
>>> (bukan end userr) dgn harga kontrak yg rendah dgn jangka waktu yg panjang
>>> (biasanya kontrak jangka panjang dibuat saat harga batubara lagi rendah).
>>> Perusahaan perantara itu yg nantinya menjual ke end user dgn harga normal.
>>> Cara ini membuat pendapatan perusahaan batubara yg sudah go public itu
>>> menjadi rendah sehingga laba perusahaan menjadi rendah.
>>>
>>> Untuk GTBO, saya melihat justru mereka tidak aneh2, sangat simple saja
>>> bisnisnya. Orang pajak justru jadi senang karena laba yg tinggi berarti
>>> bayar pajaknya juga jadi besar. GTBO jual batubaranya denga teknik yg tidak
>>> biasanya. Dia menjual batubara dgn cara menjual hak memperoleh sejumlah
>>> volume tertentu dimana pembeli yg harus menggali sendiri dengan biaya
>>> sendiri, segala pajak yg berhubungan dengan batubara tsb jadi tanggungan
>>> pembeli. Pembayaran dilakukan untuk kontrak per 12 bulan, dimana tidak bisa
>>> dibatalkan. Sehingga secara akuntansi situasi seperti ini sudah bisa diakui
>>> sebagai pendapatan perusahaan.
>>>
>>> Jadi sejauh ini saya belum melihat ada keanehan di laporan keuangan
>>> GTBO. Memang lapkeunya cukup mengejutkan krn tidak seperti biasanya lapkeu
>>> perusahaan batubara lainnya, tapi secara akuntansi, belum ada prinsip
>>> akuntansinyg dilanggar juga logika transaksinya saya lihat masih wajar dan
>>> malah menarik ygnseharusnya bisa dicontoh oleh perusahaan batubara lainnya
>>> yg sudah go public tapi tidak mampu mencetak laba yg baik. Entah karena
>>> manajemennya yang kinerjanya payah,matau malah mungkin otak manajernya yg
>>> terlalu jenius sehingga sangat pintar melakukan financial engineering untuk
>>> membuat labanya jadi kecil.
>>>
>>> Itulah yg saya lihat sejauh ini. Bila ada yang melihat lain, silakan
>>> disharingkan saja opininya disini. :)
>>>
>>> catatan: Saya sudah tidak memiliki saham GTBO saat ini.
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>>
>>> Sent from my iPad2
>>>
>>> On Aug 17, 2012, at 10:58 AM, frans suwardi <[email protected]>
>>> wrote:
>>>
>>>
>>> Memang Mss Katrin, BEI atau Bapepam atau instansi manapun yang
>>> seharusnya berkewajiban melindungi investor retail, entah dgn suatu tujuan
>>> tertentu entah dgn suatu alasan tertentu, menutup mata atau sangat toleran
>>> atau kuatir terganggu eksistensinya atau ngapain susah2, nggak kerja aja
>>> gaji masuk terus. Financial statement/ Accounting engineering seperti ini
>>> menjadi legal. Paradox, mau meningkatkan jumlah investor pasar modal, namun
>>> rekayasa laporan keuangan dibiarkan. Berapa banyak korban PSMD, MYOH, TMPI
>>> dulu, KARK, STAR dll ?
>>>
>>> --- On *Tue, 8/14/12, katrin <[email protected]>* wrote:
>>>
>>>
>>> From: katrin <[email protected]>
>>> Subject: Re: [saham] GTBO
>>> To: [email protected]
>>> Date: Tuesday, August 14, 2012, 11:23 PM
>>>
>>>
>>>
>>> Hehehehe he one of the trickiest financial/accounting engineering :d
>>>
>>> Maybe only in IDX, only in Indonesia....:d
>>> sent with love®
>>> ------------------------------
>>> *From: * "hakitrader" <[email protected]>
>>> *Sender: * [email protected]
>>> *Date: *Wed, 15 Aug 2012 10:13:55 +0700
>>> *To: *<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *Re: [saham] GTBO
>>>
>>>
>>>
>>> *GTBO FA nya bagus ROE > 148% EPS > 751*
>>> <fa2012-08-13-14-50-32.png>
>>> **
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>> *From:* Harry <http://mc/[email protected]>
>>> *To:* [email protected] <http://mc/[email protected]>
>>> *Sent:* Wednesday, August 15, 2012 9:58 AM
>>> *Subject:* Re: [saham] Kark
>>> **
>>>
>>>
>>> GTBO hebat juga sampai sekarang masih di atas 5000, kirain bakal
>>> bernasib sama seperti MYOH.
>>>
>>> 2012/8/15 hakitrader 
>>> <[email protected]<http://mc/[email protected]>
>>> >
>>>
>>> **
>>>
>>>
>>> **
>>> *Kalo ngomongin Kark ganti judulnya*
>>> *Smmt hari ini naik lagi > 3%, confirm jadi the next GTBO*
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>  
>

Kirim email ke