Setuju dgn bag IAN mengenai cara GTBO 
 
LOCK Profit nya, 
 
Mungkin yg jd pembahsannya adalah
 
apakah penctatan penjualan diakui secara
 
1. multi years secara proposional
 
atau 
 
2. keseluruhan nilai kontraknya dicatat sng penghasdilan thn 2012 aja
 
 
kl cara No.1 yg digunakan, menurut pendapat saya GTBO cerdik, mereka lock 
profit nya

terima kasih
 
 
cat: tdk melihat / baca Lapkeu GTBO ,
 
 
Salam
 
Bambang
 
 
 
 
 
 
 
 


________________________________
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, August 17, 2012 10:00 PM
Subject: Re: [saham] GTBO dan legalisasi fin statement orc acc engineering

  
Mungkin bisa dijelaskan ke saya apa kira2 bedanya antara bisnis seperti GTBO 
dengan bisnis seperti perusahaan batubara lainnya seperti ITMG, PTBA, BUMI, 
HRUM, KKGI, dan lainnya dari sisi "continuation of business".

Kalau saya melihatnya, bila dilihat masalah cadangan batubaranya yang suatu 
saat akan habis, saya pikir semua emiten batubara akan mengalami hal yang sama. 
Cara mengatasinya tinggal mengakuisisi tambang batu bara lainnya yang cadangan 
batubaranya masih cukup besar.

Perbedaan lainnya saya perhatikan, dari sisi resiko, emiten seperti GTBO 
cenderung bermain konservatif alias langsung ambil untung dimuka, tidak mau 
berspekulasi dengan perubahaan harga batubara internasional, juga tidak mau 
berspekulasi dengan perubahan tarif pajak batubara dalam negeri, ataupun 
perubahaan2 peraturan lainnya, maupun juga kenaikan ongkos produksi batubara. 
Sementara perusahaan batubara lainnya menghadap resiko2 yg saya sebutkan 
tersebut.

Mungkin kalau dianalogikan dengan sistem ijon, bisa saja. Cuma sayangnya, 
istilah sistem ijon memiliki konotasi yang negatif alias penjualnya umumnya 
digambarkan sebagai yang merugi. Untuk kasus "ijon" nya GTBO, saya justru 
melihat penjualnya cenderung malah profit lumayan. 

Lalu, kenapa ada yang mau jadi pembeli kalau penjualnya untung lumayan? Mungkin 
kita berpikiran demikian. Saya melihat, pembelinya kemungkinan termasuk 
spekulan batubara. Pembelinya berharap harga batubara internasional dalam 1-2 
tahun mendatang akan naik lumayan, sehingga pembelinya akan untung besar ketika 
dalam 1-2 tahun mendatang naik signifikan. Mungkin kondisi sekarang, pembeli 
batubaranya cenderung untung tipis atau merugi, sudah masuk dalam perhitungan 
jangka panjang mereka. Dengan kata lain, sebenarnya pembeli dan penjual dalam 
kasus GTBO sama2 untung. GTBO mendapatkan hard cash di muka sehingga mereka 
punya modal kerja yang cukup lumayan untuk melakukan akuisisi2 tambang batubara 
lainnya.

Jadi, sejauh ini saya melihat sistem atau teknik bisnis GTBO kelasnya jauh di 
atas emiten2 batu bara lainnya yg sudah go public.  Kalau emiten batubara 
lainnya, yang dikunci itu harga jual melalui kontrak2 penjualan batubara, 
sementara harga produksi tidak dikunci dimana kecenderungan harga produksi 
terus meningkat. Di sisi lain, GTBO yang dikunci itu adalah profitnya, sehingga 
GTBO tidak lagi memusingkan soal ongkos produksi, bahkan GTBO tidak perlu 
mengeluarkan ongkos produksi serta resiko2 produksi tidak harus dia tanggung 
karena semuanya menjadi tanggung jawab pembelinya.

Mungkin emiten2 batubara lainnya mulai bisa memikirkan dan menerapkan konsep 
bisnis seperti GTBO yang menurut saya cenderung aman, karena di awal sudah 
langsung memproteksi profit. Teknik bisnis yang cerdas menurut saya. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



2012/8/17 katrin <[email protected]> 
PSAK biasanya berkembang mengikuti perkembangan riel dan seringkali tidak cukup 
anitisipatif :)GTBO dasarnya sih sistem traditional, jualan sistem Ijon. Sistem 
yg paling sederhana malah palih tricky :d paling reserve data nya yg dijual 
:dYg musti dipikirin kan continuation of business :). 
>sent with love®
>
>________________________________
>
>From: Kelinci Akol <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Fri, 17 Aug 2012 16:00:59 +0700
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Subject: Re: [saham] GTBO dan legalisasi fin statement orc acc engineering
>
>  
>GTBO secara PSAK legal koq.. Cuman tidak "umum"
>Secara hukum masih ditinjau.. Apakah tidakan pejualan seperti itu "LEGAL" 
>secara hukum Indonesia
>Secara "PAJAK" tidak bisa dinilai karena perusahaan tidak membukukan pajak di 
>first half 2012
>Jadi dari 3 sisi (pajak, akutansi, hukum) gtbo score 1-0
>Karena yang PAJAK dan HUKUM masih nunggu
>Kalau buat invest.. Tunggu 3 tahun lagi aja.. Tunggu historical eps stabil.
>Buat trading.. Tunggu TA cakep
>Note: pengalaman pribadi.. Kalau pake ilmu aneh-aneh.. Biasanya sahamnya cuman 
>sanggup bertahan max 9 bulan.. Setelah itu downtrend abadi
>
>On Aug 17, 2012 12:44 PM, "Irwan" <[email protected]> wrote: 
>  
>>Ada yg bisa informasikan disini, bagian mana dari lapkeu GTBO yg tidak sesuai 
>>dengan prinsip pelaporan maupun adanya financial engineering?
>>Atau tentang apanya yang dianggap tidak sesuai?
>>
>>
>>Dengan adanya lapkeu GTBO yg seperti itu, terus terang malah saya jadi curiga 
>>denga perusahaan batubara lainnya yg mencatatkan laba yg kecil, bahkan ada yg 
>>merugi. Justru diperusahaan batubara yg seperti ini yg patut dicurigai adanya 
>>kecurangan seperti misal terjadinya tranfer pricing. 
>>
>>
>>Transfer pricingnya bisa dengan dua cara. pertama, dengan cara biaya2    
>>dibengkakkan dgn teknik beberapa pekerjaan disub khan ke perusahaan lain 
>>(bukan perusahaan go public) yg sebenarnya masih kelompoknya dan dgn biaya yg 
>>tingg, atau suplier menggunakan perusahaan kelompoknya sendiri ( bukan 
>>perusahaan go public) sehingga perusahaan batubara tsb untungnya jadi kecil.  
>>Cara kedua adalah dengan menjual batubara ke perusahaan perantara (bukan end 
>>userr) dgn harga kontrak yg rendah dgn jangka waktu yg panjang (biasanya 
>>kontrak jangka panjang dibuat saat harga batubara lagi rendah). Perusahaan 
>>perantara itu yg nantinya menjual ke end user dgn harga normal. Cara ini 
>>membuat pendapatan perusahaan batubara yg sudah go public itu menjadi rendah 
>>sehingga laba perusahaan menjadi rendah.
>>
>>
>>Untuk GTBO, saya melihat justru mereka tidak aneh2, sangat simple saja 
>>bisnisnya. Orang pajak justru jadi senang karena laba yg tinggi berarti bayar 
>>pajaknya juga jadi besar. GTBO jual batubaranya denga teknik yg tidak 
>>biasanya. Dia menjual batubara dgn cara menjual hak memperoleh sejumlah 
>>volume tertentu dimana pembeli yg harus menggali sendiri dengan biaya 
>>sendiri, segala pajak yg berhubungan dengan batubara tsb jadi tanggungan 
>>pembeli. Pembayaran dilakukan untuk kontrak per 12 bulan, dimana tidak bisa 
>>dibatalkan. Sehingga secara akuntansi situasi seperti ini sudah bisa diakui 
>>sebagai pendapatan perusahaan.
>>
>>
>>Jadi sejauh ini saya belum melihat ada keanehan di laporan keuangan GTBO. 
>>Memang lapkeunya cukup mengejutkan krn tidak seperti biasanya lapkeu 
>>perusahaan batubara lainnya, tapi secara akuntansi, belum ada prinsip 
>>akuntansinyg dilanggar juga logika transaksinya saya lihat masih wajar dan 
>>malah menarik ygnseharusnya bisa dicontoh oleh perusahaan batubara lainnya yg 
>>sudah go public tapi tidak mampu mencetak laba yg baik. Entah karena 
>>manajemennya yang kinerjanya payah,matau malah mungkin otak manajernya yg 
>>terlalu jenius sehingga sangat pintar melakukan financial engineering untuk 
>>membuat labanya jadi kecil.
>>
>>
>>Itulah yg saya lihat sejauh ini. Bila ada yang melihat lain, silakan 
>>disharingkan saja opininya disini. :)
>>
>>
>>catatan: Saya sudah tidak memiliki saham GTBO saat ini.
>>
>>
>>jabat erat,
>>Irwan Ariston Napitupulu
>>Sent from my iPad2
>>On Aug 17, 2012, at 10:58 AM, frans suwardi <[email protected]> wrote:
>>
>>>Memang Mss Katrin, BEI atau Bapepam atau instansi manapun yang seharusnya 
>>>berkewajiban melindungi investor retail, entah dgn suatu tujuan tertentu 
>>>entah dgn suatu alasan tertentu, menutup mata atau sangat toleran atau 
>>>kuatir terganggu eksistensinya atau ngapain susah2, nggak kerja aja gaji 
>>>masuk terus. Financial statement/ Accounting engineering seperti ini menjadi 
>>>legal. Paradox, mau meningkatkan jumlah investor pasar modal, namun rekayasa 
>>>laporan keuangan dibiarkan. Berapa banyak korban PSMD, MYOH, TMPI dulu, 
>>>KARK, STAR dll ?           
>>>
>>>--- On Tue, 8/14/12, katrin <[email protected]> wrote:
>>>
>>>
>>>>From: katrin <[email protected]>
>>>>Subject: Re: [saham] GTBO
>>>>To: [email protected]
>>>>Date: Tuesday, August 14, 2012, 11:23 PM
>>>>
>>>>
>>>>  
>>>>Hehehehe he one of the trickiest financial/accounting engineering :d
>>>>
>>>>Maybe only in IDX, only in Indonesia....:d
>>>>
>>>>sent with love®
>>>>
>>>>________________________________
>>>>
>>>>From: "hakitrader" <[email protected]> 
>>>>Sender: [email protected] 
>>>>Date: Wed, 15 Aug 2012 10:13:55 +0700
>>>>To: <[email protected]>
>>>>ReplyTo: [email protected] 
>>>>Subject: Re: [saham] GTBO  
>>>>GTBO FA nya bagus ROE > 148% EPS > 751
>>>><fa2012-08-13-14-50-32.png>
>>>> 
>>>>----- Original Message ----- 
>>>>>From: Harry 
>>>>>To: http://mc/[email protected] 
>>>>>Sent: Wednesday, August 15, 2012 9:58 AM
>>>>>Subject: Re: [saham] Kark  
>>>>>GTBO hebat juga sampai sekarang masih di atas 5000, kirain bakal bernasib 
>>>>>sama seperti MYOH.
>>>>>
>>>>>
>>>>>2012/8/15 hakitrader <http://mc/[email protected]> 
>>>>>  
>>>>>>Kalo ngomongin Kark ganti judulnya
>>>>>>Smmt hari ini naik lagi > 3%, confirm jadi the next GTBO 

Kirim email ke