Cadangan batubara GTBO di lahan yg ada saat ini kalau berdasarkan laporan
yg sempat saya baca dulu adalah sekitar 90-an juta metric ton. Kontrak tiga
tahun setahu saya jumlahnya masih kecil bila dibanding dengan cadangan
90-an juta metric ton. Jadi, cadangannya masih banyak walau kontrak 3 tahun
tsb. Tidak habis. :)

Kebetulan, waktu dulu Pak Haki sempat sebut2 saham GTBO, dan saat itu
harganya sekitar 600, saya langsung melakukan riset. Membaca laporan2nya,
mencari tahu siapa pemegang sahamnya, membaca lapkeunya, mencari tahu
lokasi hak tambangnya dimana, dan mencari tahu tetangga2 lokasi tambangnya
punya siapa saja, dan mencari tahu news2 seputar tambangnya apakah
bermasalah atau tidak, dst...dst...dst. Tujuan saya riset agak dalam di
GTBO wktu itu karena saya tertarik dengan chartnya, lalu saya perlu latar
belakangnya untuk bisa memutuskan berapa besar dana yg bisa saya
cemplungkan di saham ini yg masih "aman" agar bisa mengetahui kira2
potensinya bisa naik sampai berapa kalau "bandar"nya mau narik ke atas.

PTBA, ADRO, dll, bagi saya sama saja, cadangannya akan habis juga, ngga
peduli yang nambang perusahaan sendiri atau yang nambang pembelinya. Khan
sama2 ditambang, sehingga cadangannya tentunya sama2 berkurang. Bedanya,
GTBO lahan batubaranya yg nambang itu pembelinya, kalau PTBA, ADRO dan
perusahaan sejenis yg nambang mereka sendiri kalau ngga di sub khan
pekerjaannya ke perusahaan lain. Kalau saya jadi pengusaha, ngapain juga
saya ambil resiko nambang sendiri, dimana cost biaya nambang itu bisa naik
sejalan dengan waktu, sementara ada cara mudah dapat profit dari lahan
tambang yang saya miliki dimana bisa dibilang tanpa resiko atau resikonya
rendah. Gitu saja saya berpikir bisnisnya. :)

Jadi, sebenarnya ini ngga sama persis dengan ngijon. Kalau ngijon, seorang
petani menjual hasil panennya di awal sebelum masa panen, tapi petaninya
tetap ngerjain lahannya sampai panen dimana kalau gagal panen resikonya yg
nanggung adalah petaninya. Kalau di batubara sistem ngijon itu seperti jual
batu bara di future market, lalu kita produksi sendiri dan kemudian
mengirimnya sesuai jadwal yang ditentukan. Kalau gagal kirim, maka yang
punya tanggung jawab adalah pemilik lahan batubara tsb. Kalau sistem GTBO
saya perhatikan berbeda. Mereka jual batubara harga netnya saja, dimana
pembeli harus ngambil sendiri alias gali, angkut, dan kirim sendiri
batubaranya. Biaya2 pajak batubaranya juga ditanggung oleh pembeli, bukan
pemilik lahan dalam hal ini GTBO sebagai penjual.

Kalau dipikir2 lagi, dapatin lahan batubara itu sebenarnya ngga mahal2
banget. Tapi GTBO berhasil mendapatkan keuntungan berlipat2, bisa 10x lipat
lebih dari tahun pertama kontrak dibanding dengan biaya mendapatkan ijin
lahan tambang batubara tersebut. Inilah fenomena penting dibalik kasus GTBO
sebenarnya.

Kalau mau dipikir lebih jauh lagi, sebenarnya kenapa lahan2 batubara yang
ada dan dimiliki negara baik oleh pemerintah pusat atau daerah, koq gampang
banget dikasih ke swasta2 sehingga para swasta itu jadi banyak yang kaya
mendadak. Padahal sebenarnya semuanya bisa dikerjakan sendiri oleh
pemerintah atau pemda, dan mendapatkan keuntungan yang berlipat2 bagi
daerah atau pusat. Atau setidaknya, kenapa lahan2 batubara itu ngga dikasih
saja ke PTBA sebagai salah satu BUMN, sehingga yg diuntungkan adalah
negara, bukan individu seperti perusahaan2 swasta tersebut. Ini kalau saya
coba berpikir dari sisi lain lho ya :)

Eniwe, kembali ke soal saham, ketika kita bicara soal FA, kita perlu hati2
membedahnya bila kasusnya tidak lazim atau terbilang baru. Kalau kita ngga
menguasai FA nya, cara mudah adalah dengan TA saja. Dengan TA, kita ngga
perlu paham soal FA, ngga paham soal sektoral, ngga perlu paham soal
management, ngga perlu paham soal2 lainnya, tapi cukup hanya memperhatikan
grafik saja dan buy or sell hanya berdasarkan apa kata grafik, sudah oke
koq menurut saya, sudah bisa kasih profit lumayanlah. Setidaknya untuk THR
setiap hari raya saja sih harusnya dapat ya. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2012/8/17 kangduren <[email protected]>

> GTBO jelas beda dg PTBA, ADRO dll., yg hrs menjaga kinerjanya agar
> konstan, krn PTBA, ADRO dll. menambang sendiri, hrs memperhitungkan biaya
> modal alat, beda halnya dg GTBO, cadangan seluruhnya habis dijual dlm tempo
> 2-3 tahun tidak masalah.
> GTBO eps spt yg pak Haki sebutkan sekitar 700 an sah2 saja, tinggal
> pembeli saham menilai sendiri 'kesinambungan kinerja' GTBO tahun2
> berikutnya (mungkin dr insider info manajemen atau corp. action).
> penilaian umum menurut saya terlalu berlebihan/ berisiko kalau GTBO masih
> akan rally terus (pandangan umum loh).
> ikut nimbrung diskusi, walau sebenarnya masih ada saham lain yg bisa
> dilirik :peace:
>
> --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...>
> wrote:
> >
> > Mungkin bisa dijelaskan ke saya apa kira2 bedanya antara bisnis seperti
> > GTBO dengan bisnis seperti perusahaan batubara lainnya seperti ITMG,
> PTBA,
> > BUMI, HRUM, KKGI, dan lainnya dari sisi "continuation of business".
> >
> > Kalau saya melihatnya, bila dilihat masalah cadangan batubaranya yang
> suatu
> > saat akan habis, saya pikir semua emiten batubara akan mengalami hal yang
> > sama. Cara mengatasinya tinggal mengakuisisi tambang batu bara lainnya
> yang
> > cadangan batubaranya masih cukup besar.
> >
> > Perbedaan lainnya saya perhatikan, dari sisi resiko, emiten seperti GTBO
> > cenderung bermain konservatif alias langsung ambil untung dimuka, tidak
> mau
> > berspekulasi dengan perubahaan harga batubara internasional, juga tidak
> mau
> > berspekulasi dengan perubahan tarif pajak batubara dalam negeri, ataupun
> > perubahaan2 peraturan lainnya, maupun juga kenaikan ongkos produksi
> > batubara. Sementara perusahaan batubara lainnya menghadap resiko2 yg saya
> > sebutkan tersebut.
> >
> > Mungkin kalau dianalogikan dengan sistem ijon, bisa saja. Cuma sayangnya,
> > istilah sistem ijon memiliki konotasi yang negatif alias penjualnya
> umumnya
> > digambarkan sebagai yang merugi. Untuk kasus "ijon" nya GTBO, saya justru
> > melihat penjualnya cenderung malah profit lumayan.
> >
> > Lalu, kenapa ada yang mau jadi pembeli kalau penjualnya untung lumayan?
> > Mungkin kita berpikiran demikian. Saya melihat, pembelinya kemungkinan
> > termasuk spekulan batubara. Pembelinya berharap harga batubara
> > internasional dalam 1-2 tahun mendatang akan naik lumayan, sehingga
> > pembelinya akan untung besar ketika dalam 1-2 tahun mendatang naik
> > signifikan. Mungkin kondisi sekarang, pembeli batubaranya cenderung
> untung
> > tipis atau merugi, sudah masuk dalam perhitungan jangka panjang mereka.
> > Dengan kata lain, sebenarnya pembeli dan penjual dalam kasus GTBO sama2
> > untung. GTBO mendapatkan hard cash di muka sehingga mereka punya modal
> > kerja yang cukup lumayan untuk melakukan akuisisi2 tambang batubara
> lainnya.
> >
> > Jadi, sejauh ini saya melihat sistem atau teknik bisnis GTBO kelasnya
> jauh
> > di atas emiten2 batu bara lainnya yg sudah go public.  Kalau emiten
> > batubara lainnya, yang dikunci itu harga jual melalui kontrak2 penjualan
> > batubara, sementara harga produksi tidak dikunci dimana kecenderungan
> harga
> > produksi terus meningkat. Di sisi lain, GTBO yang dikunci itu adalah
> > profitnya, sehingga GTBO tidak lagi memusingkan soal ongkos produksi,
> > bahkan GTBO tidak perlu mengeluarkan ongkos produksi serta resiko2
> produksi
> > tidak harus dia tanggung karena semuanya menjadi tanggung jawab
> pembelinya.
> >
> > Mungkin emiten2 batubara lainnya mulai bisa memikirkan dan menerapkan
> > konsep bisnis seperti GTBO yang menurut saya cenderung aman, karena di
> awal
> > sudah langsung memproteksi profit. Teknik bisnis yang cerdas menurut
> saya.
> > :)
> >
> > jabat erat,
> > Irwan Ariston Napitupulu
> >
> >
> > 2012/8/17 katrin <kusumok@...>
> >
> > > **
> > >
> > >
> > > PSAK biasanya berkembang mengikuti perkembangan riel dan seringkali
> tidak
> > > cukup anitisipatif :)
> > >
> > > GTBO dasarnya sih sistem traditional, jualan sistem Ijon. Sistem yg
> paling
> > > sederhana malah palih tricky :d paling reserve data nya yg dijual :d
> > >
> > > Yg musti dipikirin kan continuation of business :).
> > > sent with loveĀ®
> > > ------------------------------
> > > *From: * Kelinci Akol <boysngirls@...>
> > > *Sender: * [email protected]
> > > *Date: *Fri, 17 Aug 2012 16:00:59 +0700
> > > *To: *<[email protected]>
> > > *ReplyTo: * [email protected]
> > > *Subject: *Re: [saham] GTBO dan legalisasi fin statement orc acc
> > > engineering
> > >
> > >
> > >
> > > GTBO secara PSAK legal koq.. Cuman tidak "umum"
> > >
> > > Secara hukum masih ditinjau.. Apakah tidakan pejualan seperti itu
> "LEGAL"
> > > secara hukum Indonesia
> > >
> > > Secara "PAJAK" tidak bisa dinilai karena perusahaan tidak membukukan
> pajak
> > > di first half 2012
> > >
> > > Jadi dari 3 sisi (pajak, akutansi, hukum) gtbo score 1-0
> > > Karena yang PAJAK dan HUKUM masih nunggu
> > >
> > > Kalau buat invest.. Tunggu 3 tahun lagi aja.. Tunggu historical eps
> stabil.
> > > Buat trading.. Tunggu TA cakep
> > >
> > > Note: pengalaman pribadi.. Kalau pake ilmu aneh-aneh.. Biasanya
> sahamnya
> > > cuman sanggup bertahan max 9 bulan.. Setelah itu downtrend abadi
> > >  On Aug 17, 2012 12:44 PM, "Irwan" <irwanariston@...> wrote:
> > >
> > >> **
> > >>
> > >>
> > >> Ada yg bisa informasikan disini, bagian mana dari lapkeu GTBO yg tidak
> > >> sesuai dengan prinsip pelaporan maupun adanya financial engineering?
> > >> Atau tentang apanya yang dianggap tidak sesuai?
> > >>
> > >> Dengan adanya lapkeu GTBO yg seperti itu, terus terang malah saya jadi
> > >> curiga denga perusahaan batubara lainnya yg mencatatkan laba yg kecil,
> > >> bahkan ada yg merugi. Justru diperusahaan batubara yg seperti ini yg
> patut
> > >> dicurigai adanya kecurangan seperti misal terjadinya tranfer pricing.
> > >>
> > >> Transfer pricingnya bisa dengan dua cara. pertama, dengan cara biaya2
> > >>  dibengkakkan dgn teknik beberapa pekerjaan disub khan ke perusahaan
> lain
> > >> (bukan perusahaan go public) yg sebenarnya masih kelompoknya dan dgn
> biaya
> > >> yg tingg, atau suplier menggunakan perusahaan kelompoknya sendiri (
> bukan
> > >> perusahaan go public) sehingga perusahaan batubara tsb untungnya jadi
> > >> kecil.  Cara kedua adalah dengan menjual batubara ke perusahaan
> perantara
> > >> (bukan end userr) dgn harga kontrak yg rendah dgn jangka waktu yg
> panjang
> > >> (biasanya kontrak jangka panjang dibuat saat harga batubara lagi
> rendah).
> > >> Perusahaan perantara itu yg nantinya menjual ke end user dgn harga
> normal.
> > >> Cara ini membuat pendapatan perusahaan batubara yg sudah go public itu
> > >> menjadi rendah sehingga laba perusahaan menjadi rendah.
> > >>
> > >> Untuk GTBO, saya melihat justru mereka tidak aneh2, sangat simple saja
> > >> bisnisnya. Orang pajak justru jadi senang karena laba yg tinggi
> berarti
> > >> bayar pajaknya juga jadi besar. GTBO jual batubaranya denga teknik yg
> tidak
> > >> biasanya. Dia menjual batubara dgn cara menjual hak memperoleh
> sejumlah
> > >> volume tertentu dimana pembeli yg harus menggali sendiri dengan biaya
> > >> sendiri, segala pajak yg berhubungan dengan batubara tsb jadi
> tanggungan
> > >> pembeli. Pembayaran dilakukan untuk kontrak per 12 bulan, dimana
> tidak bisa
> > >> dibatalkan. Sehingga secara akuntansi situasi seperti ini sudah bisa
> diakui
> > >> sebagai pendapatan perusahaan.
> > >>
> > >> Jadi sejauh ini saya belum melihat ada keanehan di laporan keuangan
> GTBO.
> > >> Memang lapkeunya cukup mengejutkan krn tidak seperti biasanya lapkeu
> > >> perusahaan batubara lainnya, tapi secara akuntansi, belum ada prinsip
> > >> akuntansinyg dilanggar juga logika transaksinya saya lihat masih
> wajar dan
> > >> malah menarik ygnseharusnya bisa dicontoh oleh perusahaan batubara
> lainnya
> > >> yg sudah go public tapi tidak mampu mencetak laba yg baik. Entah
> karena
> > >> manajemennya yang kinerjanya payah,matau malah mungkin otak
> manajernya yg
> > >> terlalu jenius sehingga sangat pintar melakukan financial engineering
> untuk
> > >> membuat labanya jadi kecil.
> > >>
> > >> Itulah yg saya lihat sejauh ini. Bila ada yang melihat lain, silakan
> > >> disharingkan saja opininya disini. :)
> > >>
> > >> catatan: Saya sudah tidak memiliki saham GTBO saat ini.
> > >>
> > >> jabat erat,
> > >> Irwan Ariston Napitupulu
> > >>
> > >>
> > >> Sent from my iPad2
> > >>
> > >> On Aug 17, 2012, at 10:58 AM, frans suwardi <frans_ruslan1@...>
> > >> wrote:
> > >>
> > >>
> > >> Memang Mss Katrin, BEI atau Bapepam atau instansi manapun yang
> seharusnya
> > >> berkewajiban melindungi investor retail, entah dgn suatu tujuan
> tertentu
> > >> entah dgn suatu alasan tertentu, menutup mata atau sangat toleran atau
> > >> kuatir terganggu eksistensinya atau ngapain susah2, nggak kerja aja
> gaji
> > >> masuk terus. Financial statement/ Accounting engineering seperti ini
> > >> menjadi legal. Paradox, mau meningkatkan jumlah investor pasar modal,
> namun
> > >> rekayasa laporan keuangan dibiarkan. Berapa banyak korban PSMD, MYOH,
> TMPI
> > >> dulu, KARK, STAR dll ?
> > >>
> > >> --- On *Tue, 8/14/12, katrin <kusumok@...>* wrote:
> > >>
> > >>
> > >> From: katrin <kusumok@...>
> > >> Subject: Re: [saham] GTBO
> > >> To: [email protected]
> > >> Date: Tuesday, August 14, 2012, 11:23 PM
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> Hehehehe he one of the trickiest financial/accounting engineering :d
> > >>
> > >> Maybe only in IDX, only in Indonesia....:d
> > >> sent with loveĀ®
> > >> ------------------------------
> > >> *From: * "hakitrader" <hakitrader@...>
> > >> *Sender: * [email protected]
> > >> *Date: *Wed, 15 Aug 2012 10:13:55 +0700
> > >> *To: *<[email protected]>
> > >> *ReplyTo: * [email protected]
> > >> *Subject: *Re: [saham] GTBO
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> *GTBO FA nya bagus ROE > 148% EPS > 751*
> > >> <fa2012-08-13-14-50-32.png>
> > >> **
> > >>
> > >> ----- Original Message -----
> > >> *From:* Harry <http://mc/compose?to=h4rry.seti4wan@...>
> > >> *To:* [email protected] <
> http://mc/[email protected]>
> > >> *Sent:* Wednesday, August 15, 2012 9:58 AM
> > >> *Subject:* Re: [saham] Kark
> > >> **
> > >>
> > >>
> > >> GTBO hebat juga sampai sekarang masih di atas 5000, kirain bakal
> bernasib
> > >> sama seperti MYOH.
> > >>
> > >> 2012/8/15 hakitrader <hakitrader@...<
> http://mc/compose?to=hakitrader@...>
> > >> >
> > >>
> > >> **
> > >>
> > >>
> > >> **
> > >> *Kalo ngomongin Kark ganti judulnya*
> > >> *Smmt hari ini naik lagi > 3%, confirm jadi the next GTBO*
> > >>
> > >>
> > >>
> > >
> > >
> > >
> >
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke