Assalamualaikum!
Mmmh� langsung saja; Jeme mahi: Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat bodoh...tapi saya merasa semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak akan memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak Jem� Bukan pertanyaan bodoh kalau tak ada yang bisa menjawabnya. Terhitung sejak anda pertama mengirimkannya (6 April) hingga ada yang mau sekadar menanggapinya dengan ajakan untuk mendiskusikannya hari ini (30 April 2005), itu berarti usia pertanyaan ini di milis ini sudah sekitar hampir 2 minggu bukan? Lalu, apakah betul ini pertanyaan bodoh? Ataukah kita semua terlalu bodoh sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan �filosofis� yang sodara Jem lontarkan. Atau yang lebih mungkin sih, saya rasa kita terlalu sombong akan diri kita sendiri. Karena merasa sudah tau jawabannya lalu kita merasa tidak perlu lagi untuk mempertanyakannya sekali lagi. Hih.. Betapa terkutuknya orang-orang seperti itu� Merasa sudah tau. �Orang yang paling bijaksana adalah dia yang mengetahui dirinya tidak tau.� � Socrates. Tapi, ya sudah� siapa tau saja dua kemungkinan di atas salah. Dan mari kita berharap semoga kemungkinan di atas adalah salah. Semoga orang-orang di sini bukan termasuk ke dalam dua kemungkinan di atas, khususnya kemungkinan yang terakhir. Sebab jika �ya��jika kemungkinan yang terakhir ada di dalam diri kita, menyedihkan sekali diri kita ini yang notabene diberi �tanggung jawab� untuk mengurus kehidupan ini, tapi kita malah melalaikannya. Jeme mahi: Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan kelemahan manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia tersebut ! Pertama ijinkan saya balik bertanya dulu pada saudara Jem; apa anda yakin manusia memang dilahirkan sebagai makhluk yang membawa sifat jahat? Terus terang ya, sodara Jem. Saya pribadi sih mungkin mempunyai pemikiran yang berbeda dengan anda. Yakni manusia dilahirkan hanya dengan sifat hati bawaan yang �mulia-mulia�; kalau anda mengijinkan saya akan coba mulai melihat permasalahan ini dari �sudut pandangnya� Al-Quran. �Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud� (Al Hijr:29) ��maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.� (At Tahrim:12) �Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)�� (Al Israa:110) Oke, mari kita mulai; Seperti sudah saya sebutkan sekilas di atas, bahwasanya saya percaya bahwa sifat �asli� manusia adalah sifat-sifat yang mulia. Dan hal itu mengacu pada ayat-ayat Quran yang beberapa di antaranya saya coba kutip di atas. Apakah anda bernah berpikir bahwa kita adalah bagian dari Tuhan? Jikalau memang tidak pernah maka saya sarankan, tanyakanlah hal itu. Tapi jika memang pernah pertanyaan itu terbesit dalam benak anda dan anda masih berada di dalam pencarian filosofis itu, maka bersyukurlah anda, sebab mungkin ini saatnya anda mendapatkan semacam sintesis. Dan Allah sendiri lah yang membawa sintesis itu pada anda di dalam Ayat suciNya yang seringkali kita abaikan. Allah telah meniupkan (sebagian) ruhNya ke dalam rahim ibu kita� apa kira-kira maksud premis pertama itu? Bacalah dengan hati.. Ya.. Kita adalah bagian dari Tuhan. Sebab ruhNya ada di dalam diri kita. Atau lebih ekstrim lagi, ruh kita ini adalah ruh Tuhan. Premis yang kedua adalah: Allah mempunyai asmaul husna. Asmaul husna ada yang mengartikan sebagai �Nama-nama baik yang dimiliki Allah� dan ada juga yang mengatakan sebagai �Sifat-sifat Allah�� Apa yang bisa kita tarik dari premis pertama dan kedua? Jikalau ruh kita adalah ruh Tuhan, maka sudah semestinya pula Sifat Tuhan lah yang melekat dalam hati kita bukan? Sifat-sifat Tuhan atau Asmaul Husna itu ada 99, dan akan saya coba sebutkan yang sering kita dengar. ROHMAN (Pengasih) ROHIM (Penyayang) QUDDUS (Suci) LATHIIF (Lembut) SALAAM (Sejahtera) Bisakah anda melihat itu dengan hati anda? Allah telah meniupkan sifat-sifatNya itu pula pada kita. Tapi pertanyaannya kan adalah kenapa yang kita lihat di dalam kehidupan, amat banyak hal-hal yang sungguh bertentangan dari sifat-sifat itu justru dilakukan oleh manusia yang notabene memiliki sifat-sifat Tuhan itu? Apakah ada faktor yang membuat �potensi baik� itu tak dapat tersalurkan? Cobalah anda renungkan sekali lagi. Apakah ada orang yang terlahir dengan membawa senjata di tangannya? Apakah ada bayi yang ketika keluar dari rahim bundanya langsung mengatakan: �Bangsat!!� Tidak bukan? Oh lalu anda mungkin akan berpikir, jelas saja tidak� keadaan bayi adalah lemah dan tak berdaya. Tapi pernahkah anda berpikir juga bahwa sesuatu yang ada dan terjadi di muka bumi ini tak ada yang sia-sia. Semua terjadi begitu karena memang seharusnya terjadi. Itu semua sudah ada di dalam garis order. Seperti planet-planet berada di dalam garis edarnya masing-masing. Seperti proton, neutron dan electron yang berada di agris orbitnya masing-masing. Seperti juga hal kecil di atas; megapa manusia pun terlahir seperti itu? Dalam keadaan yang tidak dapat berbicara, belum mampu berpikir dalam arti secara penuh menyadari dirinya sebagai manusia seperti kita sekarang. Kenapa.. kenapa dan kenapa? Kita akan selalu dihadapkan pada pertanyaan dalam hidup, sebab akal ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci. �Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An�aam:59) �(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.� (Ali Imran:191) Jadi kelemahan bayi dan ketidak mampuan dia berbicara adalah sesuatu yang memang semestinya terjadi. Dan pertanyaan �Supaya apa?� atau �Untuk apa?� adalah tugas bagi kita untuk mencari hikmahnya. >> �Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi >> dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang >> demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang >> mengetahui.� (Ar Ruum:22) �Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal� (Ali Imran:190)<< Tanda-tanda menjadi penting di sini� Karena kita ternyata hidup dikelilingi oleh tanda-tanda, pertanda� Dan hanya orang-orang yang bisa membaca pertanda itulah yang akan juga selalu bisa mengikuti apa yang hatinya katakan. (Baca Novel �Sang Alkemis�, mungkin lebih bisa menjelaskan dengan bahasa sastra). Lalu, apakah bayi mempunyai potensi untuk menjadi jahat sama dengan potensi yang setiap bayi di dunia miliki untuk menjadi belum bisa berbicara ketika baru keluar dari rahim bundanya? Oke sebelum kita jauh dari peristiwa �kelahiran bayi� ini, mari kita sedikit menggeser sudut pandang.. dari melihat bayi kita melihat sang bunda. Apakah seorang perempuan mestilah mendapatkan sebuah pengajaran khusu tentang bagaimana mengasihi anaknya sendiri? Atau� apakah hal itu mesti diajarkan? Seperti: �Nanti kalau kamu sudah punya anak disayangi yah�� Begitu? Tidak perlu kan? Sebab kasih sayang memang sudah melekat di dalam diri manusia sejak pertama dilahirkan ke dunia. Nah, berarti kasih sayang adalah POTENSI yang setiap manusia punyai. Ar Rohman Ar Rohim (pengasih penyayang)� Tapi kenapa ditengah perjalanan hidup seorang anak manusia, seakan-akan potensi-potensi mulia itu bisa tidak tersalurkan? Itu tak lain adalah karena bagaimana kita melihat dunia ini sendiri� Hanya orang yang tidak mengenal dirinya sendiri dengan baiklah maka dia tidak akan mengenal siapa Tuhannya. (pernah mendengar hadits seperti ini kan?) Lalu bagaimana dia mau memulai perjalanan menuju Tuhannya kalau dia sendiri tidak memahami dirinya secara utuh? Tidak memahami dunianya dengan utuh? Masih terdikotomi oleh persepsi-persepsi hidup. Masih terdikotomi idiologi. Dll. Jeme mahi: Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa yang sebenarnya jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini ! Manusia diberi Free-Will tak lain agar dia bisa berpikir. Manusia diberi kebebasan agar dia bisa bertanggung jawab pada apa yang telah dia pilih dan lakukan. Sebab jika tidak� maka otak manusia tidak akan berkembang. Manusia itu mahluk yang ndableg sih� Kita itu suka nggak sensitive. Kita hanya akan menjadi berfikir apabila saat tertimpa musibah saja. Dan mungkin itulah fungsi/hikmah dari musibah� agar manusia it merenung. Sebab dalam perenungan terdapat proses evolusi diri. Menuju kea rah yang lebih baik.. tapi bisa juga menjadi makin mundur, karena ia tidak menemukan cara yang terbaik untuk menghadapi masalahnya. Dilihat dari �sudut pandang� Al Quran: �Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Al A�raaf:172) Di situ digambarkan bahwa Tuhan telah mencari konfirmasi dari makhluk ciptaanNya. �Bukankah Aku ini Tuhanmu?� �Betul, kami bersaksi,� kata kita. Jadi tidak ada alas an lagi bagi manusia saat nanti ditanya: �Kenapa kamu lalai di dunia? Bukankah kamu sudah bersaksi?� Apa yang mau kita jawab? Wassalam D.K. Merry Natalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Memang benar dia bisa aja menciptakan semua yang benar dan baik..,tapi kalou hal itu sudah terjadi.. berarti dunia ini tidak akan ada lagi sebab hari itu akan datang dimana dia akan menghakimi kita satu sama lain.. Jikalau tidak ada yang baik dan jahat berarti kita tidak mempunyai rintangan lagi didunia ini padahal dunia hanya sebentar kok.. Kita juga tidak bisa menumkiri bahwa dosa itu adalah dosa turunan dari nenek moyang kita.. Lagian pada awalnya Dia menciptakan segala sesuatu itu baik tapi manusia tidak tahan akan adanya godaan jadi mereka terjerumus dalam dosa. Thanks iyan hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Prayudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam! Wah! Saudara Jame Bahi ini rendah hati sekali. Itu pertanyaan PINTAR, SANGAT PINTAR! Ada yang mau menanggapi? Bisa jadi diskusi seru nih! Salam! Yudi pustakazahra -----Original Message----- From: jeme bahi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, April 06, 2005 11:10 PM To: [email protected] Subject: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat bodoh...tapi saya merasa semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak akan memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan kelemahan manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia tersebut ! Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa yang sebenarnya jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini ! --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try our new resources site! [Non-text portions of this message have been removed] Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links itulah yag di namakan rahasia tuhan, dan juga untuk menguji sejauh mana kekuatan iman kita __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
