dear bang Yoki H dan kang bas, maaf, ini bang yok yok hadiprakorso bukan yah?pencinta dan ahli hornbill :-) ?? kalau benar katanya lg kuliah ya?? sekedar info di tiap lokasi penelitian kami (unprotected n protected area) di habitat dari pinggir pantai, rawa gambut, dataran rendah s.d hutan pegunungan di Prov. Jambi dan Sumsel sering kali kami merekam keberadaan jenis rangkong loh ^_^
n tuk kang bas, waduh mungkin krn keasikan bird watching ya jd kurang konsentrasi ke keselamatan (safety) si peneliti. Keselamatan peneliti sangat penting artinya dan kalau kami biasanya penelitian (survey-detection non detection ) harimau dan apalagi kalau menangkap harimau dan mamalia besar lainnya (2003-2006) kami memilkiki SOP loh kang bas (walaupun sederhana yah lumayan lah), kalau Bird watching di alam liar dan ekosistem buatan manusia (perkotaan dll) apakah memiliki SOP juga kang bas ? Best Reno Adnun Salampessy, S.Hut (Reno) Coordinator Survey ZSL INDONESIA HP : 081366941731 http://www.harimaujambi.co.cc/ c/o WCS Indonesia Program Jl. Burangrang No. 18, Bogor 16151 Tel: +62 251 342135 / 306029 Fax: +62 251-357347 Kantor Jambi : Jl. A. Chatib 21, Lorong Citra RT12, Jambi, 36124 PO. Box 2002, Jambi, 36001 Tel/Fax +62 741 668003 / 741 7075071 www.zsl.org ----- Original Message ---- From: Yoki H <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, May 20, 2008 3:07:43 AM Subject: Re: [SBI-InFo] Resiko Birdwatcher Waduh.... kok bisa apes gitu?... btw ketemu dengan rangkong gak baik suara atau penampakannya langsung? Nuhun Yoki
