Salam
Bang Yoki, pas kemarin itu tim saya tidak berjumpa
Julang. Biasanya sih perjumpaannya antara 2-6 per
spot. Menurut catatan dan informasi, paling sedikit
sekitar 14 ekor Julang Emas di kawasan G. Ungaran.
Kebetulan, untuk tim 2 memang sedang studi habitat
Julang Emas di beberapa spot G. Ungaran. Terutama
untuk mencari petak-petak dengan vegetasi yang
berpotensi untuk lokasi sarang.
Wah, kalau benar Bang Yoki expert Hornbill, boleh dong
kita tanya-tanya :)
Bang Adnun, kami sih biasa menerapkan SOP nya Pecinta
alam. Terutama untuk aktivitas jelajah medannya. Cuma
kemarin itu benar2 tersamar warna tanahnya. Kalau
tidak dekat nyaris tidak kelihatan kalau jalannya
longsor. Apes saja, ketahuan pas kaki udah melayang..
KB
--- adnun reno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> dear bang Yoki H dan kang bas,
> maaf, ini bang yok yok hadiprakorso bukan
> yah?pencinta dan ahli hornbill :-) ?? kalau benar
> katanya lg kuliah ya??
> sekedar info di tiap lokasi penelitian kami
> (unprotected n protected area) di habitat dari
> pinggir pantai, rawa gambut, dataran rendah s.d
> hutan pegunungan di Prov. Jambi dan Sumsel sering
> kali kami merekam keberadaan jenis rangkong loh ^_^
>
> n tuk kang bas, waduh mungkin krn keasikan bird
> watching ya jd kurang konsentrasi ke keselamatan
> (safety) si peneliti. Keselamatan peneliti sangat
> penting artinya dan kalau kami biasanya penelitian
> (survey-detection non detection ) harimau dan
> apalagi kalau menangkap harimau dan mamalia besar
> lainnya (2003-2006) kami memilkiki SOP loh kang bas
> (walaupun sederhana yah lumayan lah), kalau Bird
> watching di alam liar dan ekosistem buatan manusia
> (perkotaan dll) apakah memiliki SOP juga kang bas ?
>
> Best
> Reno