Temans

Saya ada satu pertanyaan nih....

Sebenarnya boleh engga sih kita nangkap burung liar untuk dimakan, misalnya 
saja  burung kutilang yang jumlahnya banyak (bukan LSM Kutilang ya...)?



--- On Mon, 8/11/08, kutilangindonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: kutilangindonesia <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [SBI-InFo] Re: Asyiknya berbagi tempat dgn burung2 urban
To: [email protected]
Date: Monday, August 11, 2008, 3:10 AM

Salam damai juga....
 memang manusia selalu menikmati mengatur ini-itu...termasuk 
 satwa...manusia memang penguasa.... ngak sedikit yang lupa diri...ngak 
 pernah instropeksi. ..mengatur satwa selalu lebih mudah darpada 
 mengtur diri sendiri....mengatur manusia juga sepertinya lebih susah 
 daripada mengatur satwa...daripada menyalahkan diri lebih baik 
 menyalahkan satwa yang tidak bisa membela diri...saya masih percaya 
 kalau ada satwa sampai menyerang manusia pasti karena keinginan 
 mereka untuk membalas perlakuan manusia...meski seringkali perlawanan 
 mereka adalah sia-sia....manusia terlalu powerfull... .tapi mereka 
 terus berjuang..ngak pernah berhenti...banyak penyakit zoonosis yang 
 sampai saat ini belum kita ketahui obatnya...adalah bagian dari 
 perlawanan para satwa kepada penjajahnya. ..manusia. ...

 jadi mungkin selain mengatur satwa kita juga harus mengatur diri 
 kita...mestinya manusianya juga diatur...jadi sebelum mengatur satwa 
 mari mengatur diri kita sendiri dulu...hehehe. ..bukankah musuh 
 terbesar kita adalah diri kita sendiri ?

 ige
 lagingambleh

 --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Imanuddin Imanuddin <[EMAIL PROTECTED] > 
 wrote:
 >
 >  
 > Salam juga 
 > Sebagai orang awam, menurut saya sih...  yang punya akal dan punya 
 wewenang dari yang Maha Kuasa untuk mengatur bumi ini adalah manusia. 
 Disitulah pentingnya manusia punya moral dan pengetahuan supaya 
 ketika bikin aturan apapun bisa selaras dengan lingkungan. Saya belum 
 tahu ya.... kalau ada pendapat lain yang mengatakan hewan punya 
 wewenang mengatur bumi ini. Ini bukan masalah menang-menangan atau 
 siapa yang ada duluan..
 > 
 > Mengendalikan populasi satwa kenapa tidak..? sepanjang itu menjadi 
 win-win solution dan dilandasi oleh moral dan pengetahuan. Kalau 
 satwa itu jadi musnah karena pengendalian. .. itu lain masalah. Itu 
 bukan pengendalian populasi. Itu namanya pembantaian. Saya pikir 
 dalam sejarah konservasi sudah banyak kok ditunjukkan yang namanya 
 pengendalian populasi.. sepanjang ada dasar ilmiah dan etika di 
 dalamnya. Baru-batu ini saya baca juga di Kompas mengenai rencana 
 pengendalian populasi gajah Afrika di Afrika Selatan yang populasi 
 sudah terlalu besar sehingga mengganggu petani. Pengendalian ini 
 kabarnya juga bukan kali ini saja, sebelumnya juga pernah dilakukan 
 (seinget saya ada liputannya di National Geographic edisi sepuluh 
 tahun lalu kali ya...). Kalau saya sih sebagai orang awam setuju 
 aja... sebab kalau saya jadi petani di Afrika Selatan juga saya engga 
 bakal mau keinjek gajah. 
 >  
 > salam damai ah....
 >  
 >  
 >            


      

Kirim email ke