Senang sekali dapat kabar pengamatan dari danau Sano Nggoang, apakah rutin diamati? Apakah hutan diatas danau tersebut masih baik??? Apakah pernah melihat pasangan Elang Flores (*Spizaetus floris*) yang memiliki teritori dihutan tersebut? Ditunggu kabarnya. Terimakasih sebelumnya. Salam, Dewi
2008/8/24 w edho <[EMAIL PROTECTED]> > Ikutan nimbrung itik ah... > salam kenal om Doel, > > Akhir Juli kemarin juga bertemu dengan kawan air kita yg satu ini, di danau > Sano Nggoang, bagian barat pulau Flores, berada dalam mixed flocks dengan > Itik benjut (Anas gibberifrons), estimasi jumlah total kelompok ini sekitar > 60an individu. > Kedua jenis ini sebenernya sudah teramati di danau ini sejak awal Mei, > waktu itu jumlahnya lebih sedikit sekitar 50an individu. Menurut penduduk > setempat jenis burung air ini paling melimpah saat awal musim penghujan. > Dari kedua jenis ini tampaknya itik gunung lebih peka dan pemalu daripada > itik benjut, jenis ini lebih mudah terganggu saat pengamat bergerak > mendekat. > > salam manuk > edho! > > > --- On *Thu, 8/21/08, muhammad abdullah <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: muhammad abdullah <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [SBI-InFo] itik gunung > To: [email protected] > Date: Thursday, August 21, 2008, 9:48 PM > > wah... alhamdulillah banget kalo gitu,,, kita pas kedapetan suhunya 11 > drjt C. moga thermohigrometer n altiBarometer yg kita bawa gak rusak,coz > keduanya menunjukkan angka yang sama ketika digantung di luar pintu tenda > semaleman. > (maaf pak Bas, alat2nya belum bisa dibalikin ke undip, hehe... masih mau > dipake jalan2 lg ke jepara, cari kutu daun), > oh ya bu dewi...maaf kalo boleh tahu hasil penelitian mhsw UGM 20 th silam > itu gimana ya,,, perkembangan sampai sekarang..?? ? > > (mode on : utk bikin proposal penelitian "pemetaan distribusi si anas di > dieng",, hehhe...) > > salam lestari > OmDoel > > --- On *Thu, 8/21/08, Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com>* wrote: > > From: Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com> > Subject: Re: [SBI-InFo] itik gunung > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Date: Thursday, August 21, 2008, 11:19 AM > > Duh jadi iri neh klo ada orang yg kerjanya bisa sambil jalan2, gak kayak > gw neh yg gak bisa kemana2, kerja kayak mesin tiap hari. Maklum, kuli.. hiks > hiks... > > Jadi tertarik neh, secara wonosobo tak terlalu jauh dari kampung halaman > gw.. Hmm *excited* juga gw setelah tau ternyata di sana masih ada bebek > liar, padahal setau gw udah gak ada hutan di sono, dimana2 jadi lahan > pertanian.. Dulu waktu kecil, untuk bangsa burung, gw sempet terobsesi > burung dari famili Anatidae... Aneh ya?.... ya memang kegemaran gw selalu > ganjil he he he, jarang banget ada orang yg kayak gt... Dulu waktu anak > kecil gw pengen banget punya angsa dan ngeliat dia terbang (padahal angsa > sangat amat jarang terbang, kecuali kalo dipaksa).. *Weird kid*..ha? > Karena anak kecil, ya bisanya cuma pengin doang.. Kalo sekarang pengin punya > angsa kan tinggal beli (sayangnya sekarang gak pengin lagi). > > Hmmm 11 derajat Celsius kayaknya bukan suhu yg rendah untuk ukuran * > altitude* di atas 2000 meter ya.... Memang bulan apa sih ke sono? Kalo > bulan Juli (pertengahan kemarau kemarin), mestinya lebih rendah dari itu. > Karena Juli adalah musim bediding, ketika suhu mencapai titik paling rendah > di Jawa... > > Di kampung saya yg di dataran rendah (kurang lebih 70 meter dpl) aja, > suhunya 18 derajat Celsius (kemaren pas gw pulang, terukur 18 Celsius pada > dinihari, di pertengahan Juli yg merupakan bulan terdingin). > > Meski sama2 di dataran rendah, di Jakarta suhu di bulan Juli (yg mustinya > bulan terdingin) di kamar gw teteeep aja 32 derajat (siang) dan paling > paling turun jadi 28-29 derajat kalau malem. Byeh...jauh banget dibanding > suhu di kampung gw di Jateng pada bulan yg sama, meski sama2 dataran rendah. > Eh kok jadi ngomongin suhu ya.. Gak nyambung yah ...hwekekek. ... > > --- On *Thu, 8/21/08, muhammad abdullah <thedoel_2000@ yahoo.com>* wrote: > > From: muhammad abdullah <thedoel_2000@ yahoo.com> > Subject: [SBI-InFo] itik gunung > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Date: Thursday, August 21, 2008, 2:42 AM > > Ketika melakukan survey untuk penelitian komposisi jenis > tumbuhan di kawasan dataran tinggi dieng wonosobo, kami mendirikan tenda > menjelang magrib persis di tepi telaga cebong yang terletak di desa > sembungan. Malam yang dingin kami habiskan dengan berpoker ria di dalam > tenda, hingga kantuk menggelayuti kelopak mata. > Pagi hari ketika skala di thermometer udara menunjuk angka 11oC > kami mengambil air wudhu di danau. kala itu masih gelap, tiba-tiba kami > dikejutkan oleh "bebek-bebek" yang berterbangan di sekitar danau. awalnya > kami mengira itu "bebek biasa" milik penduduk desa, jadi kami tidak begitu > peduli dan meneruskan sholat subuh dengan tubuh yang terus menggigil > kedinginan. > Usai sholat…dan hari kian terang, "bebek-bebek"pun bertambah > jumlahnya. Eiit…tunggu dulu..waktu itu kami berada di desa tertinggi di > pulau jawa (menurut buku panduan wisata kabupaten wonosobo .red) Desa > Sembungan dengan ketinggian 2077 mdpl (menurut Altimeter SUNTOO yang kami > bawa), so…mungkinkah ada "bebek biasa" milik penduduk desa…??? selain itu > kebanyakan penduduk desa sembungan berprofesi sebagai petani kubis dan > kentang. > Rasa penasaran kami makin bertambah ketika terlihat ada ciri yang > berbeda dari tubuh si "bebek". Binokuler pun disiapkan, tak lupa > mencari-cari gambar yang serupa dengan si "bebek" di buku MacKinnon (maklum > belum lama main2 sama burung,, hehe) > > wuih, ada 11 ekor yang teramati dalam waktu yang hampir bersamaan. > > Weee…ketemu…, yang paling mirip adalah gambar itik gunung (*Anas > superciliosa*),, tapi ketika kami cari tahu di keterangan status dan > distribusi, bebek, eh maaf si itik gunung ini sekarang hanya ditemui di Jawa > Timur dan Bali… lha ini…??? warna hijau di spekulumnya meyakinkan kami kalo > mereka adalah itik gunung…. > > mohon koreksi kalo salah identifikasi dan tambahan informasi…matur > nuwuuunnn.. > > berhubung waktu kami mendesak dan harus menyelesaikan survey, kami tidak > bisa bercengkerama lebih lama lagi dengan si "bebek" gunung ini. > > Tak lama kemudian mereka pun (kawanan "bebek") juga menghilang,, , karena > sudah banyak "dieselman" (penduduk yang membawa diesel) yang siap > menghidupkan mesin berisik guna menyedot air dari telaga untuk menyirami > kentang-kentang mereka yang ditanam dengan menggundulkan bukit-bukit di > sekitar danau sampai ke puncak2nya (pilu hatiku ini….) > > menurut penduduk lokal, dulu disana banyak sekali itik gunung, tapi kini > semakin langka. kemungkinan pindah ke telaga2 yang lain di sekitar dieng. > > oh ya… disana kami juga melihat gambaran alam yang sering dilukis oleh kita > sewaktu duduk di sekolah TK : matahari yang terbit diantara dua gunung, > Subhanalloh sekali…!!! > > > salam lestari > OmDoel > > * mohon maaf kalo fotonya kurang bagus,,baru belajar motret-motret sih > > > > > >
