Pak Hasto,

Kalau postingan Anda tidak pernah muncul di milis, biasanya karena dianggap
SPAM.
Banyak, postingan teman-teman sering seperti itu, jadi bagus, kalau Anda
langsung posting di yahoogroupsnya.

Salam,
irma

On Tue, Jan 13, 2009 at 10:18 PM, hpirawan2005 <[email protected]>wrote:

>   Hmm gw jadi tertarik buat njawab lagi neh, tapi jawabnya ngarang lagi
> boleh kan?:)
>
> DI kampung saya di Jawa juga keadaannya berkebalikan dari Jakarta,
> nyaris gak bisa dijumpai kutilang, adanya cuma trocokan, tapi itu pun
> trocokan jarang bersinggungan dengan aktivitas manusia, karena mencil
> di pohon2 tinggi, tidak spt kutilang di jakarta yg seprti tak takut
> pada manusia.
>
> Berdasar fakta itu, gw berhipotesis:
>
> Mungkin kutilang itu lebih bisa sukses di daerah urban yg padat/ramai
> dg aktifitas manusia, sedangkan trocokan hanya sukses di tempat2 yg
> relatif tak terlalu terganggu oleh aktivitas manusia.
>
> Penyebabnya: mungkin kutilang (Pycnonotus aurigaster) lebih toleran
> terhadap lingkungan yg terganggu oleh aktifitas manusia, lebih berani
> turun atau mendekat dgn aktifitas manusia, sehingga dia bisa
> memanfaatkan sumberdaya yg ada (pakan) sebaik mungkin, apalagi pakan
> (di daerah urban) banyak terdapat di low storey. Sedangkan trocokan
> (Pycnonotus goiavier), karena tidak toleran thd keramaian atau
> aktifitas manusia, takut mendekat ke aktifitas manusia, takut turun
> mencari makan sampai ke lower storey, ya akhirnya gak dapat
> memanfaatkan sumberdaya (pakan) secara maksimal, dan akhirnya tidak
> sukses di daerah urban, karena tersaingi oleh ketilang yg lebih
> adaptable terhadap keramaian.
>
> Karena di jakarta jelas daerah urban dimana nyaris tak ada tempat yg
> sepi dari aktifitas manusia, ya otomatis yg lebih banyak survive di
> jakrta si ketilang, bukan trocokan. Sedangkan di daerah yg relatif
> bebas dari aktifitas manusia, trocokan yg meraja.
>
> Kenyataannya, di jakarta ketilang bisa dgn mudah dijumpai di taman2
> (yg pepohonannya bergerombol), di kawasan pemukiman (yg pepohonanya
> cuma satu-dua), sampe pinggir2 jalan (yg pohonnya cuma berderet
> memanjang, tidak bergerombol). Sedangkan trocokan tidak. Dan ketilang
> relatif tak takut pada manusia. Kalo saya joging di joging track di
> jaktim, banyak ketilang bergerombol 3-4 ekor yg bisa dijumpai dekat
> dengan manuisa, bertengger di pagar atau di cabang2 pohon rendah pada
> ketinggian 2 meteran, dan gak terbang ketika kita berlari pada jarak
> 3-4 meter dari mereka, pada low storey di ketinggian 3 meter ke
> bawah, jadi tergolong "pemberani" terhadap kehadiran manusia. No
> wonder kalo dia survive di jakarta yg padat dg manusia. Tapi tidak
> demikian halnya dengan trocokan.
>
> Mungkin begitu kali..
>
> Hasto Pratikto
>
> NB: gw posting lewat email berkali2 ternyata emailnya gak muncul, so
> gw coba posting via situs yahoogroups neh.
>
> --- In [email protected] <sbi-info%40yahoogroups.com>, dimas haryo
> pradana
> <dimas_haryoprad...@...> wrote:
> >
> > Hmmm di Bali trocokan lebih umum daripada kutilang yah...menarik
> juga nih... Waktu sy ke pulau Pramuka dan ke kepulauan Krakatau,
> trocokan juga lebih umum ditemukan daripada kutilang. Apa mungkin
> trocokan lebih dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan pulau
> dibandingkan dengan kutilang? atau mungkin temen2 memiliki pengalaman
> yg berbeda?
> >
> > Dimas H. Pradana
> >
> > --- On Sun, 1/11/09, pranotoadiswasono <pranotoadiswas...@...>
> wrote:
> >
> > From: pranotoadiswasono <pranotoadiswas...@...>
> > Subject: [SBI-InFo] Re: Sun Bird UI
> > To: [email protected] <sbi-info%40yahoogroups.com>
> > Date: Sunday, January 11, 2009, 10:33 AM
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > kang hasto.. jadi tertarik mau nanya.. sebelumnya maap saya malah ga
> > ngerti apa2 tentang burung wong basicnya cuma pengamat dipasar (pada
> > awalnya)
> > kok kalo di bali setau dan sepengamatan saya yg lebih sukses
> trocokan
> > dari pada kutilang yaa.. kalo katanya makannya sama pasti ada
> penyebab
> > kenapa kok jumlahnya beda?
> > kalo di jkt katanya kutilang lebih sukses yaa...
> >
> > makasih
> > nono
> >
>
>  
>



-- 
Irma Dana
http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis]
http://www.friendster.com/dawala

Kirim email ke