Selamat ya buat ketiga teman2 yang sudah mengunjungi ex kampus masters
saya, UNE Armidale. Saya tidak sempat lagi berkomunikasi dg. Prof Hugh
Ford untuk memberikan nama calon peserta konperensi dari Indonesia
kepada beliau. Lebih dari 20 th lalu beliau merupakan tempat saya
bertanya kalau sudah mentok, karena pembimbing saya dulu dari Dept.of
Physiology. FYI, beliau adalah pembimbing nya pak Richard Noske. Dulu
Ibu Lulu Suratin, dosen Biologi-ITB Bandung adalah bimbingan beliau
juga, meneliti entah behaviour atau ecology burung pengisap madu di
New England National Park. Saya senang sekali teman2 semua sudah kenal
dengan salahsatu ahli burung di Australia yang orangnya bijak. Untung
saja teman2 datangnya pada musim

---------- Forwarded message ----------
From: imam rahman <[email protected]>
Date: 2009/12/9
Subject: [SBI-InFo] secuil cerita dari Australia
To: sbi info <[email protected]>, bionic
<[email protected]>, kibc forum <[email protected]>,
mabur yogya <[email protected]>




Salam

Rekan-rekan, ini sedikit "oleh-oleh" dari saya. Harap maklum, cuma
sekadar cerita karena saya ke Australia cuma modal dengkul aja....

Imam T



The 5th AOC, Sebuah Catatan Kecil



Minggu (29/11), sekitar pukul 13.30 waktu setempat, pesawat yang
membawa M. Iqbal, Surya Purnama dan saya mendarat di Armidale. Itulah
kota kecil, berjarak sekitar 500 km di utara Sydney, tempat
dilangsungkannya The 5th Australasian Ornithological Conference (The
5th AOC) yang menjadi tujuan kami. Selama 6 hari, semenjak 29
November-4 Desember 2009, kami berkesempatan mengikuti konferensi
ornitologi dua tahunan, yang diselenggarakan oleh Birds Australia dan
Ornithological Society of New Zealand (OSNZ), itu.

Seketika bandara menjadi ramai. Maklum, sebagian besar penumpang
pesawat merupakan peserta konferensi. Tidak ada yang kami kenal, tapi
seorang panitia bernama Hugh Ford, yang mengenakan baju batik tapi
bercelana pendek, datang menyambut. Profesor gaek bidang ornitologi di
University of New England (UNE), Armidale, itu memperkenalkan diri dan
menyalami kami. Baru kali itu kami bertemu setelah sebelumnya hanya
berkomunikasi melalui e-mail. Ada yang membuat saya heran, namun hanya
saya tanyakan dalam hati. Dari mana ia mendapatkan batik itu?

Dalam kendaraan yang mengantar kami menuju home stay, Hugh menjelaskan
keadaan kota itu. Rupanya kami hadir di peralihan menuju musim panas
dengan suhu yang bervariasi. “Malam hingga pagi suhu mencapai 5-100 C.
Sedang sepanjang siang suhu berkisar 20-220 C,” jelasnya. Ia lalu
menanyakan kesan kami selama penerbangan dalam hembusan angin yang
cukup kuat di musim peralihan. Dalam bahasa Indonesia, Surya
menjelaskan sambil berkelakar, “jalanannya jadi enggak rata.”

Saya pun menimpali, “iya, aspalnya banyak berlubang.
Nggrunjal-nggrunjal.” Kami pun tertawa. Hugh hanya tersenyum, tak
mengerti maksudnya.


Konferensi yang Menginspirasi

            Kehadiran Surya dan saya (Yogyakarta) serta M. Iqbal
(Sumatera Selatan) mengawali kesertaan Indonesia di forum yang telah
berlangsung semenjak 2001 tersebut. Penyelenggara menganggap kehadiran
kami dapat memberikan informasi mengenai kondisi ornitologi Indonesia
terkini dan menjadi langkah dalam mempererat hubungan bidang
ornitologi kedua negara. Namun bagi saya, hal tersebut terasa
berlebihan. Forum yang dihadiri para pemerhati, pakar dan akademisi
dari berbagai negara, seperti Australia, New Zealand, Jepang, Korea
Selatan, Amerika Serikat dan Afrika Selatan tersebut lebih tepat
menjadi ajang saya menimba ilmu, pengetahuan dan pengalaman.

              Sungguh merupakan anugerah yang luar biasa bagi saya
bisa mengenal dan mengetahui betapa semaraknya dunia ornitologi yang
berkembang di Australia dan belahan dunia lain. Dalam
presentasi-presentasi yang berlangsung, saya dibuat kagum melihat
dedikasi dan kecintaan “orang-orang burung” tersebut. Saya jadi tahu,
sejatinya kemajuan ornitologi yang dicapai negara-negara lain tidak
hanya milik dan sumbangan para pakar, namun juga para relawan dan
masyarakat biasa, bird watcher amatiran seperti saya.

Di awal konferensi misalnya, Jeremy J. D. Greenwood, mantan direktur
British Trust for Ornithology (BTO) bertutur tentang sepak terjang
lembaganya yang selama lebih dari 70 tahun mengembangkan diri di
bidang sensus, pencatatan sarang dan pencincinan burung di Inggris.
Dengan 13.500 anggota yang berbasis voluntary, BTO mampu menyediakan
secara detil dan terperinci informasi mengenai banyaknya jumlah burung
yang ada di seantero Inggris, lokasi dijumpai dan keberadaan
sarangnya. Di bidang pencincinan, BTO telah mencincin 34 juta burung,
dilakukan oleh lebih dari 2 ribu orang berpengalaman dan, dari itu,
telah ada sebanyak 640 ribu catatan perjumpaan burung hasil penandaan
mereka.

Demikian juga dengan Peter Dann yang mendedikasikan lebih dari 40
tahun hidupnya hanya untuk mempelajari Little Penguin di Phillip
Island, Victoria. Mengikuti presentasinya, yang mengungkap segala
bentuk pencapaian dalam mempelajari setiap aspek biologi dan upaya
konservasi spesies tersebut, saya sampai punya nama sendiri untuknya,
Peter Edann!

Banyak lagi orang-orang yang begitu memberi inspirasi. Hugh, memulai
pengamatan burungnya semenjak berumur 3 tahun. Dan diusianya yang saya
perkirakan sudah 70 tahun itu, ia masih begitu lincah dan cekatan
mengajak kami mengenali setiap jenis burung di sela-sela waktu luang
konferensi. Saya panggil dia “si bocah tua nakal”. Adapula Beth
Williams, pakar Regent Honeyeater, yang bahkan untuk berjalan saja ia
harus menggunakan kruk. Namun, jangan pernah sangsikan keahliannya
memandu pengamatan burung, mengidentifikasi dan berkisah tentang tiap
jenis burung yang kami jumpai. Pengetahuannya luar biasa!


Kembali Ke Sawah

            Mengikuti konferensi itu membuat saya menyadari kalau saya
tidak ada apa-apanya dan belum melakukan apa-apa. Sepertinya begitu
banyak yang ingin dan dapat saya lakukan dalam ornitologi, tanpa saya
harus perduli atau ambil pusing memikirkan apakah kelak saya akan
menjadi ahli, pakar, akademisi atau bahkan amatir selamanya.

Ibarat petani, saya hanya perlu kembali ke hutan, gunung atau pantai
yang menjadi sawah saya, berbekal teropong, kamera dan buku catatan
yang menjadi cangkul saya. Hingga kemudian kelak saya dapat berbagi
hasil yang saya peroleh, yang semoga dapat memberi manfaat bagi diri
saya dan juga orang lain.








------------------------------------

Untuk informasi tentang burung-burung Indonesia silahkan kunjungi 
http://www.sbi-info.org.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sbi-info/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sbi-info/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke