Lagi2 kelewatan even menarik dari pulau seberang...

yg penting sukses untuk Dudi dan Project konservasi kakatua Indonesia-nya 
(kapan bisa ikutan gabung bareng lo Di..:p)..

----- Forwarded Message ----
From: Irma Dana <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Wednesday, February 10, 2010 15:13:37
Subject: [SBI-InFo] Konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning di Kepulauan 
Masalembo

  
Konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning di Kepulauan Masalembo
 
   
Rabu, 10 Februari 2010 02:41 
Kepulauan Masalembo yang berada di Kabupaten Sumenep mempunya kisah menarik 
khusunya untuk konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning.  Dudi Nandika, dari 
Indonesia Parrot Project berbagi cerita di Obrolan Kamis Sore mengenai Upaya 
Konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning di Pulau Masakambing.
Pulau Masakambing juga salah satu bagian dari pulau-pulau yang ada di wilayah 
Kabupaten Sumenep.  Jarak tempuh dari Sumenep  ke Pulau Masa Kambing hampir 12 
jam lamanya.
Luas Pulau asakambing +  500 hektar  dan digunakan sebagai pemukiman dengan 
jumalah penduduk + 1.400 jiwa. Baik di tengah maupun di pinggir pulau, ipenuhi 
dengan mangrove dan tambak. Sebagian besar juga perkebunan kelapa, cengkeh dan 
palawija, seperti jagung.
Dudi menjelaskan bahwa penelitian kakatua berdasarkan baseline penelitian 
BirdLife Internasional tahun 1994 – 1999. Dengan melakukan monitoring status, 
Kakatua-kecil jambul-kuning anya bisa ditemukan di  Dusun Ketapang (Barat 
Laut). Pada tahun 2008, ditemukan 10 ekor (4 pasang dan 2 anak). Dan di ahun 
2009 cenderung menurun, hanya  ditemukan 8 ekor (3 pasang dan 2 remaja).
Padahal banyak sekali pakan Kakatua kecil jambul kuning di Pulau Masakambing, 
seperti:
1. Kelapa, Cocos nucifera à buah
2. Belimbing Wuluh, Averrhoa bilimbi à buah
3. Lontar,  Brassus sp à bunga jantan
4. Sukun, Artocarpus communis à bunga jantan
5. Kedondong, Spondias pinnata à buah & bunga
6. Kapuk, Ceiba petandra à bunga
7. Kelor, Moringa oleifera à buah
8. Tanjang, Bruguiera ymnorrhiza à buah (mangrove)
9. Keduduk, Lumnitzera racemosa à bunga (mangrove)
10. Galompe (nama lokal) à bunga
11. Asem, Tamarindus Indica à buah
12. Pidada, S. alba & S. aseolaris à buah (mangrove)
13. Jagung, Zea mays à tongkol/biji
14. Rumbia, Matroxylon sp. à bunga
Ternyata bukan karena pakan yang menyebabkan populasinya menurun, tapi ancaman 
yang dilakukan oleh manusia, seperti: Pengambilan anak
kakatua untuk dijual; memotong pohon sarang dan pakan (kelapa), karena dianggap 
ama terhadap kelapa, sehingga masyarakat tidak peduli terhadap keberadaan 
Kakatua; rendahnya opulasi pohon-pohon berukuran besar; dan kondisi alam yang 
ekstrim.
Untuk mengatasinya, ada upaya konservasi dengan melibatkan masyarakat lokal dan 
mahasiswa. Antara lain dibuatnya perlindungan hukum, bahkan sudah lengkap, 
sayangnya tidak berjalan baik. Memfasilitasi pembuatan peraturan desa untuk 
melindungi kakatua. Sosialisasi dengan instansi pemerintah di tingkat kecamatan 
dan tingkat lebih tinggi, termasuk sosialisasi perundangan terkait seperti UU 
No. 5 tahun 1990. Bahkan di Kabupaten Sumenep sudah ada
peraturan daerah untuk perlindungan kakatua, namun tidak dilaksanakan. Selain 
monitoring status Kakatua, dilakukan pula kunjungan ke sekolah. Hal ini
dilakukan untuk menumbuhkan rasa bangga dengan adanya kakatua di sekitar tempat 
mereka tinggal, juga dan menerangkan pentingnya Kakatua-kecil jambul-kuning di 
alam dengan melakukan pengamatan burung. Terakhir, membuat sarang kakatua 
buatan di tempat atau pohon-pohon yag biasa dihinggapi kakatua.
Ada pertanyaan menarik dari ahrul, Burung Indonesia mengenai oknum penangkap 
kakatua apakah sudah teridentifikasi, mengingat kawasan P. Masakambing tidak 
terlalu luas dan kakatua semakin sedikit. Apakah mungkin menempatkan nest box 
di kawasan lindung desa?
“Banyak oknum yang terkait, selain itu rendahnya kepedulian masyarakat terhadap 
kakatua, karena masih dianggap hama. Pejabat-pejabat di kabupaten pun sering 
minta oleh-oleh setelah kunjungan kerja. Atau upeti saat masuk PNS. Banyak juga 
oknum yang memesan dari luar pulau. Selain itu, penangkap kakatua sudah 
diidentifikasi dan telah didekati, diberi pengertian, termasuk oleh aparat 
desa”, Dudi menjelaskan upaya-upaya pencegahan terhadap berkurangnya populasi 
kakatua di Kepulauan Masalembo.
Dari upaya-upaya tadi, Camat Masalembo termasuk yang peduli, bahkan sudah 
mengeluarkan ultimatum untuk menjaga kakatua. Dan pemberian bonus
sebesar satu juta rupiah bagi penduduk yang berhasil menjaga mulai dari telur 
hingga kakatua hingga bisa terbang. Luar biasa upaya Camat Masalembo untuk 
konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning ini. [Irma Dana] 

-- 
Irma Dana
http://dawala. wordpress. com [lagi belajar nulis

 


      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke