wah tentang kakak tua di Masalembo ini jadi ingat skripsi teman di Biologi UAJY 
tentang perilaku bersarangnya....menarik...
ternyata msih tersisa..semoga tidak habis karena di buru...
Salam
Naring

--- Pada Jum, 12/2/10, chandra darusman <[email protected]> menulis:

Dari: chandra darusman <[email protected]>
Judul: Fw: [SBI-InFo] Konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning di Kepulauan 
Masalembo
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 12 Februari, 2010, 10:43 PM







 



  


    
      
      
      
Lagi2 kelewatan even menarik dari pulau seberang...
yg penting sukses untuk Dudi dan Project konservasi kakatua Indonesia-nya 
(kapan bisa ikutan gabung bareng lo Di..:p)..
----- Forwarded Message ----
From: Irma Dana
 <irma.d...@gmail. com>
To: sbi-i...@yahoogroup s.com; greenlifestyle@ googlegroups. com; 
etfnar...@yahoogrou ps.com
Sent: Wednesday, February 10, 2010 15:13:37
Subject: [SBI-InFo] Konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning di Kepulauan 
Masalembo
















 



    
      
      
      Konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning di Kepulauan Masalembo






Rabu, 10 Februari 2010 02:41
Kepulauan Masalembo yang berada di Kabupaten Sumenep mempunya kisah menarik 
khusunya untuk konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning.  Dudi Nandika, dari 
Indonesia Parrot Project berbagi cerita di Obrolan Kamis Sore mengenai Upaya 
Konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning di Pulau Masakambing.
Pulau Masakambing juga salah satu bagian dari pulau-pulau yang ada di wilayah 
Kabupaten Sumenep.  Jarak tempuh dari Sumenep  ke Pulau Masa Kambing hampir 12 
jam lamanya.
Luas Pulau asakambing +  500 hektar  dan digunakan sebagai pemukiman dengan 
jumalah penduduk + 1.400 jiwa. Baik di tengah maupun di pinggir pulau, ipenuhi 
dengan mangrove dan tambak. Sebagian besar juga perkebunan kelapa, cengkeh dan 
palawija, seperti jagung.
Dudi menjelaskan bahwa penelitian kakatua berdasarkan baseline penelitian 
BirdLife Internasional tahun 1994 – 1999. Dengan melakukan monitoring status, 
Kakatua-kecil jambul-kuning anya bisa ditemukan di  Dusun Ketapang (Barat 
Laut). Pada tahun 2008, ditemukan 10 ekor (4 pasang dan 2 anak). Dan di ahun 
2009 cenderung menurun, hanya  ditemukan 8 ekor (3 pasang dan 2 remaja).
Padahal banyak sekali pakan Kakatua kecil jambul kuning di Pulau Masakambing, 
seperti:
1. Kelapa, Cocos nucifera à buah
2. Belimbing Wuluh, Averrhoa bilimbi à buah
3. Lontar,  Brassus sp à bunga jantan4. Sukun, Artocarpus communis à bunga 
jantan
5. Kedondong, Spondias pinnata à buah & bunga
6. Kapuk, Ceiba petandra à bunga
7. Kelor, Moringa oleifera à buah
8. Tanjang, Bruguiera ymnorrhiza à buah (mangrove)
9. Keduduk, Lumnitzera racemosa à bunga (mangrove)
10. Galompe (nama lokal) à bunga11. Asem, Tamarindus Indica à buah
12. Pidada, S. alba & S. aseolaris à buah (mangrove)
13. Jagung, Zea mays à tongkol/biji
14. Rumbia, Matroxylon sp. à bunga
Ternyata bukan karena pakan yang menyebabkan populasinya menurun, tapi ancaman 
yang dilakukan oleh manusia, seperti: Pengambilan anak

kakatua untuk dijual; memotong pohon sarang dan pakan (kelapa), karena dianggap 
ama terhadap kelapa, sehingga masyarakat tidak peduli terhadap keberadaan 
Kakatua; rendahnya opulasi pohon-pohon berukuran besar; dan kondisi alam yang 
ekstrim.
Untuk mengatasinya, ada upaya konservasi dengan melibatkan masyarakat lokal dan 
mahasiswa. Antara lain dibuatnya perlindungan hukum, bahkan sudah lengkap, 
sayangnya tidak berjalan baik. Memfasilitasi pembuatan peraturan desa untuk 
melindungi kakatua. Sosialisasi dengan instansi pemerintah di tingkat kecamatan 
dan tingkat lebih tinggi, termasuk sosialisasi perundangan terkait seperti UU 
No. 5 tahun 1990. Bahkan di Kabupaten Sumenep sudah ada

peraturan daerah untuk perlindungan kakatua, namun tidak dilaksanakan. Selain 
monitoring status Kakatua, dilakukan pula kunjungan ke sekolah. Hal ini
dilakukan untuk menumbuhkan rasa bangga dengan adanya kakatua di sekitar tempat 
mereka tinggal, juga dan menerangkan pentingnya Kakatua-kecil jambul-kuning di 
alam dengan melakukan pengamatan burung. Terakhir, membuat sarang kakatua 
buatan di tempat atau pohon-pohon yag biasa dihinggapi kakatua.
Ada pertanyaan menarik dari ahrul, Burung Indonesia mengenai oknum penangkap 
kakatua apakah sudah teridentifikasi, mengingat kawasan P. Masakambing tidak 
terlalu luas dan kakatua semakin sedikit. Apakah mungkin menempatkan nest box 
di kawasan lindung desa?
“Banyak oknum yang terkait, selain itu rendahnya kepedulian masyarakat terhadap 
kakatua, karena masih dianggap hama. Pejabat-pejabat di kabupaten pun sering 
minta oleh-oleh setelah kunjungan kerja. Atau upeti saat masuk PNS. Banyak juga 
oknum yang memesan dari luar pulau. Selain itu, penangkap kakatua sudah 
diidentifikasi dan telah didekati, diberi pengertian, termasuk oleh aparat 
desa”, Dudi menjelaskan upaya-upaya pencegahan terhadap berkurangnya populasi 
kakatua di Kepulauan Masalembo.
Dari upaya-upaya tadi, Camat Masalembo termasuk yang peduli, bahkan sudah 
mengeluarkan ultimatum untuk menjaga kakatua. Dan pemberian bonus

sebesar satu juta rupiah bagi penduduk yang berhasil menjaga mulai dari telur 
hingga kakatua hingga bisa terbang. Luar biasa upaya Camat Masalembo untuk 
konservasi Kakatua-kecil jambul-kuning ini. [Irma Dana]


-- 
Irma Dana
http://dawala. wordpress. com [lagi belajar nulis




    
     











        New Email addresses available on Yahoo!  

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.

Hurry before someone else does!

    
     

    
    __._,_..___

        
  
   
    
      
        
          Reply to sender
          | 
        Reply to group
      

                Messages in this topic
          (1)
           






      Recent Activity:

    
                                                    
    
  
    Visit Your Group
    Start a New Topic
  


        
      


      Untuk informasi tentang burung-burung Indonesia silahkan kunjungi 
http://www.sbi-info.org.      


    
            
      MARKETPLACE
      
                  
            Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living          
                              
    
  

  
  Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use




   

  
  
  



     




     

  .


   





 



  






      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke