http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=147743
Jumat, 14 Desember 2007 Daya Defisit, Sambungan Baru Ditunda Singkawang,- Madi, warga Kelurahan Bukit Batu Kecamatan Singkawang Tengah mempertanyakan soal penyambungan listrik baru. Pasalnya, sejak beberapa tahun lalu, belum ada kejelasan kapan permohonan sambungan baru yang diajukannya bisa dikabulkan oleh PLN. "Kami sudah memohon sambungan baru 900 watt sejak tahun 2004. Tetapi sampai sekarang belum terealisasi," katanya, kemarin. Sementara, berdasarkan informasi yang didapatnya dari salah satu pegawai PLN, dalam bulan-bulan ini sudah ada pemasangan baru. Karena itu, Madi jadi bertanya-tanya bagaimana sebenarnya mekanisme penyambungan baru yang diterapkan PLN. "Kami sangat berharap informasi mengenai penyambungan baru ini bisa lebih transparan. Jangan ditutup-tutupi. Soalnya, kami sangat butuh listrik," ujar dia. Sehari sebelumnya, Kepala Cabang PLN Singkawang, Edy Suseno mengatakan, melihat kondisi kelistrikan saat ini yang defisit daya 5 MW, PLN belum dapat melayani permintaan penyambungan baru. "Kita bukannya tidak menerima, tetapi ditunda," katanya. Penyambungan baru diperkirakan baru akan dibuka setelah ada tambahan daya sebesar 4 MW yang didapatkan PLN dari hasil sewa listrik kepada PT Sewatama. "Permohonan kita dari PLN Wilayah Kalbar untuk penambahan daya sudah dikabulkan. Ke depan, kita dibolehkan untuk menyewa lagi daya sebesar 4 MW dari PT Sewatama. Sekarang segala sesuatunya sedang dipersiapkan dan kemungkinan sudah bisa operasional pertengahan Januari 2008," ujarnya. Namun, kata Edy, pelayanan sambungan baru hanya bisa dilakukan sedikit-sedikit atau bertahap, tidak bisa secara keseluruhan. "Semua akan disesuaikan dengan daftar tunggu yang ada," katanya. Selain itu, Edy juga mengungkapkan, kemungkinan penyambungan baru yang lebih banyak juga bisa dilakukan jika PLN kembali mendapatkan tambahan daya. Tambahan daya ini menurutnya bisa didapatkan dari Kota Pontianak. Sebab, PLN Pontianak menurutnya sudah dibolehkan untuk menyewa listrik dari swasta sebesar 40 MW sehingga mungkin ada surplus listrik yang bisa didistribusikan ke PLN Singkawang. Masalahnya hanya pada upaya transmisi ke Singkawang yang mana sejauh ini, upaya pembangunan tower listrik Sambungan Udara Tegangan Tinggi (SUTT) belum rampung. "Di Singkawang, pembangunan hanya tinggal dua tower yang belum selesai yaitu di Perumahan Kowina. Warga masih keberatan tower itu dibangun di lingkungannya karena menganggap SUTT bisa membahayakan. Warga juga menganggap SUTT sama dengan SUTET (Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi)," katanya. Padahal, jelas Edy, SUTT dan SUTET itu berbeda. Dari hasil standardisasi yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), SUTT tegangannya hanya 66 kV-150 kV, sedangkan SUTET tegangannya 275 kV dan 500 kV. BSN juga sudah mengeluarkan pedoman mengenai penetapan ruang bebas dan jarak bebas minimum yang tidak membahayakan masyarakat, baik untuk SUTT maupun untuk SUTET. Dia berharap adanya pengertian warga demi kepentingan yang lebih besar.(rnl)
