Dear Budi Cen,

saya yans pui ada di jakarta..
bisa lihat website di www.moderate.co.id
sekarang jadi kontraktor di telekomunikasi projects.
siapa aja nih di milist yang marga PUI (BEI) 

salam,
yans


--- In [email protected], Budi Chang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hallo Yans Pui dan Michelle, salam kenal juga
>   Boleh tahu, saat ini tinggal di mana?
>    
>   Salam,
>    
>   Budi Cen
> 
> Lam Michelle <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           hai saya michelle,.... salam kenal juga semua menber
> 
> yans pui <[EMAIL PROTECTED]> »¡¡G         Heloo,
>    
>   saya yans pui...dari marga pui.
>   salam kenal kepada semua member....
>    
>   salam,
> 
> Budi Chang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>         Nah, ini dia yang saya cari. 
>   Ada yang tahu buku "Orang Tionghoa Khek dari Singkawang" dijual 
di mana? 
>   Siapa penerbitnya?
>    
>   Thank you before
>    
>   Regards,
>    
>   Budi Chang
> 
> Signum Fidei <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           
> 
>   ----- Original Message ----
> From: Singkawang <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, May 23, 2007 4:35:43 PM
> Subject: [Singkawang] [Equator] Republik Lan Fang (3) : Awal Negara 
dalam Negara
> 
>     http://www.equator- news.com/ berita/index. asp?berita= 
Box&id=61166
> 
> Rabu, 23 Mei 2007
> Awal Negara dalam Negara
> Lan Fang, Republik Pemula Asia dan Indonesia (3)
> 
> Harry Purwanto dalam disertasinya di Universitas Indonesia, 
dihimpun dalam buku berjudul `Orang Tionghoa Khek dari Singkawang', 
membahas kehidupan kebudayaan kelompok Hakka (Ke Jia atau Khek) di 
Indonesia. Khususnya di Singkawang, Kalbar. 
>   
>   
>   Orang Tionghoa di Indonesia pada umumnya sejak abad 18 datang 
dari dua propinsi yaitu Fujian dan Guangdong. Kelompok terbesar yang 
ada di Indonesia adalah Hokkian (Fujian) yang menurut sensus oleh 
Kerajaan Belanda pada tahun 1930 berjumlah 550.000 jiwa. Mereka 
tersebar di Jawa, Madura, Sumatera (kecuali Bengkalis—Riau) , 
Indonesia bagian Timur dan sedikit di Kalbar. Kelompok lainnya yaitu 
Hakka yang berasal dari barat daya provinsi Fujian dan menurut sensus 
1930 berjumlah 200.000 jiwa. Kelompok ini banyak terdapat di Kalbar. 
>   Orang Tionghoa Singkawang selalu mengidentifikasikan dirinya 
sebagai orang Ch'in, tanpa memiliki anggapan istilah itu mengandung 
konotasi merendahkan atau menghina. Tidak jarang pula mereka 
mengidentifikasikan diri sebagai orang Tong Nyin atau orang dari 
Dinasti Tang (618-907 M) yang dominan dari orang Manchu. 
>   Hasil ketekunan Harry Purwanto selama 15 tahun meneliti, antara 
lain pembahasan mengenai perjanjian dwi kewarganegaraan di zaman 
pemerintahan Soekarno, awal kontak antara orang `China' dengan 
penduduk asli Kalbar, asal usul nama kota Singkawang yang berasal 
dari bahasa Hakka, San Kheu Yong (Shan; gunung, Kou; mulut sungai, 
dan Yang; lautan). 
>   Kelompok orang Khek ini ternyata selalu dianggap "tamu" oleh 
sesama orang Tionghoa sediri, baik di Fujian, Guangdong (semuanya di 
Tiongkok) maupun di luar negeri. Pada abad ke-10, mereka pindah dari 
Henan ke Shantung kemudian pada abad ke-13 pindah ke Fujian. Mereka 
didesak ke barat oleh penduduk Fujian dan Guangdong, ke daerah 
perbukitan yang kurang subur di perbatasan Fujian dan Guangdong. 
>   Pengalaman berpindah-pindah dan berjuang untuk hidup dalam 
kehidupan yang keras inilah yang menyebabkan perseteruan dengan 
kelompok lain. Mereka menjadi lebih ulet, gigih, keras ketika harus 
pindah lagi ke luar negerinya untuk mencari kehidupan yang lebih 
baik. Di tempat baru, seperti di Kalimantan, adaptasi mereka ternyata 
cukup tinggi meskipun mereka dianggap kurang ramah. 
>   Tahun 1760 mereka datang dalam jumlah yang besar ke Kalimantan. 
Mula-mula didatangkan dan dipekerjakan di tambang emas oleh Sultan 
Sambas sejak tahun 1740-an. Sebelumnya, hanya orang Dayak dan Melayu 
yang menjadi penambang tetapi ternyata hasil yang diperoleh sedikit. 
>   Sementara orang Khek lebih berpengalaman dan unggul dalam 
teknologi penambangan sehingga dapat memproduksi emas lebih banyak. 
Orang Khek pada saat itu juga memiliki organisasi untuk mendatangkan 
buruh `Tionghoa' dari daratan Tiongkok dan menguasai buruh sehingga 
pertambangan dapat terus berlangsung. 
>   Lama kelamaan, karena alasan-alasan seperti ingin bagian yang 
lebih besar dan tidak puas pada Sultan, karena mereka merasa diperas, 
maka mereka tidak menyerahkan emasnya kepada Sultan Sambas tetapi 
untuk diri mereka sendiri dan mendirikan kongsi. Kongsi pertama 
menurut Victor Purcell dalam The Chinese in Southeast Asia adalah Lan 
Fang didirikan di Mandor oleh Lo-Fong Pak yang berasal dari suku 
Hakka. Ia tiba di Borneo pada 1772 dengan 100 orang anggota keluarga. 
>   Pada awalnya mereka bergerak di bidang pertanian dan tidak ada 
hubungannya dengan pertambangan. Sementara itu dua kongsi besar 
lainnya adalah Ta-kang dan San-t'iao-kou. Keberadaan kongsi-kongsi 
ini tidak disukai pemerintah Hindia Belanda karena mereka menganggap 
seperti `negara dalam negara'. Alasannya ada beberapa kongsi besar 
dan kecil memiliki pasukan sendiri, seperti Kongsi Lan Fang memiliki 
6.000 prajurit, Ta-kang 10.000 prajurit dan San-t'iao-kou 5.000 
prajurit. 
>   Akhir abad ke-18, kongsi-kongsi ini tidak lagi `mengakui' 
kekuasaan Sultan Sambas. Kemudian mereka memberontak dan berusaha 
mengambil alih usaha tambang emas tersebut. Orang Khek juga pernah 
bersengketa dengan orang Dayak. Penyebabnya karena masalah tanah 
ketika orang Khek mulai membuka hutan untuk ditanami lada dan 
sayuran. (mah/bersambung) 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>   
> ---------------------------------
>   Looking for last minute shopping deals? Find them fast with 
Yahoo! Search.   
> 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   Looking for last minute shopping deals? Find them fast with 
Yahoo! Search.   
> 
> 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.   
> 
> 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   ¥X®t©Î¥h®È¹C®É¡A§A¥i¥HÀH®ÉÀH¦a¥Î¥þ·sªº Yahoo! Messenger ºô¤Wª© 
¦PªB¤Í§Y®É³q°T¤Î¬d¸ß¹ï¸Ü°T®§¬ö¿ý!  
> 
>                          
> 
>        
> ---------------------------------
> Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
>


Kirim email ke