Padhe, saat ini kita hanya bisa prihatin. Negara ini mungkin sudah boleh dibilang "terjajah", lihat saja berapa banyak pengerukan2 sumber daya alam kita oleh pihak asing yang bisa kita lihat dan dengar. :( belon yg ga terlihat dan terdengar :p
Salam, Aldy ----- Original Message ----- From: Hidayat Boesran To: [email protected] Sent: Saturday, July 05, 2008 1:25 PM Subject: Bls: [Singkawang] PRIHATIN YA..... 16/07/2006 19:00 Sigi Prancis Mengeruk Uranium Melawi? Liputan6.com, Melawi: Melawi, sebuah kabupaten di Kalimantan Barat yang dimekarkan setahun silam ternyata menyimpan cerita besar. Wilayah ini memiliki kandungan uranium sekitar 24 ribu ton yang setara dengan kebutuhan listrik sebesar 9.000 megawatt selama 125 tahun ke depan. Namun potensi itu telah dikeruk negara lain. Prancis disebut-sebut telah menguras kandungan uranium di Desa Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Melawi. Informasi yang diperoleh Tim Sigi SCTV menyebut Prancis masuk ke pedalaman Kalbar mendompleng Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), sejak 1973. Aktivitas dan keberadaan perusahaan yang mengeruk kekayaan alam Melawi selama 33 tahun itu tak pernah diketahui pemerintah setempat. Benarkah, uranium Melawi telah dicuri? Berbekal informasi itu Tim Sigi SCTV menelisik langsung ke pedalaman Melawi, baru-baru ini. Desa Kalan adalah salah satu dari enam titik wilayah yang menyimpan kandungan uranium. Lokasi eksplorasi uranium bisa dicapai melalui jalan sepanjang sekitar 22 kilometer dengan medan yang berat. Di tempat itu terdapat Pos Keamanan Batan yang menjaga lokasi penambangan bahan pembuat bom nuklir itu. Bersama dua mantan karyawan Komisariat Energi Atom Prancis (CEA) dan beberapa petugas Batan, Tim Sigi SCTV menelusuri pengeboran di Desa Kalan. Setelah mendaki hampir dua jam, tim tiba di mulut terowongan. Goa sepanjang kurang lebih 600 meter ini dibangun untuk menghubungkan titik-titik pengeboran uranium.------cut-------------
