Hi . . . hi . . . hi . . . 
Entah apa dan siapa yang salah sehingga :
Rabu, 2
Juli 2008
Kalbar Tetap
Termiskin di Kalimantan

Pontianak,- 
Kalimantan Barat memiliki jumlah penduduk yang berada di bawah garis
kemiskinan sebanyak 508,8 ribu orang. Kondisi tersebut mempertahankan
posisi provinsi ini sebagai daerah termiskin di Pulau Kalimantan.

Apa benar ya . . .  ?
Pada artikel lain tertulis :

Equator
Rabu, 28 Desember
2005
Kalbar Tidur di Atas UangKalbar tidur di atas
uang? Jawabannya iya bagi Ir Syamsul Usman, MT.

Pada data Dinas Pertambangan Kalbar :
No. Bahan Tambang Lokasi Potensi (ton)
1. Bauksit Kab. Sanggau 859.635.918
2. Batu Bara Kab. Sintang, Kapuas Hulu 181.635.975
3. Pasir Kuarsa Kab. Sambas, Ketapang 633.664.441
4. Kaolin Kab. Ketapang, Bengkayang 317.048.857
5. Emas Kab. Pontianak, Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu 590.900
6. Granit Kab. Sanggau, Pontianak, Landak 1.300.000
7. Pasir Sirkon Kab. Sambas 5.410.484.720
8. Gambut Kab. Pontianak, Ketapang, Kota Pontianak 12.577.145.600

Pada Koran Sinar Harapan :
Bahan Tambang Intan di Kalbar Dua Juta Karat

Jakarta—Kandungan hipotetik bahan tambang intan di Kabupaten Landak,
Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), mencapai 2.040.255 karat yang hingga
sekarang belum digarap investor dalam maupun luar negeri.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Landak, F
Saanan kepada SH Kamis (9/2). Menurut Saanan, areal bahan tambang intan
berada di sepanjang Sungai Landak, Kecamatan Air Besar sekitar 1.020.120
karat dan di Desa Mungguk dan Desa Sebirang, Kecamatan Ngabang sekitar
1.020.135 karat.
”Sedianya sejumlah investor dari Israel telah menyatakan keinginannya
melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, tapi sampai sekarang belum
ada realisasinya. Dengan demikian, potensi pertambangan intan yang berasal
dari endapan aluvial di Kabupaten Landak masih berbuka bagi kalangan
investor lain,” kata Saanan.
Ia mengatakan, masyarakat Kabupaten Landak sangat terbuka bagi kalangan
investor. Sejak tiga tahun terakhir, situasi keamanan sudah semakin
kondusif, sehingga kalangan investor sudah banyak yang melakukan kegiatan
investasi di berbagai sektor usaha. ”Salah satunya adalah kegiatan
eksplorasi pertambangan zircon di Kecamatan Menjalin yang sudah dimulai
sejak Senin, 9 Mei 2005 yang dilakukan investor PT Bangun Tumbuh Buana. Ini
merupakan investasi sektor pertambangan pertama kali di Kalimantan Barat
sejak reformasi bergulir tahun 1998 silam,” ujar Saanan. (aju)

BPPT juga menginfokan :
Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Standarisasi, Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta beberapa waktu lalu mengadakan penentian
di Kabupaten Sambas.
Hasil penelitian menyebutkan adanya kandungan kaolin yang tersebar di
wilayah Kabupaten Sambas.
Menurut keterangan Kepala BPPT Prof. Djana Anggadireja, Kabupaten Sambas
memiliki potensi sumber daya mineral yang potensial untuk dikembangkan,
diantaranya kaolin bahan untuk pembuatan keramik.
Karakteristik sumber daya mineral dalam kaitannya dengan mengoptimalkan
pemanfaatan sumberdaya mineral sesuai dengan aspek kuantitas (jumlah
cadangan) dann aspek kualitas (sifat fisika kimia dan mutu) terutama untuk
bahan galian kaolin. Selain itu, untuk pembuatan studi pemanfaatan mineral
untuk industri, yang sesuai dengan karakteristik dan sifat/mutu mineral yang
telah dikaji.
Jumlah kaolin di Kabupaten Sambas, tambah Djana diperkirakan secara hipotek
sekitar 52 juta ton yang tersebar di sekitar daerah Sempadang Kecamatan
Selakau. Selain itu lokasi bahan galian Kaolin di Kabupaten Sambas terdapat
juga di Sebawi Kecamatan Sambas dan Sijang di Kecamatan Galing.
Lebih lanjut Djana memaparkan, diskripsi kaolin berwarna putih bersih hingga
coklat. Dengan ketebalan kaolin berkisar 1-4 meter, pada areal seluas lebih
dari 100 ha, dengan demikian kualitas kaolin yang ada baik untuk keramik
halus. Hanya saja, lanjut Djana status pengusahaan kaolin ini belum
diusahakan sama sekali. Untuk infrastruktur, lokasi dapat diakses dengan
jalan darat dan sungai, pada saat ini jalan utama menuju lokasi hanya dapat
dicapai dengan roda dua, sampan dan jalan kaki.
Arah pemanfaatan, berdasarkan hasil penelitian karakteristik dan mengacu
kepada standar pengujian bahan baku maka bahan kaolin di tiga daerah yaitu :
Kaolin Sempadang, Kaolin Siminis Sebawi dan Kaolin Galing dapat dikatakan
bahwa semuanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan
keramik.
Khusus kaolin Seminis dan Galing dapat dipakai langsung sebagai bahan baku
untuk pembuatan keramik langsung. Sedangkan kaolin Sempadang masih
diperlukan proses pengolahan agar dapat dimanfaatkan.
Untuk aplikasi langsung yang telah dilakukan di laboratorium menggunakan
campuran kaolin Sempadang 85% dan sisanya bahan lain (lempung
biasa).(Mediator, 26/01/04)

Departemen Pertambangan Dan Energi juga menulis :
Cebakan emas Indonesia
    
   Kondisi geologi Indonesia sangat memungkinkan untuk pembentukan 
   cebakan emas. Malahan Mining Journal Australia menempatkan kondisi 
   geologi Indonesia pada urutan ketiga dalam daftar daya tarik untuk 
   investasi di bidang pertambangan. Terlebih dengan tuntasnya pemetaan 
   geologi sistematik oleh Jawatan Geologi Indonesia baru-baru ini, maka 
   setiap jengkal tanah sudah dapat diketahui kondisi geologinya. Dengan 
   demikian, pencarian mineral akan lebih efisien karena mempunyai 
   landasan eksplorasi yang kuat. Diperkirakan, peringkat daya tarik 
   investasi juga akan meningkat. 
    
   Dulu emas primer hanya ditemukan di jalur-jalur magmatik yang berumur 
   tua. Jalur gunung api yang berumur Tertier dianggap tidak mengandung 
   emas. Ternyata sekarang bahwa gunung api tersebut itu mengandung cukup 
   kaya emas yang disebut cebakan emas epithermal. Padahal Indonesia amat 
   kaya dengan gunung api tua. Itulah sebabnya kondisi geologi Indonesia 
   amat prospektif. 
    
   Lebih disukai pula gunung api yang tadinya terbentuk di laut dangkal 
   atau membentuk pulau kecil. Air laut telah membantu pembentukan 
   cebakan emas karena sirkulasinya dalam perut bumi. Seperti masih 
   terlihat sekarang, Indonesia kaya dengan jalur-jalur gunung api yang 
   membentuk pulau kecil. Itulah sebabnya daya tariknya makin meningkat. 
    
   Jalur emas Indonesia merentang dari Aceh sampai Sulawesi Utara, Irian 
   Jaya, dan Kalimantan, atau seluruhnya mencapai lebih dari 8.000 
   kilometer. Daerah yang sudah diketahui cebakannya terdapat di Aceh, 
   Meulaboh, Muara Sipongi, Salida, Gunung Arum, Bengkulu, Lampung, 
   Banten, Bogor, Tasikmalaya, Pacitan, Purwanto-ro, Sumbawa, Flores, 
   Alor, We-tar, Sulawesi Tengah, Paleleh-Sumalata (Sulut), Minahasa, 
   Kepulauan Sangir-Talaud, Ka-putusan (Maluku). 
    
   Kemudian Pegunungan Jayawijaya-Irian Jaya seperti Geleide, Gunung 
   Bijih (Ertsberg, Grasberg), Sungai Kakan, Pegunungan Cyclop, dan 
   sekitar Ja-yapura. Jalur emas Kalimantan mempunyai dua cabang yaitu 
   Kalimantan Barat-Kalimantan Timur dan Pegunungan Meratus-Kalimantan 
   Timur. Jalur emas ini melalui Kalimantan Tengah. 
    
   Para ahli menyebut jalur itu sebagai koridor emas Kalimantan. 
   Tempat-tempat yang sudah diketahui pada jalur ini adalah Singkawang, 
   Melawi, Karihun-Long Nawan, Schwaner, Masuparia, Kahayan, Mahakam, 
   Kutai, Kendilo dan lain-lain. 
    
   Emas diproduksi oleh delapan perusahaan, yaitu PT Freeport Indonesia 
   (25 ton per tahun), PT Kelian Equatorial Mining (13 ton), PT Prima 
   Lirang (2,6 ton), PT Indomuro Kencana (4,8 ton), PT Monterado Mas 
   (0,35 ton), PT Ampalit Mas Perdana (0,35 ton), PT Lusang Mining (0,8 
   ton), dan PT Aneka Tambang/G. Pongkor (2 ton). 
    
   Dalam waktu dekat diharapkan tujuh perusahaan tambang emas lainnya 
   segera berproduksi masing-masing dengan kapasitas antara 1 sampai 10 
   ton. PT Newmont Minahasa Raya segera akan berproduksi dengan kapasitas 
   5 ton dan PT Newmont Nusa Tenggara (Sumbawa) dengan kapasitas 10 ton 
   per tahun. 
    
   Dengan kemajuan pengetahuan mengenai kondisi geologi dan meningkatnya 
   eksplorasi, maka pada penutup abad ke-20 ini diperkirakan Indonesia 
   akan memproduksi lebih kurang 100 ton emas. Angka ini merupakan 
   ranking pertama produksi emas Asia. 
    
   Prospek emas Indonesia amat cerah Di samping daya tarik geologinya, 
   biaya eksplorasinya juga cukup kompetitif. Untuk menemukan 1 troyounce 
   (31,1 gram) emas diperlukan biaya eksplorasi sebesar 35 dollar AS. 
   Bandingkan dengan biaya eksplorasi di Amerika yang mencapai 44 dollar 
   AS untuk menemukan 1 troyounce emas. Padahal harga emas di ma na-mana 
   sama. 
    
   (Dr Ir Adjat Sudradjat MSc, Direktur Jenderal Geologi dan Sumberdaya 
   Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi)

Mumet Pa' Dhe . . . Hi . . . hi . . . hi . . .

Salam Hormat,
HB.


----- Pesan Asli ----
Dari: Aldy <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 7 Juli, 2008 09:09:33
Topik: Re: [Singkawang] PRIHATIN YA.....


Padhe, saat ini kita hanya bisa prihatin. Negara ini mungkin sudah boleh 
dibilang "terjajah", lihat saja berapa banyak pengerukan2 sumber daya alam 
kita oleh pihak asing yang bisa kita lihat dan dengar. :( belon yg ga 
terlihat dan terdengar :p

Salam,
Aldy
----- Original Message ----- 
From: Hidayat Boesran
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Saturday, July 05, 2008 1:25 PM
Subject: Bls: [Singkawang] PRIHATIN YA.....

16/07/2006 19:00 Sigi
Prancis Mengeruk Uranium Melawi?
Liputan6.com, Melawi: Melawi, sebuah kabupaten di Kalimantan Barat yang 
dimekarkan setahun silam ternyata menyimpan cerita besar. Wilayah ini 
memiliki kandungan uranium sekitar 24 ribu ton yang setara dengan kebutuhan 
listrik sebesar 9.000 megawatt selama 125 tahun ke depan. Namun potensi itu 
telah dikeruk negara lain. Prancis disebut-sebut telah menguras kandungan 
uranium di Desa Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Melawi.
Informasi yang diperoleh Tim Sigi SCTV menyebut Prancis masuk ke pedalaman 
Kalbar mendompleng Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), sejak 1973. 
Aktivitas dan keberadaan perusahaan yang mengeruk kekayaan alam Melawi 
selama 33 tahun itu tak pernah diketahui pemerintah setempat. Benarkah, 
uranium Melawi telah dicuri? Berbekal informasi itu Tim Sigi SCTV menelisik 
langsung ke pedalaman Melawi, baru-baru ini.
Desa Kalan adalah salah satu dari enam titik wilayah yang menyimpan 
kandungan uranium. Lokasi eksplorasi uranium bisa dicapai melalui jalan 
sepanjang sekitar 22 kilometer dengan medan yang berat. Di tempat itu 
terdapat Pos Keamanan Batan yang menjaga lokasi penambangan bahan pembuat 
bom nuklir itu.
Bersama dua mantan karyawan Komisariat Energi Atom Prancis (CEA) dan 
beberapa petugas Batan, Tim Sigi SCTV menelusuri pengeboran di Desa Kalan. 
Setelah mendaki hampir dua jam, tim tiba di mulut terowongan. Goa sepanjang 
kurang lebih 600 meter ini dibangun untuk menghubungkan titik-titik 
pengeboran uranium.---- --cut---- --------- 

    


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke