Gimana dengan tulisan dibawah ini ya . . . ? Salam Hormat, HB
Equator Rabu, 28 Desember 2005 Kalbar Tidur di Atas Uang Kalbar tidur di atas uang? Jawabannya iya bagi Ir Syamsul Usman, MT. Mantan orang penting di Bappeda Kalbar ini menyajikan data serta fakta kekayaan-kekayaan alam di Kalbar. “Ini batu bara, siapa bilang belum matang? Saya punya contohnya,” ungkap Syamsul di ruang kerjanya yang sudah mirip laboratorium di PT Kalindo, Pontianak. Equator yang bertandang ke ruang kerja Syamsul terpana dengan penataan bebatuan dan mineral yang diteliti Syamsul dan SDA itu milik Kalbar. “Menurut saya bukan investor tidak mau masuk menambang kekayaan-kekayaan alam seperti batubara di Sintang atau Bouksit di Tayan, tapi infrastruktur kita yang nihil di daerah tersebut,” ungkapnya. Kata Syamsul, untuk bisa mendatangkan investor sehingga roda ekonomi bisa bergerak di daerah, Pemprov atau Pemkab harus mencari jalan bagaimana caranya agar infrastruktur bisa tersedia di sana. “Jika kemampuan terbatas setidaknya memberikan kemudahan dan konsesi yang menarik. Untuk ini pemerintah mesti kreatif,” ujarnya. Kata Syamsul, jika roda ekonomi bergerak di bidang pertambangan, Kalbar benar-benar terasa “tidur di atas duit” karena cadangan tambang itu begitu besar. Seperti batubara dan bouksit cadangannya jutaan metrik kubik. Ia bisa ditambang untuk waktu berpuluh-puluh tahun. Belum lagi yang ditambang itu adalah uranium, yakni bahan baku energi atom. Sementara Kalbar kata Syamsul mesti berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan kekayayaan tambangnya dicuri pihak asing. Hal ini sudah tampak di depan mata pada praktik illegal logging maupun illegal fishing (kehutanan dan kelautan). (kan) ----- Pesan Asli ---- Dari: Budi Rahayu <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 3 Juli, 2008 11:52:51 Topik: Re: [Singkawang] PRIHATIN YA..... wah..akuratnya mesti tanya ke data Statistik daerah lo.. mereka pasti punya lengkap. wasalam Budi R 2008/7/3 Bong Sau Liong <sap.finance06@ sankencorp. com>: Mas budi, klo daerah yang angka kemiskinannya paling tinggi dimana ya? apakah ada info? Budi Rahayu wrote: Rabu, 2 Juli 2008 Kalbar Tetap Termiskin di Kalimantan Pontianak,- Kalimantan Barat memiliki jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan sebanyak 508,8 ribu orang. Kondisi tersebut mempertahankan posisi provinsi ini sebagai daerah termiskin di Pulau Kalimantan. "Ini posisi pada Maret 2008. ada penurunan dari Maret 2007 yang berjumlah 584,3 ribu orang. Berarti berkurang sekitar 75,5 ribu atau menurun 12,92 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalbar Nyoto Widodo di Pontianak Selasa (1/7). Data BPS Kalbar menunjukan, persentase penduduk miskin periode Maret 2007 ke Maret 2008 menurun sekitar 12,92 persen. Pada periode tahun 2007 ke tahun 2008 jumlah penduduk miskin turun dari 584,3 ribu orang menjadi 508,8 ribu orang. Hal ini berarti bahwa jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 75,5 ribu orang. Di Kalbar, garis kemiskinan sebesar Rp158.834 per kapita per bulan dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 508,8 ribu orang dan tingkat kemiskinan mencapai 11,07 persen. Indeks kedalaman kemiskinan di Kalbar sebesar 1,66 dan indeks keparahan kemiskinan 0,42. Di Kalteng, garis kemiskinan sebesar Rp186.003 perkapita perbulan dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 200 ribu jiwa dan tingkat kemiskinan mencapai 8,71 persen. Di Kalsel, garis kemiskinan sebesar Rp180.263 perkapita perbulan dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 218,9 ribu jiwa dan tingkat kemiskinan mencapai 6,48 persen. Di Kaltim, garis kemiskinan sebesar Rp237.979 perkapita perbulan dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 286,4 ribu jiwa dan tingkat kemiskinan mencapai 9,51 persen. Sementara Indonesia, garis kemiskinan sebesar Rp182.636 perkapita per bulan dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 34,96 juta orang dan tingkat kemiskinan sekitar 15,42 persen. "Ini kondisi sebelum pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak. Saat ini sedang dilakukan pendataan di lapangan untuk melihat kondisi kemiskinan masyarakat setelah kebijakan pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak. Hasilnya akan diumumkan pada awal Januari 2009," jelas Nyoto. Menurut dia, penurunan jumlah penduduk miskin yang cukup pesat terjadi di perdesaan, yaitu dari 440,20 ribu orang pada Maret 2007 menjadi 381,3 ribu orang pada Maret 2008. Jumlah itu berkurang sekitar 58,9 ribu orang, sementara di perkotaan berkurang 16,6 ribu orang yaitu dari 144 ribu orang pada 2007 menjadi 127,5 ribu orang tahun 2008. Garis kemiskinan pada 2007 sebesar Rp142.529 perkapita per bulan selanjutnya tahun 2008 meningkat menjadi Rp158.834. Peranan pengeluaran makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan pengeluaran bukan makanan. Nyoto menjelaskan, garis kemiskinan Maret 2008, provinsi yang berbatasan dengan Malaysia ini masih terendah di regional Kalimantan. Jumlah dan persentase penduduk miskin juga masih tinggi. Kondisi ini sama dengan tahun sebelumnya. (mnk) ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
