--- In [email protected], "Budi Rahayu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Semoga ini dapat berguna :
> 
> Wahai saudara2 ku kaum Muslimim......
> 
> ( ini sebuah kutipan yang semoga dapat meredakan Ke KHILAF fan yang
terjadi
> )
> 
> Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan mendorong umatnya
> berinteraksi dengan cara yang santun, baik dengan sesama umat Islam
maupun
> umat lainnya.
> 
> Islam juga memberikan toleransi bagi keberadaan pemeluk keyakinan
lain yang
> berada di sekitar umat Islam. Nabi Muhammad telah memberikan contoh yang
> sangat baik ketika menyampaikan Islam dan melakukan interaksi dengan
> orang-orang di luar Islam.
> *Mereka yang beragama selain Islam, *tetap dijamin kebebasan
beragamanya.
> Mereka juga tak mendapatkan halangan untuk menjalankan ibadah sesuai
dengan
> agamanya masing-masing. Ini menunjukkan bahwa umat Islam begitu
> mengedepankan ajaran yang sejuk dan lembut.
> 
> 
> Allah berfirman dalam *Al Qur'an Surat Al Hujuraat ayat 13 *yang
> artinya "*Wahai
> Manusia, Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan kami
jadikan
> kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.
> Sesungguhnya yang paling mulia diantaramu disisi Allah adalah yang
paling
> takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal"*.
> Salah satu pokok perintah yang secara jelas dapat kita lihat dalam
Surat Al
> Hujuraat ayat 13 adalah perintah agar kita saling mengenal dengan
masyarakat
> sekeliling kita, tanpa harus membedakan bangsa, agama, suku ataupun dari
> golongan mana individu tersebut berasal. Dengan kata lain salah satu
> kewajiban yang diperintahkan oleh Tuhan kepada manusia adalah untuk
hidup
> bermasyarakat, yang tentunya tidak dapat lepas dari konsep tentang
hubungan
> antar manusia sebagai individu yang merupakan unsur terkecil dalam
membangun
> sebuah masyarakat.
> 
> Nabi mengajarkan untuk tidak pernah membeda-membedakan seseorang dalam
> berinteraksi, baik dengan orang yang berlainan agama maupun dengan suku
> bangsa yang telah memerangi beliau dan kemudian kalah. Ini tercermin
saat
> Nabi berhasil menaklukan semua suku Arab yang ada. Saat itu suku-suku
> tersebut bertanya apakah nasib yang akan mereka alami jika tidak
menganut
> Islam. Kemudian Nabi bersabda: "*jika kamu tetap bertahan memeluk
agama dan
> kepercayaanmu, hak-hakmu tetap dijamin dan dipelihara. Hak kebebasan
memilih
> agama, jiwamu, hartamu dan kehormatanmu tetap dijamin. Hak-hak
> kewarganegaraan yang diperoleh seorang Muslim haknya sama juga
bagimu". *
> 
> Sikap dan keputusan Nabi yang tetap menghormati hak-hak individu dalam
> kehidupan bermasyarakat ini jugalah yang kemudian di contoh oleh para
> Khulafaurrasyidin. Seperti yang dilakukan Umar Ibn Khattab saat
menaklukan
> penduduk Jarjan. Hal tersebut tercermin dalam salah satu pasal
perjanjian
> antar Khalifah Umar dengan penduduk Jarjan yang berbunyi *"hak hidup
> orang-orang Jarjan, jiwanya, hartanya, kehormatanya, dan kebangsaan
serta
> kepercayaanya dijamin, Negara tidak akan ikut campur dalam urusan
pribadi
> mereka".* Jika kita mau untuk melihat dan mengkaji secara mendalam,
akan ada
> banyak hal yang dapat dipetik dari sikap dan kebijaksanaan yang
diambil oleh
> Nabi maupun Khalifah Umar tersebut. Salah satu yang sangat menonjol
adalah
> pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak azasi oleh negara.
> 
> Dalam Al Qur'an sendiri Allah memerintahkan kepada setiap manusia untuk
> berlaku adil dan menghormati hak azasi sesamanya, hal ini dapat kita
lihat
> dalam *Surat Al Maidah ayat 8 *yang menyatakan *"**Hai orang-orang yang
> beriman, hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakan (kebenaran)
> karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali
> kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak
adil…….
> *". Dari ayat tersebut secara tegas dinyatakan tidak ada alasan yang
dapat
> membenarkan suatu kaum untuk berlaku tidak adil terhadap kaum yang
lainya.
> Nabi mempraktekkan perintah yang tercantum dalam Surat Al Maidah
tersebut
> saat beliau memimpin umatnya di Madinah. Belaiu mengajarkan untuk
> menghormati kepada semua warga (negara) Madinah, walupun berbeda agama.
> Bahkan Nabi sendiri menjamin adanya hak dan kewajiban yang sama bagi
setiap
> warga Madinah terhadap negaranya. Seperti hak untuk ikut mempertahankan
> wilayah Madinah jika diserang oleh penguasa daerah lain dan hak
untuk tetap
> menganut Agama dan kepercayaan yang diyakininya.
> 
> Dalam konsep kehidupan bermasyarakat sendiri, Agama Islam lebih
menekankan
> kepada pentingnya kehidupan sosial. Islam mengajarkan tentang pentingnya
> persatuan umat manusia, karena manusia tidak mungkin untuk hidup sendiri
> secara terpencil. Setiap muslim berkewajiban untuk hidup sebagai
umat yang
> bersatu, tidak terpecahkan dan saling mengenal satu sama lain, walaupun
> berbeda suku, bangsa, agama maupun kepercayaan, karena memang begitulah
> salah satu perintah Allah kepada manusia (lihat Al Qur'an Surat Al
Hujurat
> ayat 13).
> 
> Semoga keterangan ini dapat membuat hati saudara2 muslim menjadi SEJUK
> kembali...
> 
> Contolah Peri laku Nabi Muhamad SAW. Jika Kita Mengaku Diri kita Seorang
> Muslimim tentulah Kita akan  Menyadari Bahwa* HIDUP BERDAMPINGAN dan
PENUH
> KEDAMAIAN.*
> *Adalah Perintah yang TERTULIS dalam Al-Quran... Wajib Kita
Laksanakan...*
> 
> Sungguh Kasian bagi kami2 saudara Muslim mu yang lain..
> .Jika Ada kekerasan Yang mengatas namakan Islam.
> Karena Islam MELARANG KERAS jalan kekerasan... Jika masih bisa dicapai
> dengan jalan Musyawarah.
> 
> 
> Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 Hijriyah..
> Menjadi Besar dan Akbar.. Semoga disertai Sikap Sabar Dan Ikhlas..
> 
> 
> wasalam
> 
> Budi Rahayu
>


Selamat Merayakan Idul Adha saudaraku Budi Rahayu, juga untuk para
Muslimin dan Muslimah yg hari ini merayakannya.
Inilah kata-kata penyejuk dan ajaran ISLAM yg sebenar-benarnya. Sayang
sekali terlalu banyak yg menodainya untuk kepentingan lain.
Seorang Muslim harus berani membela agamanya kalau telah dicemarkan
oleh pihak yg tidak bertanggung jawab.
Betapa disayangkan nama Islam telah dipakai FPI untuk kepentingan
mereka yg penuh kekerasan dan itu telah mencemarkan dan mengiring
publik luas menilai Islam sebagai agama kekerasan. Di Indonesia saja
sebagian besar non muslim menilai demikian, apalagi bangsa Barat yg
tidak mengenal Islam dengan baik.
Tanpa kita sadari, akhirnya yg menghancurkan Islam adalah antek2 dari
dalam juga.
Ini jadi aneh karena FPI membela apa? Bukankah justru umat Islam harus
membela agamanya dari pencorengan yg telah dilakukan FPI?
Sebagai warga non muslim, saya mewakili untuk MENYATAKAN MAAF kepada
seluruh umat MUSLIM, apabila dalam hal FPI kemaren ada yg menyinggung
masalah Islam, karena sesungguhnya kami tahu FPI bukan Islam melainkan
hanya sebuah ormas yg hidup sebagai parasit dalam agama.

Kirim email ke