Semoga ini dapat berguna :

Wahai saudara2 ku kaum Muslimim......

( ini sebuah kutipan yang semoga dapat meredakan Ke KHILAF fan yang terjadi
)

Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan mendorong umatnya
berinteraksi dengan cara yang santun, baik dengan sesama umat Islam maupun
umat lainnya.

Islam juga memberikan toleransi bagi keberadaan pemeluk keyakinan lain yang
berada di sekitar umat Islam. Nabi Muhammad telah memberikan contoh yang
sangat baik ketika menyampaikan Islam dan melakukan interaksi dengan
orang-orang di luar Islam.
*Mereka yang beragama selain Islam, *tetap dijamin kebebasan beragamanya.
Mereka juga tak mendapatkan halangan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan
agamanya masing-masing. Ini menunjukkan bahwa umat Islam begitu
mengedepankan ajaran yang sejuk dan lembut.


Allah berfirman dalam *Al Qur'an Surat Al Hujuraat ayat 13 *yang
artinya "*Wahai
Manusia, Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan kami jadikan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.
Sesungguhnya yang paling mulia diantaramu disisi Allah adalah yang paling
takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal"*.
Salah satu pokok perintah yang secara jelas dapat kita lihat dalam Surat Al
Hujuraat ayat 13 adalah perintah agar kita saling mengenal dengan masyarakat
sekeliling kita, tanpa harus membedakan bangsa, agama, suku ataupun dari
golongan mana individu tersebut berasal. Dengan kata lain salah satu
kewajiban yang diperintahkan oleh Tuhan kepada manusia adalah untuk hidup
bermasyarakat, yang tentunya tidak dapat lepas dari konsep tentang hubungan
antar manusia sebagai individu yang merupakan unsur terkecil dalam membangun
sebuah masyarakat.

Nabi mengajarkan untuk tidak pernah membeda-membedakan seseorang dalam
berinteraksi, baik dengan orang yang berlainan agama maupun dengan suku
bangsa yang telah memerangi beliau dan kemudian kalah. Ini tercermin saat
Nabi berhasil menaklukan semua suku Arab yang ada. Saat itu suku-suku
tersebut bertanya apakah nasib yang akan mereka alami jika tidak menganut
Islam. Kemudian Nabi bersabda: "*jika kamu tetap bertahan memeluk agama dan
kepercayaanmu, hak-hakmu tetap dijamin dan dipelihara. Hak kebebasan memilih
agama, jiwamu, hartamu dan kehormatanmu tetap dijamin. Hak-hak
kewarganegaraan yang diperoleh seorang Muslim haknya sama juga bagimu". *

Sikap dan keputusan Nabi yang tetap menghormati hak-hak individu dalam
kehidupan bermasyarakat ini jugalah yang kemudian di contoh oleh para
Khulafaurrasyidin. Seperti yang dilakukan Umar Ibn Khattab saat menaklukan
penduduk Jarjan. Hal tersebut tercermin dalam salah satu pasal perjanjian
antar Khalifah Umar dengan penduduk Jarjan yang berbunyi *"hak hidup
orang-orang Jarjan, jiwanya, hartanya, kehormatanya, dan kebangsaan serta
kepercayaanya dijamin, Negara tidak akan ikut campur dalam urusan pribadi
mereka".* Jika kita mau untuk melihat dan mengkaji secara mendalam, akan ada
banyak hal yang dapat dipetik dari sikap dan kebijaksanaan yang diambil oleh
Nabi maupun Khalifah Umar tersebut. Salah satu yang sangat menonjol adalah
pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak azasi oleh negara.

Dalam Al Qur'an sendiri Allah memerintahkan kepada setiap manusia untuk
berlaku adil dan menghormati hak azasi sesamanya, hal ini dapat kita lihat
dalam *Surat Al Maidah ayat 8 *yang menyatakan *"**Hai orang-orang yang
beriman, hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakan (kebenaran)
karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali
kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil…….
*". Dari ayat tersebut secara tegas dinyatakan tidak ada alasan yang dapat
membenarkan suatu kaum untuk berlaku tidak adil terhadap kaum yang lainya.
Nabi mempraktekkan perintah yang tercantum dalam Surat Al Maidah tersebut
saat beliau memimpin umatnya di Madinah. Belaiu mengajarkan untuk
menghormati kepada semua warga (negara) Madinah, walupun berbeda agama.
Bahkan Nabi sendiri menjamin adanya hak dan kewajiban yang sama bagi setiap
warga Madinah terhadap negaranya. Seperti hak untuk ikut mempertahankan
wilayah Madinah jika diserang oleh penguasa daerah lain dan hak untuk tetap
menganut Agama dan kepercayaan yang diyakininya.

Dalam konsep kehidupan bermasyarakat sendiri, Agama Islam lebih menekankan
kepada pentingnya kehidupan sosial. Islam mengajarkan tentang pentingnya
persatuan umat manusia, karena manusia tidak mungkin untuk hidup sendiri
secara terpencil. Setiap muslim berkewajiban untuk hidup sebagai umat yang
bersatu, tidak terpecahkan dan saling mengenal satu sama lain, walaupun
berbeda suku, bangsa, agama maupun kepercayaan, karena memang begitulah
salah satu perintah Allah kepada manusia (lihat Al Qur'an Surat Al Hujurat
ayat 13).

Semoga keterangan ini dapat membuat hati saudara2 muslim menjadi SEJUK
kembali...

Contolah Peri laku Nabi Muhamad SAW. Jika Kita Mengaku Diri kita Seorang
Muslimim tentulah Kita akan  Menyadari Bahwa* HIDUP BERDAMPINGAN dan PENUH
KEDAMAIAN.*
*Adalah Perintah yang TERTULIS dalam Al-Quran... Wajib Kita Laksanakan...*

Sungguh Kasian bagi kami2 saudara Muslim mu yang lain..
.Jika Ada kekerasan Yang mengatas namakan Islam.
Karena Islam MELARANG KERAS jalan kekerasan... Jika masih bisa dicapai
dengan jalan Musyawarah.


Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 Hijriyah..
Menjadi Besar dan Akbar.. Semoga disertai Sikap Sabar Dan Ikhlas..


wasalam

Budi Rahayu

Kirim email ke