baca lagi berita di bawah ini baru komentar :

klik ini

yang isinya jelas pendapat walikota singkawang




--- Pada Ming, 7/12/08, alang tjhai <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: alang tjhai <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [Singkawang] Re: Hari ini Patung Naga. Besoknya kuil atau gereja???
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 7 Desember, 2008, 3:16 PM










    
            G setuju banget ama opini Pak Li....cm hiasan patung aje mau 

dirobohkan, bagaimana dengan beribu banyaknya patung2 yg terdapat 

dikuil2?apakah itu jg mesti dirobohkan?G pikir, patung naga itu kan 

bukan hanya cermin dari salah satu aliran agama atau mereka 

matanya "merah" karna yg membangun patung tersebut adalah org 

chinese....atau apakah dibwh patung naga tsb tertulis kalau itu 

adalah patung buat penyembahan agama kong hu cu?

Memang lucu sekali kekalutan kali ini....apa mungkin karna meliat 

negara lain lagi terjadi kerusuhan, jadi pengen jg "cari perhatian" 

dg membuat kerusuhan biarpun dengan dalih yg tidak msk akal?

Sudah lupakah dengaN apa yg tercantum dibwh gambar garuda 

pancasila "BHINEKA TUNGGAL IKA"?Kalo lupa, coba balik lagi buku 

pelajaran, jgn cmn pintarnya buat keruh dimasyarakat.



Alang



--- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Clement Li <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:

>

> Bravo.... bravo... aparat kepolisian, bapak2 Herman Buching, Bong 

Cing Nen dan Noreseng Yosef dan masyarakat Singkawang yg membuat 

pagar betis mengelilinggi patung naga. Terima kasih banyak. Doa dan 

dukungan saya akan selalu bersama kalian.

> 

> Tadinya saya tidak peduli apakah patung naga itu dibongkar atau 

tidak. Tetapi setelah "keramaian" hari Jumaat ini, saya berpendapat 

(sikap saya) patung naga ini harus dipertahankan.

> Kalau hiasan sebuah PATUNG aja mau dirobohkan secara kekerasan - 

what next? kuil? gereja? dsb.

> 

> Sudah bukan masanya utk memaksakan kehendak melalui penggerakan 

massa, melalui kekerasan dan konflik. Kan ada proses hukumnya. Kalo 

terjadi anarki atau pengrusakkan, yg harus di seret, di proses hukum 

dan diusir adalah mereka yg mengimbau utk beramai-ramai ke lokasi 

pembangunan patung naga. Yg menganggu kerukunan umat beragama itu 

siapa? Patung atau mereka ini?

> 

> Mudah2-an yg ingin merobohkan patung naga itu adalah sarjana2. 

Sebagai seorang sarjana, seharusnya mencari tahu dulu apa artinya 

sebuah hiasan patung naga. Kalau tidak ngerti, sebagai seorang 

sarjana, seharusnya cari tahu dulu, seperti bertanya ke bapak Simon 

Takdir.

> 

> Sudah waktunya penduduk kota Singkawang untuk bangkit dan melawan 

mereka yang cuma tahu menyelesaikan perbedaan pendapat atau 

persoalan melalui jalan kekerasan dan konflik - terutam melawan 

mereka yg cuma numpang tinggal di kota Singkawang ( Kalbar pada 

umumnya), yg maunya hanya untuk merusak kerukunan hidup antara tiga 

suku terbesar di Kalbar.

> 

> Can we get along????

> 

> Clement

> 

> --- On Sat, 12/6/08, United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: United Singkawang

>  <[EMAIL PROTECTED]>

> Subject: [Singkawang] [Equator] Ricuh Patung Naga, Nyaris Bentrok

> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

> Date: Saturday, December 6, 2008, 3:23

>  AM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>     

>             Sabtu, 06 Desember 2008 , 12:08:00

>             Ricuh Patung Naga Singkawang

> Dua Kelompok Massa Nyaris Bentrok

> 

> 

>          

>                       

>                                                       

                                

>                                   

>                               

> Kerumunan

> warga memenuhi perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud guna

> menyaksikan aksi pembongkaran patung naga, Jumat (5/12) siang.

> Pembangunan patung di fasilitas umum memicu konflik. Isu agama 

merembes

> masuk. Simbol estetika kota pariwisata bercampur politis.

> 

> 

> 

> Singkawang. Gara-gara pembangunan Patung Naga di perempatan Jalan 

Niaga

> dan Jalan Kempol Mahmud Kota Singkawang, dua kelompok massa nyaris

> bentrok, Jumat (5/12) kemarin. Polisi bertindak cepat, bentrokan 

bisa

> dihindari. Pembangunan Patung Naga untuk sementara dihentikan.

> 

> 

> Ketegangan berawal dari rencana Front Pembela Islam (FPI), Front

> Pembela Melayu (FPM) dan Aliansi LSM Perintis Singkawang ingin

> merobohkan patung naga usai salat Jumat, kemarin. Mereka mendatangi

> tempat Patung Naga yang belum selesai dibuat itu. Aksi ini 

mengundang

> ribuan warga dari penjuru Kota Singkawang dan sekitarnya untuk

> menyaksikan rencana merobohkan patung tersebut.

> 

> 

> Massa dari berbagai elemen mulai berdatangan dan memadati teras 

ruko di

> sekitar TKP sejak pukul 11.00. Mereka langsung membuat pagar betis

> mengelilingi Patung Naga itu. Pihak Polres Singkawang di-back up 

Kompi

> I Pelopor Brimob langsung mengamankan situasi.

> 

> 

> Puncak konsentrasi massa yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas 

itu

> terjadi ketika rombongan FPI, FPM dan Aliansi tiba mengendarai 

pick up

> dilengkapi sound system serta poster bertuliskan aspirasi. Hanya 

saja

> di perempatan Jalan Sejahtera, iring-iringan massa ini dihadang 

Pasukan

> Huru Hara Brimob yang menggunakan tameng, rotan dan senjata laras

> panjang.

> 

> 

> Blokade aparat dan kerumunan massa yang membuat pagar betis semakin

> menghambat pergerakan rombongan yang hendak membongkar patung naga

> setinggi lima meter tersebut. 

> 

> Di sela-sela usaha menerobos blokade, orator FPI meneriakkan 

tuntutan

> dan unek-uneknya. Mereka secara tegas meminta penghentian dan

> pembongkaran patung naga. Alasannya, belum memiliki izin dari 

instansi

> terkait, menyalahi peraturan dan berada di tengah-tengah ruang 

publik.

> "Seret dan proses hukum pengusaha Benny Setiawan yang mendanai

> pembangunan, " seru para pria bersorban dan berkopiah tersebut.

> 

> 

> FPI yang mencapai ratusan orang juga mendapat umpatan dan cacian 

dari

> massa yang tidak dikenali identitasnya. "Ayo! Masuk kalau berani.

> Silakan terobos," teriak sekelompok pemuda yang berbaju lusuh 

tersebut.

> Mengantisipasi adu fisik dengan sigap aparat keamanan melokalisir 

dan

> mengusir para pemuda yang bersuara lantang tersebut.

> 

> 

> Sementara kelompok lain, terkonsentrasi di sekitar patung naga. 

Mereka

> yang berjarak hanya lima meter dari patung naga antara lain Ketua 

III

> DAD Singkawang Herman Buhing, anggota DPRD Bong Cing Nen dan 

Noreseng

> Yosef.

> 

> 

> Karena tidak mengajukan surat pemberitahuan, Waka Polres Singkawang

> Kompol Ridwansyah memerintahkan Aliansi LSM Perintis dan FPM

> membubarkan diri. Sedangkan FPI bertahan hingga pukul 15.00 sesuai 

izin

> yang diberikan. Massa mulai meninggalkan TKP sekitar pukul 14.30

> setelah diarahkan petugas untuk pulang. Masyarakat tidak hanya 

sekadar

> menonton dari jalan. Sebagian bersusah payah mengabadikan momen 

langka

> tersebut dengan handy cam, telepon selular dan kamera dari 

ketinggian

> ruko. 

> 

> 

> Setelah berkoordinasi dengan Polres Singkawang, Ketua DPW FPI

> Singkawang Yudha R Hand bersama FPM dan Aliansi LSM Perintis 

menggelar

> pertemuan di Kantor Pemkot Singkawang. Walaupun diminta untuk 

hadir,

> Wali Kota Singkawang Hasan Karman berhalangan. 

> 

> 

> Demi kondusivitas Singkawang, akhirnya Polres memerintahkan 

penghentian

> sementara pembangunan patung naga di persimpangan Jalan Kempol

> Machmud-Niaga Singkawang. Karena nihil kesepakatan dan keputusan

> tertulis dari Pemkot dan para demonstran, pertemuan akan 

dijadwalkan

> kembali. Dari Pemkot tampak hadir Asisten Kebijakan Pemerintahan 

Sofyan

> Fachri, Kadis Perhubungan Yohanes Urip, Kadis Tata Kota Agus 

Arifin?> dan Kadis PU Sueb A Hamid.

> 

> 

> Sekjen Aliansi LSM M Syaifuddin menyatakan telah melaporkan donator

> pembangunan patung naga Beny Setiawan terkait pengrusakan fasilitas

> umum. Senada dengan itu, Yudha menolak tegas pembangunan patung 

naga di

> fasilitas umum. Sebaliknya, memberi toleransi di rumah ibadah. 

> 

> 

> "Demi keamanan, terpaksa pembangunan patung naga dihentikan 

sementara.

> Dari hasil pembicaraan Kapolres AKBP Parimin Warsito dengan Beny

> Setiawan akhirnya disepakati untuk dihentikan," ujar Kasat Reskrim

> Polres Singkawang AKP Sarjono SH. 

> 

> 

> Sementara itu, di tempat terpisah Ketua DAD Singkawang Aloysius 

Kilim

> menyatakan, mendukung penuh pembangunan yang digagas pemerintah.

> Keamanan diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian dan 

TNI. "Pernyataan

> sikap ini sudah melalui rapat pengurus DAD," ungkapnya.

> 

> 

> Patung naga menurut salah satu warga, Arnol Madasahar sebuah karya 

seni

> yang dihasilkan kebudayaan manusia dan setara dengan karya lainnya.

> "Lebih baik kita saling mawas diri dan saling berkomunikasi demi

> tatanan kehidupan masyarakat plural yang harmonis, berbudaya dan

> bermartabat, " tukasnya. 

> 

> 

> Polemik pendirian patung naga di tengah kota sudah dua kali 

terjadi di

> Singkawang. Pada tahun 2002, duet pengusaha Beny Setiawan dan Iwan

> Gunawan juga gagal merealisasikan pembangunan patung naga karena

> penolakan massa. 

> 

> 

> Naga sebetulnya telah sering dijadikan sebagai ciri khas Kota

> Singkawang. Event sepak bola antar klub se-Kalbar saja menggunakan 

nama

> piala naga. Klub sepak bola Singkawang (Persiwang) pun berjuluk

> 'ksatria naga'. Dalam karnaval juga sering dimunculkan festival 

naga

> dan lainnya.

> 

> 

> Dari pantauan Equator, di perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud 

pada

> Jumat malam semua telah berjalan normal dan lancar. Seluruh 

masyarakat

> sudah beraktivitas dengan normal. "Masyarakat Singkawang haus 

hiburan

> sehingga berbondong-bondong menyaksikan rencana merobohkan patung

> naga," beber Aktivis Gemawan Kalbar Agus Sutomo mengomentari 

fenomena

> membanjirnya ribuan massa yang terkonsetrasi. (man)

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke