Pemerintah juga akan tetap menaikkan
anggaran pendidikan sebanyak 20 persen tahun depan, meskipun krisis
melanda. “Meskipun dewasa ini, dunia mengalami krisis keuangan dan
resesi ekonomi, dan pasti berdampak pada APBN, tapi komitmen kita untuk
mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen akan tetap dijalankan.
Mari kita gunakan 20 persen anggaran pendidikan itu dengan
sebaik-baiknya, dalam arti tepat sasaran, efisien dan efektif dan bebas
dari penyimpangan,” papar SBY. “Pemerintah ingin berikan bukti, bukan
janji,” SBY melanjutkan.
Kepada seluruh gubernur, bupati,
gubernur dan seluruh jajaran pemerintah, Presiden SBY meminta untuk
terus meningkatkan mutu pendidikan. “Saya minta terus tingkatkan mutu
pendidikan, gunakan anggaran dengan tepat. Bebaskan atau ringankan
beban biaya pendidikan bagi saudara-saudara kita yang masih miskin
melalui program BOS, beasiswa dan lain-lainnya. Bantu dan berikan
dukungan kepada para guru,” kata SBY

--- Pada Rab, 3/12/08, deny suhendra <[email protected]> menulis:
Dari: deny suhendra <[email protected]>
Topik: Balasan: [Singkawang] [Equator] Dewan Desak Revisi SK CPNS 2006
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 3 Desember, 2008, 1:09 AM










    
                      Dear All,
  Masalah Pembahasan Tunjangan Fungsional Guru di DPRD Kota Singkawang :
        Pertemuan yang dimulai pukul 14.30  sampai 16. 30 wib bersama antara :  
    -           Komisi C DPRD Kota Singkawang (sebagai moderator bukan  
pengambil keputusan)      -  Pihak Excekutif (Asisten Walikota, Kabag 
Kepegawaian,  Bagian Pembiayaan Keuangan, Bagian Hukum, Dinas Pendidikan dan 
Bawasda Kota) sayangnya  Walikota dan Sekretaris Daerah tidak bisa hadir 
padahal mereka yang kami 
 harapkan untuk mengambil kebijakan tertinggi di pihak excekutif.      
-         Para wakil Guru TMT 1 April  2006 yang didampingi Sekretaris PGRI 
Kota Singkawang            
  HASILNYA :      Pada pertemuan ini, hal yang sama  dengan penjabaran pada 
posting sebelumnya tertulang kembali, Pihak Excekutif tetap bersikeras  
menggunakan PER-26/PB/2006 dan akan menanyakan lagi ke BKN apakah keputusannya  
benar atau salah ?      Padahal kami para guru TMT melalui  situs www.bkn.go.id 
sudah menanyakan hal  ini pada tanggal 5 September 2008 dan hasilnya menyatakan 
kami berhak  mendapatkannya.       Tanggapan dari pihak Kepegawaian  jawaban 
tersebut tidak RESMI tidak  sesuai format untuk bertanya ke BKN (dalam  hati 
kami bertanya apakah situs itu tidak dapat dipercaya sedangkan itu situs  
pemerintah dan sekarang sudah zaman teknologi informasi).      Menanggapi 
masalah pemotongan bangian keuangan mereka  sudah mengakui kesalahannya karena 
mereka mendapatkan peraturan setelah  kenaikan tunjangan (SETELAH 2 TAHUN  
BERJALAN) dan tetap jika keputusan nanti dari BKN, kami mendapat tunjangan  
umum kami harus mengganti kelebihan (padahal 
 bukan kesalahan kami)

  Bagaimana menurut pendapat para anggota milis ini akan nasib guru? 
  
  Terima kasih atas tanggapannya. Amin
  
  
  
United Singkawang
 <uni...@singkawang. us> wrote:                                    
Selasa, 02 Desember 2008 , 02:19:00              Dewan Desak Revisi SK CPNS 2006
  
             Singkawang, Para
 wakil rakyat Kota Singkawang sepakat mendesak Pemkot  merevisi SK CPNS TMT 
2006. Jika revisi terealisasi, otomatis tunjangan  fungsional yang menjadi hak 
ratusan guru harus dibayar.

  "Besok (Selasa, red) kita panggil Pemkot untuk membicarakan revisi ini.  Para 
guru silahkan hadir dengan membawa serta bukti-bukti potongan yang  telah 
berlangsung selama ini," ujar Wakil Ketua DPRD Dadang Suryadi MSi  ketika 
menerima sekitar 30 guru yang belum menerima tunjangan  fungsional, Senin 
(1/12) siang.

  Pernyataan lebih keras mengalir dari bibir anggota DPRD Tambok Pardede  SH. 
Dia menilai para guru CPNS TMT 2006 telah dibohongi mentah-mentah  oleh 
eksekutif. Karena itu, perlu penelusuran terhadap pernyimpangan  administrasi 
negara yang terjadi. "Pemkot yang menugaskan mengajar,  tapi setelah tugas 
dijalankan ternyata guru tidak mendapat haknya.  Formasi penerimaan jelas-jelas 
menyatakan guru, tapi SK sebaliknya,"  sesal Ketua Partai Demokrat Singkawang 
ini.

 
 Senada, anggota DPRD Nicolaus Unung BA menyatakan, SK CPNS guru TMT  2006 
Singkawang mengandung keanehan, tak jelas dan berbeda dengan  kabupaten/kota 
lain. Hanya saja keganjilan itu menjadi muara  penderitaan para pahlawan tanpa 
tanda jasa. "Pokoknya, SK CPNS guru  harus dirubah. Wali Kota beserta 
jajarannya harus dapat menjelaskan  permasalahan ini," tegas anggota DPRD 
Angguang. 

  Kalau kesalahan terletak pada SK, maka Ketua Komisi A Parianto sepakat  SK 
CPNS harus direvisi. Terlebih SK menjadi ganjalan dan penghambat  pembayaran 
tunjangan fungsional. "SK CPNS wajib dirubah. Jika SK tetap  seperti ini dan 
tunjangan kependidikan pada tahun 2009 naik, maka para  guru CPNS TMT 2006 
pasti tidak akan menikmati kenaikan," seru Ketua  Komisi C Suganda Gani SPD  
yang juga sebagai moderator. 

  Anggota DPRD Drs Suswendy menyatakan, tunjangan fungsional sudah  menjadi hak 
para guru. Bahkan hak itu sudah diatur sedemikian rupa  sehingga tidak ada 
alasan bagi
 Pemkot mengabaikannya. "Toh dalam APBD  2007, tunjangan fungsional yang 
melekat pada Dinas Pendidikan  Singkawang sudah terealisasi. Ini jadi presiden 
buruk terhadap dunia  pendidikan," paparnya.

  Sama halnya dengan anggota DPRD Uray Aswandi yang menyatakan, sikap  Pemkot 
sebagai bentuk pembohongan publik. Seharusnya pemerintah daerah  lebih 
memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru. "Ini menyangkut  hidup mati 
para guru di lapangan. Bukan perkara kecilnya, namun  menyangkut hak para 
pendidik," geram pria yang berprofesi guru ini. 
  Sedikitnya 20 guru memenuhi ruang utama DPRD Singkawang guna  mendapatkan 
dukungan dari Dewan terhadap pembayaran tunjangan  fungsional. Penundaan 
pembayaran tunjangan fungsional menimbulkan  keraguaan status guru yang mereka 
sandang. Bahkan para pendidik ini  merasa seperti penjaga sekolah maupun 
pekerja tata usaha. "SK CPNS dan  PNS kami sedikitpun tidak menyebutkan guru. 
Sebaliknya hanya  mencantumkan unit kerja di sekolah
 tertentu," guman mereka.

  Kekacauan administrasi Pemkot dan kesalahan pembuatan SK berdampak  begitu 
besar. Sebagian guru mendapatkan tunjangan kependidikan sebesar  Rp 327 ribu 
sampai sekarang sejak ada kenaikan tunjangan. Sebagian lagi  mendapatkan 
tunjangan, tapi kemudian dipotong. Bahkan ada yang pernah  dipotong, kemudian 
dibayarkan lagi. Tetapi tidak mengembalikan yang  dipotong. "Semua CPNS TMT 
2006 tidak mendapatkan uang rapel kenaikan  tunjangan tenaga kependidikan 
sebesar Rp 100 ribu selama 18 bulan. Ini  menjadi permasalahan awal sehingga 
kami berkali-kali mendatangi Pemkot,  baik itu Wali Kota, Wakil Wali Kota, 
Sekda, Kepala Dinas Pendidikan,  Bawasko dan Kepala Bagian Kepegawaian. Namun 
semua terasa sia-sia,"  beber para guru. 

  Dalam audensi tersebut, para guru juga mengeluarkan empat desakan.  Pertama, 
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Singkawang diminta merevisi SK  CPNS dan PNS 
dengan mencantumkan kalimat "Sebagai guru yang ditugaskan 
 mengajar" di unit-unit sekolah. Kedua, tunjangan fungsional tetap  dibayarkan 
beserta kenaikan tunjangan fungsional yang belum dibayarkan,  karena segala 
kesalahan administrasi terletak pada Pemkot. Ketiga,  tidak ada pemotongan 
tunjangan fungsional dengan dalih mengganti  kelebihan pembayaran tunjangan 
umum yang sudah diperoleh. Karena,  selama ini para guru TMT 2006 sudah 
mendapat tunjangan fungsional sejak  masih CPNS dan bukan tunjangan umum. 
Terakhir, para guru yang sudah  dipotong tunjangan fungsionalnya berharap 
dibayarkan kembali.

  Pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit tersebut berlangsung tertib  dan 
lancar. Petugas Polres Singkawang turut memonitor dan mengawal dari  awal 
hingga audensi berakhir. (man)                                                  
                                                                  

                            
 
        Sikap Peduli Lingkungan?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke