Pemerintah Kalimantan Barat (Kalbar) telah menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Kalbar atau Visit Kalbar 2010. Kota Singkawang, sebagai salah satu ikon pariwisata Kalbar, diharapkan mampu berperan besar untuk menyukseskan agenda tersebut. Singkawang, yang selama ini terkenal dengan wisata religi Tahun Baru Imlek dengan tradisi Cap Go Meh, diharapkan mampu menjadi daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke Kalbar.
"Semua harus bersemangat. Kita sudah mencanangkan Visit Indonesia 2008 dengan target 7 juta wisatawan mancanegara. Kalbar sendiri sudah mencanangkan Visit Kalbar 2010. Agenda yang membutuhkan semangat yang besar untuk bisa sukses," kata Direktur Promosi Dalam Negeri Depbudpar Fathul Bahri pada Festival Singkawang 2008 yang dibuka oleh Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya di Taman Burung Kota Singkawang, Jumat (14/11). Sebagai kota tujuan wisata, Kota Singkawang harus mampu memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Pusat-pusat penjualan cendera mata diperlukan agar memudahkan wisatawan mendapatkan cendera mata yang mereka inginkan. Begitu juga pusat-pusat kuliner. "Fasilitas itu tidak perlu mewah, tapi harus tertata rapi dan bersih," katanya. Sayangnya, Festival Singkawang yang berlangsung pada 14-16 November terasa minim informasi. Dari Bandara Supadio, Pontianak sampai masuk hotel di Kota Singkawang tak ada selembar pun petunjuk tentang Festival Singkawang. Spanduk hanya terlihat dipasang melingkari Taman Burung yang menjadi lokasi festival. Meski minim informasi, penyelenggaraan Festival Singkawang 2008 bisa dibilang sukses dalam menarik perhatian masyarakat Kota Singkawang. Setiap malam masyarakat berjubel memenuhi arena festival. Stan-stan yang tersedia pun terisi semua. Menurut Kasubdit Promosi Tujuan Wisata III (Sulawesi, Kalimantan) Suriansyah, Festival Singkawang dititikberatkan pada pameran produk wisata dan kuliner. Namun, pihak penyelenggara pun menyediakan panggung untuk pertunjukan musik dan tarian. Saat tampil di panggung, Fathul berkali-kali membangkitkan semangat para pejabat dan masyarakat Singkawang yang berjubel memenuhi Taman Burung dengan teriakan "Pasti Singkawang! Pasti Singkawang! Pasti Singkawang!". Maksudnya, wisatawan yang datang ke Kalbar pasti ke Singkawang. Masyarakat pun membalasnya dengan meneriakkan seruan yang sama. Wagub Kalbar Christiandy mengatakan, citra Singkawang sebagai kota amoy, kota seribu kuil, dan kota pariwisata akan membuat wisatawan merasa belum lengkap kalau belum datang ke Singkawang. "Ini sesuai moto 'Pasti ke Singkawang'," ujarnya. Dia berharap, masyarakat Singkawang dapat tumbuh sebagai masyarakat pariwisata, yaitu masyarakat yang ramah dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap wisatawan, dan masyarakat yang mampu memelihara kualitas objek wisata. Sementara itu, Wali Kota Singkawang Hasan Karman mengatakan, pariwisata Singkawang akan berkembang cepat jika pembangunan bandar udara bisa diwujudkan. Wisatawan yang selama ini turun di Bandara Supadio mengeluhkan perjalanan darat yang cukup jauh untuk sampai ke Singkawang. Kota Singkawang terkenal dengan wisata religi yaitu perayaan Tahun Baru Imlek dengan tradisi Cap Go Meh dengan ritus tatung atau louya. "Kita bersyukur masyarakat Singkawang yang terdiri dari etnis Tionghoa, Melayu, dan Dayak mampu menjaga kerukunan, sehingga kota ini aman dan tenteram. Ini modal kita untuk menjadikan Singkawang sebagai tujuan wisata yang ideal," kata Karman. Pantai Pasir Panjang yang berjarak 17 km dari Kota Singkawang adalah salah satu objek wisata alam yang melengkapi kekayaan wisata Singkawang. Di kawasan pantai yang berpasir putih ini sudah tersedia beberapa hotel. Menurut Ari Wahyudi, Marketing & Operational Palapa Beach Hotel, wisman yang datang ke sini umumnya dari Eropa, tapi jumlahnya masih sangat terbatas. Mereka menghabiskan waktu dengan berjemur di pantai. Bagi masyarakat Sengkawang dan sekitarnya, Pantai Pasir Panjang menjadi salah satu tempat untuk menghabiskan masa liburan. Sayangnya, bangunan gapura sebagai pintu masuk objek pantai tidak terawat. Panel-panel kayu banyak yang membusuk dan terlepas. Rumput liar tumbuh tak teratur hampir menutupi jalan. Pemandangan yang tidak menarik tersebut memberi kesan kalau objek Pantai Pasir Panjang yang kini sudah banyak dikapling kaum berduit itu tak terawat baik. (Laurentius Chen) Sumber : Suara Karya Online Sabtu, 22 Nopember 2008
