Sabtu, 28 Maret 2009 , 10:16:00
*Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita*
<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=16983#>

 SINGKAWANG – Organisasi pecinta lingkungan sedunia melakukan sebuah voting
di internet dengan dua tema terkait penyelamatan bumi dari kehancuran dan
kepunahan, akibat penggunaan energi fosil bahan bakar listrik. Yakni Global
Warming dan Keep Earth. Dari dua vote tersebut, terpilihlah Keep Earth.
Salah satu aksi yang dilakukan menindaklanjuti itu, adalah dengan mematikan
listrik selama satu jam pemakaian. Pemerintah Kota Singkawang lewat Badan
Lingkungan Hidup pun bereaksi. BLH mengajak masyarakat untuk bersama-sama
mematikan penggunaan listrik pada Sabtu (28/3) mulai dari jam 22.00 sampai
dengan 23.00 WIB. “Kalau di dunia mulai dari pukul 20.30 sampai dengan 21.30
WIB. Namun, kita sesuaikan dengan kondisi Kota Singkawang pada malam minggu.
Makanya pada tanggal 28 Maret mulai jam 22.00 sampai dengan 23.00 WIB kita
bersama mematikan penggunaan listrik,” kata Kepala BLH Kota Singkawang Ramzy
Nurdin kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Mengapa tanggal 28 malam? Ramzy menjelaskan, hal itu sudah merupakan
kesepakatan seluruh dunia sebelumnya dalam pertemuan yang diadakan di Bali
beberapa waktu lalu yang membahas masalah lingkungan hidup. Meskipun, hari
lingkungan hidup sedunia jatuh pada tanggal 5 Juni. Ia menambahkan, tujuan
mematikan penggunaan listrik selama satu jam tersebut, merupakan wujud
solidaritas terhadap penghematan energi yang tak terbarukan, yang selama ini
digunakan untuk mesin pembangkit tenaga listrik.
“Energi fosil merupakan sumber energi yang tak terbarukan. Kalau digunakan
terus maka akan habis,” jelas Ramzy. Ia menambahkan, hal itu juga untuk
menggugah kepedulian masyarakat kepada bumi. Dan juga agar masyarakat bisa
melakukan tindakan nyata dalam rangka menyelamatkan bumi. Ramzy berharap,
jika sudah dimatikan nanti, jangan ada masyarakat yang menggunakan mesin
genset. “Genset juga menggunakan bahan bakar dari sumber energi fosil.
Lagipula, mematikan penggunaan listrik tersebut hanya satu jam saja,”
katanya. Menurut dia, pemerintah sudah memberikan surat edaran kepada
Struktur Kerja Perangkat Daerah yang ada di Singkawang terkait masalah ini.
Ia mengungkapkan, hal itu supaya bisa diketahui oleh seluruh pegawai negeri
dan keluarganya.

Menurutnya lagi Pemkot Singkawang sudah bekerjasama dengan PLN Cabang
Singkawang. Katanya, PLN diajak untuk mengkoordinasi mematikan listrik
selama satu jam tersebut. Jika pun listrik masih dihidupkan, maka masyarakat
harus tetap mematikan sendiri listrik di rumah masing-masing. Wali Kota
Singkawang Hasan Karman melalui Kepala BLH mengimbau kepada semua masyarakat
untuk bersama-sama mendukung langkah ini. “Kepada semua masyarakat
Singkawang dan sekitarnnya, pada Malam Minggu tanggal 28 Maret 2009, untuk
mematikan listrik mulai dari pukul 22.00 sampai dengan 23.00 WIB di rumah,
toko tempat hiburan dan lainnya. Kita ingin menggugah hati masyarakat, untuk
sama-sama agar bisa menyelamatkan bumi dari kepunahan dengan cara melakukan
penghematan bahan bakar yang bersumber dari energi fosil yang tak
terbarukan. Mari bersama-sama melakukannya, agar nanti anak cucu kita tidak
kehabisan sumber energi tersebut,” imbau Wali Kota melalui BLH. (ody)

Kirim email ke