Bung Ardy, Saya kira Anda tentu tahu pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, trias politica (eksekutif, legislatif & yudikatif) juga tahu struktur kerja dan pembagian fungsi suatu lembaga. Pertamina misalnya, tentu induknya ke MenBUMN, begitu juga PLN karena pemilik sahamnya (seluruh atau terbesar) adalah pemerintah. Untuk PDAM, tentunya pemiliknya pemerintah daerah karena merupakan perusahaan daerah.
Nah, masalah listrik memang pelik. Pemerintah daerah bisa saja memperjuangkannya, tapi tetap tidak berdaya karena PLN bukan perusahaan daerah. Bila ingin dialiri listrik, kepala daerah harus melobi ke pemerintah pusat. Dan itupun direksi PLN tentu punya agenda dan planning-nya sendiri sesuai program dari pemerintah (pusat). Bila ingin daerah cukup listrik, pemda bisa saja mengupayakannya dengan modal sendiri dan berkoordinasi dengan PLN teknisnya di lapangan. Mungkin uraian saya ada yang kurang benar, harap dikoreksi bila ada. Terima kasih. Salam, Hendra B. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: ardy prasetya <[email protected]> Date: Mon, 30 Mar 2009 23:04:20 To: <[email protected]> Subject: RE: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita Maaf (mohon dibenarkan kalau saya salah), saya tidak tahu persis bagaimana detail atau prosedur pembagian kekuasaan/wewenang antara sebuah pemerintah kota dengan sebuah perusahaan negara yang bekerja di kota tersebut, tapi saya rasa tidak logis / tidak fair kalau dikatakan permasalahan listrik di sebuah kota tidak ada urusannya dengan pemerintah kota tersebut. Bagaimanapun, saya rasa semuanya saling berurusan. Menjadi pemerintah dari sebuah kota seharusnya dan memang sudah tugasnya untuk berurusan dengan isu-isu perkotaan seperti itu, entah itu listrik, bbm, air, ataupun elemen-elemen lainnya. Apalagi di zaman seperti ini, adekuasi listrik sudah menjadi salah satu prasyarat primer perkembangan rumah tangga sebuah komunitas yang kontemporer. Listrik tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu elemen fundamental dalam sebuah kota. Bagaimana mungkin tidak ada urusan dengan pemerintahnya ? Menjadi pemerintah kota yang ideal dan solid menurut saya, seharusnya mengurusi segala yang berhubungan dengan kelangsungan perkembangan kota tersebut. Termasuk juga terhadap isu-isu penghematan dan “pembocoran” bahan bakar seperti kabar angin yang pernah beredar. Bukan tidak mungkin akan ada prasangka negatif bahwa malah ada oknum-oknum pemerintah kota sendiri yang “berkoordinasi” dan berkonspirasi dengan oknum-oknum lembaga negara penyedia listrik itu. Yah, kita sama-sama tahu saja, atau mungkin sama-sama “tidak tahu” saja. Mungkin semuanya perlu kembali ke inisiasi dan koordinasi yang lebih sehat dan efektif antara lembaga-lembaga negara yang bekerja, bukannya saling lempar tanggung jawab.Tidak tahu, mungkin tradisi / sifat hipokrit bangsa kita barangkali yang sekian lama membentuk mental seperti itu. Kalau ada kemajuan atau keunggulan, saling mengklaim sebagai hasil kerja sendiri / kelompok sendiri, kalau ada kelemahan atau kesalahan, saling lempar tanggung jawab.Jika kita mengganggap kota adalah sebuah sistem (sosial, ekonomi, budaya, ekologi, dsb), kata-kata Soekarno tahun 1950an yang masih segar dalam ingatan saya (soalnya baru saya baca beberapa hari yang lalu) mungkin akan bisa jadi solusi untuk isu-isu seperti itu, bahwa dalam sebuah sistem, perlu ada pemimpin yang mampu memutuskan, dan kepemimpinan itu amat penting bagi sebuah sistem. Jika variabel sistem itu adalah Kota Singkawang, maka apakah variabel pemimpinnya ? Pemerintah kota atau perusahaan penyedia listrik ? jangan-jangan tidak ada yang mau ngaku juga. Heheheheheh. Ya sudahlah. Regards. To: [email protected] From: [email protected] Date: Mon, 30 Mar 2009 10:46:32 +0000 Subject: Re: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita Dear Eugenia, Yang pasti ini sih bukan urusannya Pemkot, tapi PLN sebagai perusahaan penyedia listrik bagi rakyat. Nah, moga saja pemadaman yang secara teknis memang logis ini tidak dimanfaatkan oknumnya sebagai lahan buat pribadi. Kita semua tahu kalau listrik padam sekian waktu maka juga akan hemat sekian liter. Penghematan ini harus riil, bukan "bocor" ke oknum. Salam, Hendra B. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: eugenia wu Date: Sun, 29 Mar 2009 20:46:52 -0700 (PDT) To: <[email protected]> Subject: Re: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita Iya, harusnya Singkawang mendapatkan penghargaan tuh akan kepeduliaannya terhadap lingkungan :) / penghematan energi maupun air :) From: ardy prasetya <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, March 30, 2009 1:40:36 AM Subject: RE: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita Heheheh. Ironis yang berdarah-darah. Regards. To: [email protected] From: [email protected] Date: Sun, 29 Mar 2009 16:59:49 +0000 Subject: Re: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita Benar, Bung Ardy.. Makanya saya tidak ikutin aksi keep earth kemarin, abis tiap 5 hari rumahku dapat jatah pemadaman 3-4 jam, lebih lama dari aksi keep earth kemarin, he-he.. Saya pun dari dulu tidak pakai genset, yang Honda punya mahal sih, ngak kejangkau.. Salam, Hendra Bong. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: ardy prasetya Date: Sun, 29 Mar 2009 23:56:17 +0700 To: <singkaw...@yahoogro ups.com> Subject: RE: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita Hm ? Bukannya di Singkawang memang sering ada Earth Hour bergilir ? To: singkaw...@yahoogro ups.com From: w...@singkawang. us Date: Sat, 28 Mar 2009 19:23:45 +0700 Subject: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita Sabtu, 28 Maret 2009 , 10:16:00Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita SINGKAWANG – Organisasi pecinta lingkungan sedunia melakukan sebuah voting di internet dengan dua tema terkait penyelamatan bumi dari kehancuran dan kepunahan, akibat penggunaan energi fosil bahan bakar listrik. Yakni Global Warming dan Keep Earth. Dari dua vote tersebut, terpilihlah Keep Earth. Salah satu aksi yang dilakukan menindaklanjuti itu, adalah dengan mematikan listrik selama satu jam pemakaian. Pemerintah Kota Singkawang lewat Badan Lingkungan Hidup pun bereaksi. BLH mengajak masyarakat untuk bersama-sama mematikan penggunaan listrik pada Sabtu (28/3) mulai dari jam 22.00 sampai dengan 23.00 WIB. “Kalau di dunia mulai dari pukul 20.30 sampai dengan 21.30 WIB. Namun, kita sesuaikan dengan kondisi Kota Singkawang pada malam minggu. Makanya pada tanggal 28 Maret mulai jam 22.00 sampai dengan 23.00 WIB kita bersama mematikan penggunaan listrik,” kata Kepala BLH Kota Singkawang Ramzy Nurdin kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin. Mengapa tanggal 28 malam? Ramzy menjelaskan, hal itu sudah merupakan kesepakatan seluruh dunia sebelumnya dalam pertemuan yang diadakan di Bali beberapa waktu lalu yang membahas masalah lingkungan hidup. Meskipun, hari lingkungan hidup sedunia jatuh pada tanggal 5 Juni. Ia menambahkan, tujuan mematikan penggunaan listrik selama satu jam tersebut, merupakan wujud solidaritas terhadap penghematan energi yang tak terbarukan, yang selama ini digunakan untuk mesin pembangkit tenaga listrik. “Energi fosil merupakan sumber energi yang tak terbarukan. Kalau digunakan terus maka akan habis,” jelas Ramzy. Ia menambahkan, hal itu juga untuk menggugah kepedulian masyarakat kepada bumi. Dan juga agar masyarakat bisa melakukan tindakan nyata dalam rangka menyelamatkan bumi. Ramzy berharap, jika sudah dimatikan nanti, jangan ada masyarakat yang menggunakan mesin genset. “Genset juga menggunakan bahan bakar dari sumber energi fosil. Lagipula, mematikan penggunaan listrik tersebut hanya satu jam saja,” katanya. Menurut dia, pemerintah sudah memberikan surat edaran kepada Struktur Kerja Perangkat Daerah yang ada di Singkawang terkait masalah ini. Ia mengungkapkan, hal itu supaya bisa diketahui oleh seluruh pegawai negeri dan keluarganya. Menurutnya lagi Pemkot Singkawang sudah bekerjasama dengan PLN Cabang Singkawang. Katanya, PLN diajak untuk mengkoordinasi mematikan listrik selama satu jam tersebut. Jika pun listrik masih dihidupkan, maka masyarakat harus tetap mematikan sendiri listrik di rumah masing-masing. Wali Kota Singkawang Hasan Karman melalui Kepala BLH mengimbau kepada semua masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah ini. “Kepada semua masyarakat Singkawang dan sekitarnnya, pada Malam Minggu tanggal 28 Maret 2009, untuk mematikan listrik mulai dari pukul 22.00 sampai dengan 23.00 WIB di rumah, toko tempat hiburan dan lainnya. Kita ingin menggugah hati masyarakat, untuk sama-sama agar bisa menyelamatkan bumi dari kepunahan dengan cara melakukan penghematan bahan bakar yang bersumber dari energi fosil yang tak terbarukan. Mari bersama-sama melakukannya, agar nanti anak cucu kita tidak kehabisan sumber energi tersebut,” imbau Wali Kota melalui BLH. (ody) Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. Windows Live Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. Windows Live _________________________________________________________________ Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly. http://www.get.live.com/wl/all
