Tuan Hendra,Tidak heran negeri kita susah
maju karena selalu terkungkung oleh paradigma dan aturan-aturan pragmatis yang
dibuat sendiri seperti sedang membuat tali untuk mengikat kaki dan tangan kita
sendiri, bahkan sekaligus menyumpal mulut kita. Kembali ke pemerintah kota,
jika kita sudah beranggapan bahwa pemerintah kita tidak akan berdaya, maka
yakinlah mereka sungguh tidak akan pernah mengeluarkan daya mereka untuk kita.
Saya agak kecewa jika pada akhirnya kita telah susah-susah berjuang demi
demokrasi yang terus diagung-agungkan selama belasan tahun ini, demi memilih
pemerintah kita sendiri, namun akhirnya tetap menghasilkan pemerintah yang
tidak berdaya. Perlu diingat merekalah yang kita gaji buat memikirkan dan
memperjuangkan hidup kita yang lebih baik. Bukan kita yang mereka gaji. Masih
saja terus gelap gulita. Masa harus kita yang berpikir untuk mereka tentang apa
yang harus mereka lakukan. Kalau begitu, mendingan kita saja yang gantiin
mereka di sana. Bukan begitu ?Sepertinya pasrah sekali kita
melihat mereka. Malah jadi kasihan ya. Bayangkan saja, tak berdaya loh.
Harusnya kita yang kasihan setiap 5 hari sekali panas-panasan dan gelap-gelapan
3-4 jam. Eh sekarang malah terbalik, sepertinya mereka yang lebih kasihan dan
harus kita support. Ironis.Kalau begitu bisa dibilang kita
seperti menunggu angin lewat saja, kalau sudah lewat ya sudah, toh tak bisa
apa-apa. Kalau begitu omong kosong saja tentang pemberdayaan dan otonomi
daerah, pemekaran dan segala kotoran-kotoran lainnya kalau akhirnya balik lagi
ke
pusat. Omong kosong saja PLN sudah jadi persero yang bisa saja jadi perusahaan
daerah kalau akhirnya balik lagi ke pusat. Pusat, pusat, pusat terus saja.
Seperti daerah bukan bagian dari negara saja, jadinya harus ngemis-ngemis. Tak
heran ada yang meramalkan negeri ini bakal pecah suatu saat nanti. Ngomongin
integrasi, keadilan dan ketahanan nasional segala. Retorik. Taik kucing lah.
Masa harus
dibilang bahwa semua elemen pemerintah dan calon pemerintah tak lain hanya
kaum-kaum oportunis yang memanfaatkan keadaan sesat seperti ini untuk mengeruk
kekayaan bagi diri sendiri dan kelompoknya. Harusnya mereka tahu, jika ingin
memimpin dan memerintah di saat seperti ini, harus siap miskin.Mohammad Hatta
mengatakan bahwa
pekerjaan para pemimpin tak lain tak bukan adalah menjalankan dan mengalirkan
apa yang hidup di hati rakyat. Dan itu semua tak lain adalah harapan.Kalau
memang harus mengupayakan,
memperjuangkan, menggali, memanjat, memohon, menggaruk, mengemis sekalipun,
atau apa sajalah suka-suka, ya
lakukanlah. Saya rasa itu yang ditunggu dan diharapkan oleh masyarakat, oleh
rakyat. Mungkin itu juga yang diharapkan oleh Tuan Hendra. Tak perlu basa-basi
yang lain.. Masa tidak berdaya sih.Terkatung-katung saja Singkawang.
Sungguh menyedihkan.
Regards.
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 30 Mar 2009 16:26:17 +0000
Subject: Re: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Bung Ardy,
Saya kira Anda tentu tahu pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan
pemerintah daerah, trias politica (eksekutif, legislatif yudikatif) juga tahu
struktur kerja dan pembagian fungsi suatu lembaga. Pertamina misalnya, tentu
induknya ke MenBUMN, begitu juga PLN karena pemilik sahamnya (seluruh atau
terbesar) adalah pemerintah. Untuk PDAM, tentunya pemiliknya pemerintah daerah
karena merupakan perusahaan daerah.
Nah, masalah listrik memang pelik. Pemerintah daerah bisa saja
memperjuangkannya, tapi tetap tidak berdaya karena PLN bukan perusahaan daerah.
Bila ingin dialiri listrik, kepala daerah harus melobi ke pemerintah pusat. Dan
itupun direksi PLN tentu punya agenda dan planning-nya sendiri sesuai program
dari pemerintah (pusat).
Bila ingin daerah cukup listrik, pemda bisa saja mengupayakannya dengan modal
sendiri dan berkoordinasi dengan PLN teknisnya di lapangan.
Mungkin uraian saya ada yang kurang benar, harap dikoreksi bila ada.
Terima kasih.
Salam,
Hendra B.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: ardy prasetya
Date: Mon, 30 Mar 2009 23:04:20 +0700
To: <[email protected]>
Subject: RE: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Maaf (mohon dibenarkan kalau saya salah), saya tidak
tahu persis bagaimana detail atau prosedur pembagian kekuasaan/wewenang antara
sebuah pemerintah kota dengan sebuah perusahaan negara yang bekerja di kota
tersebut, tapi saya rasa tidak logis / tidak fair kalau dikatakan permasalahan
listrik di sebuah kota tidak ada urusannya dengan pemerintah kota tersebut.
Bagaimanapun, saya rasa semuanya saling berurusan. Menjadi pemerintah dari
sebuah kota seharusnya dan memang sudah tugasnya untuk berurusan dengan isu-isu
perkotaan seperti itu, entah itu listrik, bbm, air, ataupun elemen-elemen
lainnya. Apalagi di zaman seperti ini, adekuasi listrik sudah menjadi salah
satu prasyarat primer perkembangan rumah tangga sebuah komunitas yang
kontemporer. Listrik tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu elemen
fundamental dalam sebuah kota. Bagaimana mungkin tidak ada urusan dengan
pemerintahnya ? Menjadi pemerintah kota yang ideal dan solid menurut saya,
seharusnya mengurusi segala yang berhubungan dengan kelangsungan perkembangan
kota tersebut. Termasuk juga terhadap isu-isu penghematan dan “pembocoran”
bahan bakar seperti kabar angin yang pernah beredar. Bukan tidak mungkin akan
ada prasangka negatif bahwa malah ada oknum-oknum pemerintah kota sendiri yang
“berkoordinasi” dan berkonspirasi dengan oknum-oknum lembaga negara penyedia
listrik itu. Yah, kita sama-sama tahu saja, atau mungkin sama-sama “tidak tahu”
saja. Mungkin semuanya perlu kembali ke inisiasi dan koordinasi yang lebih
sehat dan efektif antara lembaga-lembaga negara yang bekerja, bukannya saling
lempar tanggung jawab.
Tidak tahu, mungkin tradisi / sifat hipokrit bangsa kita barangkali yang sekian
lama membentuk mental seperti itu. Kalau ada kemajuan atau keunggulan, saling
mengklaim sebagai hasil kerja sendiri / kelompok sendiri, kalau ada kelemahan
atau kesalahan, saling lempar tanggung jawab.Jika kita mengganggap kota adalah
sebuah sistem (sosial, ekonomi, budaya, ekologi, dsb), kata-kata Soekarno tahun
1950an yang masih segar dalam ingatan saya (soalnya baru saya baca beberapa
hari yang lalu) mungkin akan bisa jadi solusi untuk isu-isu seperti itu, bahwa
dalam sebuah sistem, perlu ada pemimpin yang mampu memutuskan, dan kepemimpinan
itu amat penting bagi sebuah sistem. Jika variabel sistem itu adalah Kota
Singkawang, maka apakah variabel pemimpinnya ? Pemerintah kota atau perusahaan
penyedia listrik ? jangan-jangan tidak ada yang mau ngaku juga. Heheheheheh. Ya
sudahlah.
Regards.
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 30 Mar 2009 10:46:32 +0000
Subject: Re: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Dear Eugenia,
Yang pasti ini sih bukan urusannya Pemkot, tapi PLN sebagai perusahaan penyedia
listrik bagi rakyat. Nah, moga saja pemadaman yang secara teknis memang logis
ini tidak dimanfaatkan oknumnya sebagai lahan buat pribadi. Kita semua tahu
kalau listrik padam sekian waktu maka juga akan hemat sekian liter. Penghematan
ini harus riil, bukan "bocor" ke oknum.
Salam,
Hendra B.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: eugenia wu
Date: Sun, 29 Mar 2009 20:46:52 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Iya, harusnya Singkawang mendapatkan penghargaan tuh akan kepeduliaannya
terhadap lingkungan :) / penghematan energi maupun air :)
From: ardy prasetya <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, March 30, 2009 1:40:36 AM
Subject: RE: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Heheheh. Ironis yang berdarah-darah.
Regards.
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Sun, 29 Mar 2009 16:59:49 +0000
Subject: Re: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Benar, Bung Ardy..
Makanya saya tidak ikutin aksi keep earth kemarin, abis tiap 5 hari rumahku
dapat jatah pemadaman 3-4 jam, lebih lama dari aksi keep earth kemarin, he-he..
Saya pun dari dulu tidak pakai genset, yang Honda punya mahal sih, ngak
kejangkau..
Salam,
Hendra Bong.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: ardy prasetya
Date: Sun, 29 Mar 2009 23:56:17 +0700
To: <singkaw...@yahoogro ups.com>
Subject: RE: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Hm ? Bukannya di Singkawang memang sering ada Earth Hour bergilir ?
To: singkaw...@yahoogro ups.com
From: w...@singkawang. us
Date: Sat, 28 Mar 2009 19:23:45 +0700
Subject: [Singkawang] [PP] Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
Sabtu, 28 Maret 2009 , 10:16:00Aksi Keep Earth, 1 Jam Singkawang Gelap Gulita
SINGKAWANG – Organisasi pecinta lingkungan sedunia melakukan sebuah voting di
internet dengan dua tema terkait penyelamatan bumi dari kehancuran dan
kepunahan, akibat penggunaan energi fosil bahan bakar listrik. Yakni Global
Warming dan Keep Earth. Dari dua vote tersebut, terpilihlah Keep Earth. Salah
satu aksi yang dilakukan menindaklanjuti itu, adalah dengan mematikan listrik
selama satu jam pemakaian. Pemerintah Kota Singkawang lewat Badan Lingkungan
Hidup pun bereaksi. BLH mengajak masyarakat untuk bersama-sama mematikan
penggunaan listrik pada Sabtu (28/3) mulai dari jam 22.00 sampai dengan 23.00
WIB. “Kalau di dunia mulai dari pukul 20.30 sampai dengan 21.30 WIB. Namun,
kita sesuaikan dengan kondisi Kota Singkawang pada malam minggu. Makanya pada
tanggal 28 Maret mulai jam 22.00 sampai dengan 23.00 WIB kita bersama mematikan
penggunaan listrik,” kata Kepala BLH Kota Singkawang Ramzy Nurdin kepada
wartawan di ruang kerjanya kemarin.
Mengapa tanggal 28 malam? Ramzy menjelaskan, hal itu sudah merupakan
kesepakatan seluruh dunia sebelumnya dalam pertemuan yang diadakan di Bali
beberapa waktu lalu yang membahas masalah lingkungan hidup. Meskipun, hari
lingkungan hidup sedunia jatuh pada tanggal 5 Juni. Ia menambahkan, tujuan
mematikan penggunaan listrik selama satu jam tersebut, merupakan wujud
solidaritas terhadap penghematan energi yang tak terbarukan, yang selama ini
digunakan untuk mesin pembangkit tenaga listrik.
“Energi fosil merupakan sumber energi yang tak terbarukan. Kalau digunakan
terus maka akan habis,” jelas Ramzy. Ia menambahkan, hal itu juga untuk
menggugah kepedulian masyarakat kepada bumi. Dan juga agar masyarakat bisa
melakukan tindakan nyata dalam rangka menyelamatkan bumi. Ramzy berharap, jika
sudah dimatikan nanti, jangan ada masyarakat yang menggunakan mesin genset.
“Genset juga menggunakan bahan bakar dari sumber energi fosil. Lagipula,
mematikan penggunaan listrik tersebut hanya satu jam saja,” katanya. Menurut
dia, pemerintah sudah memberikan surat edaran kepada Struktur Kerja Perangkat
Daerah yang ada di Singkawang terkait masalah ini. Ia mengungkapkan, hal itu
supaya bisa diketahui oleh seluruh pegawai negeri dan keluarganya.
Menurutnya lagi Pemkot Singkawang sudah bekerjasama dengan PLN Cabang
Singkawang. Katanya, PLN diajak untuk mengkoordinasi mematikan listrik selama
satu jam tersebut. Jika pun listrik masih dihidupkan, maka masyarakat harus
tetap mematikan sendiri listrik di rumah masing-masing. Wali Kota Singkawang
Hasan Karman melalui Kepala BLH mengimbau kepada semua masyarakat untuk
bersama-sama mendukung langkah ini. “Kepada semua masyarakat Singkawang dan
sekitarnnya, pada Malam Minggu tanggal 28 Maret 2009, untuk mematikan listrik
mulai dari pukul 22.00 sampai dengan 23.00 WIB di rumah, toko tempat hiburan
dan lainnya. Kita ingin menggugah hati masyarakat, untuk sama-sama agar bisa
menyelamatkan bumi dari kepunahan dengan cara melakukan penghematan bahan bakar
yang bersumber dari energi fosil yang tak terbarukan. Mari bersama-sama
melakukannya, agar nanti anak cucu kita tidak kehabisan sumber energi
tersebut,” imbau Wali Kota melalui BLH. (ody)
Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you
want. Windows Live
Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you
want. Windows Live
Share your beautiful moments with Photo Gallery. Windows Live Photo Gallery
_________________________________________________________________
Join the Fantasy Football club and win cash prizes here!
http://fantasyfootball.id.msn.com