lho baru tahu? yup ZA digunakan salah satu fungsinya sebagai substrat 
mikrobanya. waktu itu aku pernah praktikum membuat nata dengan memakai ZA dan 
tanpa memakai ZA hasilnya, yang tanpa memakai ZA nata de coconya malah nggak 
terbentuk. 
dalam pembuatan nata de coco juga dilakukan perebusan didalam air mendidih 
sebanyak tiga kali guna mematikan bakteri dan membersihkan zat-zat yang tidak 
boleh dikonsumsi seperti ZA itu. yang saya tahu sih seperti itu.

aryaca agoes <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ----- Forwarded Message ----
From: dewi widiana 
To: acih bagas 
Cc: fani ; haryono ngger ; puk musashi ; sarah hidanah ; agus ariyanto ; mela 
megawati ; widi astuti 
Sent: Wednesday, December 13, 2006 1:29:18 PM
Subject: Fwd: [-TOBAR-] Nata de Coco



Note: forwarded message attached.


Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. Saya baru tahu kalau  
dari pupuk ZA (Zwavelzuur Amonia - Belanda) = (Ammonium Sulphate) dapat untuk 
memproses nata de coco (padahal saya kerja di pabrik pupuk  ini sudah puluhan  
tahun).

Ini ceritanya;  kemarin, saya kebagian jaga stand di Agro & Food Expo di JCC. 
Persis di  depan stand perusahaan saya adalah stand Perusahaan minuman yang 
dikemas dalam gelas plastik: ada rasa orange, kopi,teh dan nata de coco. Selain 
jual minuman, dia juga jual bahan-bahan kimia (entah apa saja  namanya, saya 
lupa) tapi salah satunya adalah pupuk ZA. Sebenarnya saya  heran juga, apa 
korelasi minuman dengan bahan kimia tersebut?

Dapat dari mana dia  pupuk ZA, wong pabrik pupuk ZA satu-satunya di Indonesia 
hanya di perusahaan tempat saya kerja.
Ketika tahu di stand saya juga dipajang  pupuk ZA, sang boss (cewek) mulai 
tanya2 kepada saya, bahkan sempat  cerita rencana untuk mendirikan pabrik pupuk 
ZA.

Sebagai seorang sales  promotion yang baik, tentu saya berusaha mencegah 
semampu saya  agar dia  mengurungkan
niat untuk mendirikan pabrik tersebut.  Tujuan saya cuma satu: kamu enggak usah 
jadi pesaing saya, beli saja dari  saya. (Bener nggak?)

Singkat cerita, setiap  hari saya dapat jatah satu gelas gratis nata de coco 
yang memang  paling saya suka. Demi "hubungan baik", ketika expo bubar, saya 
beli satu  doz buat oleh-oleh anak saya di rumah. Nah, ini yang baru saya 
sadari:  setelah itu minuman habis dikeroyok oleh ketiga anak saya, di malam 
harinya si bungsu mulai batuk2. Pagi harinya, suhu badannya
meningkat, frekuensi batuk semakin sering disertai bunyi nafas yang grok-grok.

Ketika email ini saya  buka, seorang teman yang juga membelikan oleh2 buat 
anaknya, saya  tanya kemungkinan
mengalami hal seperti anak saya.Jawabnya sama persis,  si bungsunya (umurnya 
hampir sama dengan umur bungsu saya) juga  mengalami hal yang sama.
 
Be  careful...


Tahukah anda  bahwa:
1. Nata de coco  merupakan hasil fermentasi air kelapa. Ini OK dan aman. Namun 
ternyata  para pembuat nata de
coco mempercepat produksi dengan menambahkan  pupuk ZA yang sebenarnya tidak 
layak untuk food production.
Perusahaan  besar seperti Sari Coco, dsb. yang dijual  di pasar grosir, 
mengumpulkan produk dari pembuat nata de coco
rumah tangga dan lalu mengemasnya menjadi menarik.

2. Siswa-siswa sebuah SMU swasta melakukan penelitian untuk mengukur kadar Vit. 
C dalam berbagai buah dan juga
produk jadi berlabel "Vitamin C". Tes  dilakukan dengan endophenol yang dari 
biru akan berubah putih jika ditetesi Vit. C alias asam karboksilat. Penemuan 
menunjukkan bahwa jeruk impor lebih banyak Vit. C dibandingkan jeruk lokal. 
Beberapa produk komersial seperti minuman kotak, botol dsb ternyata memakai 
"sari rasa jeruk" dan hampir tidak ada Vit. C  sama sekali. Produk bubuk 
"N....sari" yang sangat terkenal, sedikit lebih canggih. Mereka  menambahkan 
asam karboksilat yang diduga menaikkan jumlah Vit sebagai kataalis. C. Artinya 
memang akhirnya ada vit. C tapi bukan asli Vit. C. Jadi Vit. C aspal.

 3. Es mambo. Ini industri rumah tangga, bisa dari teh manis atau kacang hijau 
santan  pandan gula jawa atau bahkan sirup. Banyak yang tidak memakai gula sama 
sekali namun sebuah produk sweetener kimia yang banyak dijual. Saya lupa 
namanya, nama kasarnya biang gula.

4. Terasi berwarna merah karena diberi pewarna Rhodamin B yang seharusnya untuk 
tekstil. Rhodamin termasuk
karsinogenik yang kuat dan hebatnya murah meriah. Tampaknya bukan ini saja, 
banyak pembuat limun,sirup, permen, sosis,  dan bahkan kemungkinan masakan 
kerang di warteg, juga merah mengandung zat ini.

5. Hampir semua produk mie kering mengandung formal dehyde atawa formalin. Ini 
juga sering dipakai pada pembuatan tahu, bakso, sosis dsb. Poin 4 dan 5 saya  
ambil dari artikel KOMPAS.

6. Hampir semua  pedagang goreng-gorengan (tempe, tahu, bakwan, pisang,dsb) 
menggunakan minyak bekas dengan kadar cholesterol berlipat ganda. Kupikir 
paling aman  beli di pagi hari karena mungkin mereka baru menggorengnya.  
Ternyata ada yang menyimpan kembali minyak kemaren sore dan menggunakannya di  
pagi hari. Sami mawon. Atau anda harus cari langganan dan  meyakinkan benar 
bahwa setiap pagi selalu minyak baru.

Catatan  (*):
Saya sempat  cross-check pada karyawan saya yang mempunyai usaha Nata de Coco 
bahwa betul  dipakainya bahan
campuran pupuk ZA (Zink Amonia) untuk mempercepat  proses fermentasi, dengan 
takaran : 90 litre air @ 250 ml pupuk  ZA.

Sebarkan info  kesehatan ini pada orang-orang disekitar anda.
 





Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

 
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get 
things done faster.

Kirim email ke