Papa Bravo.... gimana kondisi di sebrang sana.... banjir juga seperti jakarta
gak..??
akhirnya... nongol juga di milist ini..
* pake nama papa bravo.. ga cocok.. sekali jalang mah jalang aja..
kekekekekekeke.....
Papa Bravo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sorry ikutan ngebahas,...
Hal bahaya atau tidak itu tergantung pengawasan orang tua.... anak saya
pake baby walker,..
biarpun begitu,.. tetap harus ada pengawasan,... bukannya di lepas saja...
----- Original Message ----
From: Noverto Aji Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, January 3, 2008 1:23:21 PM
Subject: [sma1bks] BABY WALKER TIDAK MEMBUAT BAYI CEPAT BERJALAN
BABY WALKER TIDAK MEMBUAT BAYI CEPAT BERJALAN
Selain rentan kecelakaan, penggunaan baby walker juga diduga dapat
mengakibatkan kelainan kaki.
Berikut adalah petikan sebuah e-mail dari orang tua Indonesia yang tinggal
di
Australia: Di sini baby walker sangat tidak direkomendasi penggunaannya
karena banyak kecelakaan terjadi akibat penggunaan yang tidak diawasi dengan
ketat. Dengan tidak adanya rekomendasi tersebut, otomatis barang ini jadi
langka. Kalaupun ada yang beli dan sampai terjadi kecelakaan, konsumen enggak
bisa menyeret produsen ke pengadilan (ibaratnya sudah tahu bahayanya, kok masih
dipakai.. yah salah sendiri). Lagi pula kalau si anak udah siap jalan, dia akan
jalan kok... malah baby walker bikin anak menjadi malas untuk berjalan.... .
Bunyi surat itu sangat pas mewakili kesadaran orang tua akan bahaya yang
bisa ditimbulkan baby walker. Sayang, kesadaran orang tua di Indonesia akan
keamanan baby walker yang kurang tampaknya masih minim. Nyatanya di sini baby
walker masih saja digunakan, atau setidaknya produk ini masih banyak dijual di
pasaran. Padahal, seperti dijelaskan dr. Karel A.L. Staa. M.D., dari Rumah
Sakit Pondok Indah, Jakarta , kalau mau melirik kembali ke negara-negara barat,
Amerika katakanlah, soal keamanan baby walker ini sudah menjadi ajang
perdebatan seru sejak lama.
Sampai-sampai, desain "alat bantu" belajar jalan ini, tidak pernah sama
dari tahun ke tahun dan diberi semacam masa "kedaluwarsa" oleh pihak
pemerintahnya. Jika setelah diteliti, desainnya dianggap tidak cukup baik untuk
bayi, anjuran pemakaiannya akan ditinjau kembali bahkan kalau perlu dihapuskan.
Pada tahun 1997, umpamanya, desain baby walker pernah diubah menjadi lebih
besar dari ukuran sebelumnya dengan maksud agar benda itu tidak bisa menerobos
pintu rumah
Sayang, ukuran yang diubah tersebut tetap tidak dapat mencegah terjadinya
kecelakaan lain. Oleh karena alasan inilah akhirnya produksi baby walker di
negeri Paman Sam tersebut dihentikan. "Sementara desain baby walker yang
beredar di Indonesia merupakan desain kuno yang sebenarnya sudah ditinggalkan
di negara asalnya," ujar Karel. Akhirnya, kecelakaan pada bayi yang sudah
dialami beberapa tahun lalu di Amerika Serikat sampai kini masih terjadi di
Indonesia.
TERKESAN PRAKTIS
Lalu kenapa alat bantu jalan ini tetap diminati? Menurut Karel karena baby
walker secara sekilas terkesan praktis. Si kecil tinggal dimasukkan ke
dalamnya, lalu ia pun bisa berjalan ke sana kemari dengan leluasa. Bagi bayi
berusia 7-12 bulan yang sedang tidak bisa diam dan tengah melatih kemampuannya
berjalan, baby walker merupakan penyelamat tenaga orang tua. Bukankah dengan
begitu orang tua jadi tak perlu capek-capek menatih si kecil?
Apalagi di balik bahaya tersembunyi yang ada, baby walker tampak sebagai
benda yang bermanfaat. Ketika bayi duduk atau berdiri dalam baby walker-nya, ia
bisa menggerakkan kaki-kakinya dengan lincah. Jadilah orang tua berpikir, "Ah,
kaki anakku jadi terlatih untuk bergerak. Ini kan baik untuk persiapan fase
berjalannya! " Namun, alasan penggunaan baby walker yang paling utama biasanya
berkaitan dengan upaya mengatasi keinginannya bergerak ke sana kemari. Dengan
bisa bergerak leluasa ia menjadi lebih tenang dan tidak bosan. Sementara bagi
orang tua, ketenangan si bayi memberi kesempatan kepadanya untuk mengurus
berbagai pekerjaan rumah tangga tanpa harus mendampingi si kecil setiap saat.
RIBUAN KASUS
Kenyataannya, menurut penelitian di Amerika Serikat sekitar 14.000 kasus
bayi masuk rumah sakit diakibatkan oleh kecelakaan saat menggunakan baby
walker. Antara lain karena si kecil suka bereksplorasi ke setiap sudut rumah,
komposisi roda yang tidak mendukung keamanan, komposisi rangka kurang kokoh,
dan bentuknya yang membuat anak rentan jatuh.
Namanya juga bayi, tentu saja ia belum bisa mengenal situasi lingkungan;
belum bisa membedakan mana permukaan curam atau landai, tangga atau lantai,
benda berbahaya atau aman. Inilah beberapa kecelakaan yang sering terjadi
akibat penggunaan baby walker:
* Menggelinding di tangga
- kecelakaan ini kemungkinan besar mengakibatkan patah tulang dan luka
serius pada kepala.
* Terkena benda panas
- ketika duduk dalam baby walker anak jadi bisa meraih benda-benda yang
dapat membahayakan dirinya. Contohnya secangkir kopi panas di atas meja.
* Tenggelam
- tanpa disadari anak meluncur (dengan menggunakan baby walker-nya) ke
dalam kolam renang, bath tub, atau toilet lalu tercemplung.
* Meraih obyek berbahaya
- dengan baby walker, anak lebih mudah meraih obyek berbahaya seperti
gunting, pisau, atau garpu yang tergeletak di atas meja misalnya.
* Terjepit
- ketika melewati permukaan yang bercelah, kaki bayi bisa terjepit dan
terkilir. Tangannya juga bisa saja terjepit saat meraih celah daun pintu.
Yang mengejutkan, penelitian menyatakan bahwa mayoritas kecelakaan baby
walker terjadi ketika orang tua atau pengasuh sedang mengawasi anaknya. Mengapa
demikian? Karena kita seringkali kalah cepat dengan kecepatan bayi dalam baby
walker yang dapat meluncur lebih dari 1 meter dalam 1 detik. Untuk itulah baby
walker sama sekali tidak aman untuk digunakan, meskipun di bawah pengawasan
orang dewasa.
MENYEBABKAN KELAINAN KAKI
Karel masih menambahkan soal penggunaan baby walker yang dari sisi medis
pun tidak cukup bermanfaat, malah cenderung merugikan. Soalnya, aktivitas
motorik yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan
sebagian serabut motorik otot saja, yaitu otot-otot betis. Padahal untuk bisa
berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu
dilatih.
Kemampuan berjalan, lanjut Karel, merupakan salah satu keterampilan motorik
kasar (gerakan yang dihasilkan oleh koordinasi otot-otot besar), yang umumnya
harus sudah bisa dilakukan anak 1 tahun dengan toleransi waktu 3 bulan. Bila
proses pelatihannya tidak benar maka akan membuat anak justru jadi lambat
berjalan. Sebaliknya, semakin intensif dan tepat stimulasi fisiknya maka
perkembangannya pun semakin pesat. Bila dibarengi dengan asupan gizi yang
seimbang, mungkin saja di usia 9-10 bulan bayi sudah bisa berjalan.
Jadi manfaat pemakaian baby walker tidak cukup membantu anak latihan
berjalan. Di tempat berbeda Dra. Jacinta F. Rini, M.Si., dari e-psikologi. com,
menambahkan, secara psikologis penggunaan baby walker memang tidak
menguntungkan, "Secara psikologis baby walker akan membuat anak malas untuk
belajar berjalan sendiri karena anak sudah keburu merasa enak bisa bergerak ke
mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya."
Penggunaan baby walker bahkan dicurigai bisa mengakibatkan kelainan kaki
pada anak. Memang belum ada penelitian yang menunjang. Namun, kenyataan bahwa
bayi duduk sambil mengangkang dalam baby walkerÂnya diduga bisa menyebabkan
kelainan tulang paha. Nah, berdasarkan pemahaman inilah, banyak ahli menduga
penggunaan baby walker dapat menyebabkan anak berjalan seperti bebek alias agak
mengangkang.
Terbiasa berjalan dengan baby walker juga bisa menimbulkan kelemahan
otot-otot tungkai. Ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya
sering membuatnya trauma dan tidak mau mencoba melakukannya lagi sehingga
kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat.
ALAMI LEBIH BAIK
Jadi menurut Karel, tinggalkan baby walker. Juga, ketimbang mencari-cari
alternatif alat bantu jalan lainnya, ia lebih menyarankan agar si kecil diajak
berenang, karena dengan begitu semua otot tubuhnya bergerak, dari otot kaki,
lengan, dan leher. Kalaupun tidak, cara melatih anak berjalan yang terbaik
adalah yang alami. "Sangat baik anak belajar berjalan secara alami karena dapat
melatih 100 persen serabut motorik otot. Mulai otot betis, paha, maupun
pinggul. Bila keseluruhan serabut otot dilatih maka anak bisa berjalan dengan
lebih baik. Jadi secara medis lebih menguntungkan kalau kita pakai cara alami
daripada cara penunjang." Meskipun si kecil harus jatuh bangun, anggaplah hal
ini sebagai pelajaran dari pengalamannya sendiri.
Yang patut dicermati, sebaiknya latihan berjalan dilakukan dengan
bertelanjang kaki. Cara ini akan melatih jari-jari kakinya agar lebih
terkoordinasi. Tentu, lantainya pun harus bersih dari partikel atau benda yang
dapat melukainya. Juga hindari lantai yang terlalu licin karena bisa membuatnya
terpeleset yang mungkin saja membuat anak trauma dan takut dilatih berjalan.
TAHAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK ANAK
S udah seharusnya, orang tua mengetahui tahap demi tahap proses
perkembangan kemampuan fisik anak sehingga bila terjadi keterlambatan
pertumbuhan kita bisa segera mendeteksinya. Berikut, perkembangan motorik kasar
anak secara garis besar:
0 - 1,5 bulan: Sudah bisa mengangkat kepala sekitar 45 derajat.
1,5 - 3,5 bulan: Kemampuan mengangkat kepalanya meningkat sampai 90
derajat. Kemudian bila bayi didudukkan dengan disandarkan ke tubuh kita maka
kepalanya harus sudah bisa tegak.
3,5 - 4,5 bulan: Sudah bisa mengangkat dadanya bila diposisikan tengkurap.
Bayi pun sudah bisa melakukan tengkurap sendiri dan membolak-balik tubuhnya.
5 bulan: Bayi sudah dapat duduk dengan hanya ditopang punggungnya.
6 - 8 bulan: Sudah dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Di usia ini pun
kebanyakan bayi sudah mulai belajar merangkak. Namun, merangkak bukan merupakan
tonggak perkembangan utama. Bila bayi tidak merangkak maka bukan suatu kelainan
karena beberapa bayi yang tidak melaluinya terbukti mengalami perkembangan
motorik yang normal.
7,5 - 10 bulan: Bayi sudah mulai berusaha belajar berdiri dengan
berpegangan pada tepi meja atau kursi. Beberapa anak ada yang sudah mulai
belajar berjalan dengan cara merambat maupun berjalan beberapa langkah.
12 - 15 bulan: Anak sudah bisa berjalan tanpa harus berpegangan.
Noverto Aji Prasetyo
Sales Planner
PT Frisian Flag Indonesia
Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
Jakarta 13760
Phone +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245)
Fax +62 (21) 8410895, 8400225
mailto:noverto. prasetyo@ frieslandfoods. co.id
www.frieslandfoods. co.id
This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by
NetIQ MailMarshal
----------------------------------------------------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
------------------------------------------------------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.