Iya.... di Network activity FS gw mesti deh ngeliat tulisan lelaki jalang 
received a new girl friends.... kekkekke

BTW, kalo masalah baby walker, gw ga ikut-ikutan make, bukan karena gw percaya 
dengan postingan pertama, tapi gw pengen Kinan bisa jalan dengan sendirinya, 
tanpa bantuan alat.....


  ----- Original Message ----- 
  From: Adji Pratomo 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, January 04, 2008 8:10 AM
  Subject: Re: [sma1bks] BABY WALKER TIDAK MEMBUAT BAYI CEPAT BERJALAN


  jalang banged dia Chep skrg, gw perhatiin ga pernah ga onlen YM nya

  Frensternya temennya nambah mulu tiap hari...cewek2 pula...

  klakuan....jauh2 ksana cuma buat ceting lo ...

  qeqeqeqqq
  jalang bange



  On 1/4/08, Ochep <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    Papa Bravo.... gimana kondisi di sebrang sana.... banjir juga seperti 
jakarta gak..?? 
    akhirnya... nongol juga di milist ini..

    * pake nama papa bravo.. ga cocok.. sekali jalang mah jalang aja.. 
kekekekekekeke.....

    Papa Bravo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Sorry ikutan ngebahas,...

        Hal bahaya atau tidak itu tergantung pengawasan orang tua.... anak saya 
pake baby walker,..
        biarpun begitu,.. tetap harus ada pengawasan,... bukannya di lepas 
saja...


         
        ----- Original Message ----
        From: Noverto Aji Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
        Sent: Thursday, January 3, 2008 1:23:21 PM
        Subject: [sma1bks] BABY WALKER TIDAK MEMBUAT BAYI CEPAT BERJALAN



        BABY WALKER TIDAK MEMBUAT BAYI CEPAT BERJALAN
        S elain rentan kecelakaan, penggunaan baby walker juga diduga dapat 
mengakibatkan kelainan kaki. 
        Berikut adalah petikan sebuah e-mail dari orang tua Indonesia yang 
tinggal di 
        Australia: Di sini baby walker sangat tidak direkomendasi penggunaannya 
karena banyak kecelakaan terjadi akibat penggunaan yang tidak diawasi dengan 
ketat. Dengan tidak adanya rekomendasi tersebut, otomatis barang ini jadi 
langka. Kalaupun ada yang beli dan sampai terjadi kecelakaan, konsumen enggak 
bisa menyeret produsen ke pengadilan (ibaratnya sudah tahu bahayanya, kok masih 
dipakai.. yah salah sendiri). Lagi pula kalau si anak udah siap jalan, dia akan 
jalan kok... malah baby walker bikin anak menjadi malas untuk berjalan.... . 
        Bunyi surat itu sangat pas mewakili kesadaran orang tua akan bahaya 
yang bisa ditimbulkan baby walker. Sayang, kesadaran orang tua di Indonesia 
akan keamanan baby walker yang kurang tampaknya masih minim. Nyatanya di sini 
baby walker masih saja digunakan, atau setidaknya produk ini masih banyak 
dijual di pasaran. Padahal, seperti dijelaskan dr. Karel A.L. Staa. M.D., dari 
Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta , kalau mau melirik kembali ke negara-negara 
barat, Amerika katakanlah, soal keamanan baby walker ini sudah menjadi ajang 
perdebatan seru sejak lama. 
        Sampai-sampai, desain "alat bantu" belajar jalan ini, tidak pernah sama 
dari tahun ke tahun dan diberi semacam masa "kedaluwarsa" oleh pihak 
pemerintahnya. Jika setelah diteliti, desainnya dianggap tidak cukup baik untuk 
bayi, anjuran pemakaiannya akan ditinjau kembali bahkan kalau perlu dihapuskan. 
Pada tahun 1997, umpamanya, desain baby walker pernah diubah menjadi lebih 
besar dari ukuran sebelumnya dengan maksud agar benda itu tidak bisa menerobos 
pintu rumah  
        Sayang, ukuran yang diubah tersebut tetap tidak dapat mencegah 
terjadinya kecelakaan lain. Oleh karena alasan inilah akhirnya produksi baby 
walker di negeri Paman Sam tersebut dihentikan. "Sementara desain baby walker 
yang beredar di Indonesia merupakan desain kuno yang sebenarnya sudah 
ditinggalkan di negara asalnya," ujar Karel. Akhirnya, kecelakaan pada bayi 
yang sudah dialami beberapa tahun lalu di Amerika Serikat sampai kini masih 
terjadi di Indonesia. 
        TERKESAN PRAKTIS 
        Lalu kenapa alat bantu jalan ini tetap diminati? Menurut Karel karena 
baby walker secara sekilas terkesan praktis. Si kecil tinggal dimasukkan ke 
dalamnya, lalu ia pun bisa berjalan ke sana kemari dengan leluasa. Bagi bayi 
berusia 7-12 bulan yang sedang tidak bisa diam dan tengah melatih kemampuannya 
berjalan, baby walker merupakan penyelamat tenaga orang tua. Bukankah dengan 
begitu orang tua jadi tak perlu capek-capek menatih si kecil? 
        Apalagi di balik bahaya tersembunyi yang ada, baby walker tampak 
sebagai benda yang bermanfaat. Ketika bayi duduk atau berdiri dalam baby 
walker-nya, ia bisa menggerakkan kaki-kakinya dengan lincah. Jadilah orang tua 
berpikir, "Ah, kaki anakku jadi terlatih untuk bergerak. Ini kan baik untuk 
persiapan fase berjalannya! " Namun, alasan penggunaan baby walker yang paling 
utama biasanya berkaitan dengan upaya mengatasi keinginannya bergerak ke sana 
kemari. Dengan bisa bergerak leluasa ia menjadi lebih tenang dan tidak bosan. 
Sementara bagi orang tua, ketenangan si bayi memberi kesempatan kepadanya untuk 
mengurus berbagai pekerjaan rumah tangga tanpa harus mendampingi si kecil 
setiap saat. 
        RIBUAN KASUS 
        Kenyataannya, menurut penelitian di Amerika Serikat sekitar 14.000 
kasus bayi masuk rumah sakit diakibatkan oleh kecelakaan saat menggunakan baby 
walker. Antara lain karena si kecil suka bereksplorasi ke setiap sudut rumah, 
komposisi roda yang tidak mendukung keamanan, komposisi rangka kurang kokoh, 
dan bentuknya yang membuat anak rentan jatuh. 
        Namanya juga bayi, tentu saja ia belum bisa mengenal situasi 
lingkungan; belum bisa membedakan mana permukaan curam atau landai, tangga atau 
lantai, benda berbahaya atau aman. Inilah beberapa kecelakaan yang sering 
terjadi akibat penggunaan baby walker: 
        * Menggelinding di tangga 
        - kecelakaan ini kemungkinan besar mengakibatkan patah tulang dan luka 
serius pada kepala. 
        * Terkena benda panas 
        - ketika duduk dalam baby walker anak jadi bisa meraih benda-benda yang 
dapat membahayakan dirinya. Contohnya secangkir kopi panas di atas meja. 
        * Tenggelam 
        - tanpa disadari anak meluncur (dengan menggunakan baby walker-nya) ke 
dalam kolam renang, bath tub, atau toilet lalu tercemplung. 
        * Meraih obyek berbahaya 
        - dengan baby walker, anak lebih mudah meraih obyek berbahaya seperti 
gunting, pisau, atau garpu yang tergeletak di atas meja misalnya. 
        * Terjepit 
        - ketika melewati permukaan yang bercelah, kaki bayi bisa terjepit dan 
terkilir. Tangannya juga bisa saja terjepit saat meraih celah daun pintu. 
        Yang mengejutkan, penelitian menyatakan bahwa mayoritas kecelakaan baby 
walker terjadi ketika orang tua atau pengasuh sedang mengawasi anaknya. Mengapa 
demikian? Karena kita seringkali kalah cepat dengan kecepatan bayi dalam baby 
walker yang dapat meluncur lebih dari 1 meter dalam 1 detik. Untuk itulah baby 
walker sama sekali tidak aman untuk digunakan, meskipun di bawah pengawasan 
orang dewasa. 
        MENYEBABKAN KELAINAN KAKI 
        Karel masih menambahkan soal penggunaan baby walker yang dari sisi 
medis pun tidak cukup bermanfaat, malah cenderung merugikan. Soalnya, aktivitas 
motorik yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan 
sebagian serabut motorik otot saja, yaitu otot-otot betis. Padahal untuk bisa 
berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu 
dilatih. 
        Kemampuan berjalan, lanjut Karel, merupakan salah satu keterampilan 
motorik kasar (gerakan yang dihasilkan oleh koordinasi otot-otot besar), yang 
umumnya harus sudah bisa dilakukan anak 1 tahun dengan toleransi waktu 3 bulan. 
Bila proses pelatihannya tidak benar maka akan membuat anak justru jadi lambat 
berjalan. Sebaliknya, semakin intensif dan tepat stimulasi fisiknya maka 
perkembangannya pun semakin pesat. Bila dibarengi dengan asupan gizi yang 
seimbang, mungkin saja di usia 9-10 bulan bayi sudah bisa berjalan. 
        Jadi manfaat pemakaian baby walker tidak cukup membantu anak latihan 
berjalan. Di tempat berbeda Dra. Jacinta F. Rini, M.Si., dari e-psikologi. com, 
menambahkan, secara psikologis penggunaan baby walker memang tidak 
menguntungkan, "Secara psikologis baby walker akan membuat anak malas untuk 
belajar berjalan sendiri karena anak sudah keburu merasa enak bisa bergerak ke 
mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya." 
        Penggunaan baby walker bahkan dicurigai bisa mengakibatkan kelainan 
kaki pada anak. Memang belum ada penelitian yang menunjang. Namun, kenyataan 
bahwa bayi duduk sambil mengangkang dalam baby walker­nya diduga bisa 
menyebabkan kelainan tulang paha. Nah, berdasarkan pemahaman inilah, banyak 
ahli menduga penggunaan baby walker dapat menyebabkan anak berjalan seperti 
bebek alias agak mengangkang. 
        Terbiasa berjalan dengan baby walker juga bisa menimbulkan kelemahan 
otot-otot tungkai. Ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya 
sering membuatnya trauma dan tidak mau mencoba melakukannya lagi sehingga 
kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat. 
        ALAMI LEBIH BAIK 
        Jadi menurut Karel, tinggalkan baby walker. Juga, ketimbang 
mencari-cari alternatif alat bantu jalan lainnya, ia lebih menyarankan agar si 
kecil diajak berenang, karena dengan begitu semua otot tubuhnya bergerak, dari 
otot kaki, lengan, dan leher. Kalaupun tidak, cara melatih anak berjalan yang 
terbaik adalah yang alami. "Sangat baik anak belajar berjalan secara alami 
karena dapat melatih 100 persen serabut motorik otot. Mulai otot betis, paha, 
maupun pinggul. Bila keseluruhan serabut otot dilatih maka anak bisa berjalan 
dengan lebih baik. Jadi secara medis lebih menguntungkan kalau kita pakai cara 
alami daripada cara penunjang." Meskipun si kecil harus jatuh bangun, anggaplah 
hal ini sebagai pelajaran dari pengalamannya sendiri. 
        Yang patut dicermati, sebaiknya latihan berjalan dilakukan dengan 
bertelanjang kaki. Cara ini akan melatih jari-jari kakinya agar lebih 
terkoordinasi. Tentu, lantainya pun harus bersih dari partikel atau benda yang 
dapat melukainya. Juga hindari lantai yang terlalu licin karena bisa membuatnya 
terpeleset yang mungkin saja membuat anak trauma dan takut dilatih berjalan. 
        TAHAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK ANAK 
        S udah seharusnya, orang tua mengetahui tahap demi tahap proses 
perkembangan kemampuan fisik anak sehingga bila terjadi keterlambatan 
pertumbuhan kita bisa segera mendeteksinya. Berikut, perkembangan motorik kasar 
anak secara garis besar: 
        0 - 1,5 bulan: Sudah bisa mengangkat kepala sekitar 45 derajat. 
        1,5 - 3,5 bulan: Kemampuan mengangkat kepalanya meningkat sampai 90 
derajat. Kemudian bila bayi didudukkan dengan disandarkan ke tubuh kita maka 
kepalanya harus sudah bisa tegak. 
        3,5 - 4,5 bulan: Sudah bisa mengangkat dadanya bila diposisikan 
tengkurap. Bayi pun sudah bisa melakukan tengkurap sendiri dan membolak-balik 
tubuhnya. 
        5 bulan: Bayi sudah dapat duduk dengan hanya ditopang punggungnya. 
        6 - 8 bulan: Sudah dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Di usia ini pun 
kebanyakan bayi sudah mulai belajar merangkak. Namun, merangkak bukan merupakan 
tonggak perkembangan utama. Bila bayi tidak merangkak maka bukan suatu kelainan 
karena beberapa bayi yang tidak melaluinya terbukti mengalami perkembangan 
motorik yang normal. 
        7,5 - 10 bulan: Bayi sudah mulai berusaha belajar berdiri dengan 
berpegangan pada tepi meja atau kursi. Beberapa anak ada yang sudah mulai 
belajar berjalan dengan cara merambat maupun berjalan beberapa langkah. 
        12 - 15 bulan: Anak sudah bisa berjalan tanpa harus berpegangan. 
        Noverto Aji Prasetyo 
        Sales Planner

        PT Frisian Flag Indonesia
        Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
        Jakarta 13760 
        Phone  +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245) 
        Fax     +62 (21) 8410895, 8400225
        mailto:noverto. prasetyo@ frieslandfoods. co.id
        www.frieslandfoods. co.id


        This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and 
cleared by NetIQ MailMarshal 




------------------------------------------------------------------------
        Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! 
Search. 




--------------------------------------------------------------------------
      Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 





  -- 
  regards,
  Adji Pratomo
  KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading  

Kirim email ke