Kita dan Topeng-topeng

 

Kita senang berpura-pura/

Berganti wajah, berganti warna/

Mencari kenyamanan dengan berlindung di balik topeng/

Menutupi hati dan rasa/

Walau harus menyiksa jiwa/

Berlama-lama/

Kemana-mana/

 

Beribu lapis topeng kita/

Tak kan berguna dan akan tanggal tak bersisa/

Di hadapan Yang Maha Mengetahui lirih bisikan hati/

Yang Maha Mendengar deburan halus sanubari/

Tuhan kita./

 

Salut sekali melihat penampilan Deni Cagur dan mamanya di Supermama
Selebshow. Kompak dan kreatif. Minggu yang lalu Deni membawakan lagu
Surti (Netral) yang diselingi acar ganti baju, dari dandanan ndeso
menjadi preman bertato. Ibunya sendiri berperan sebagai Surti,
kekasihnya. Syairnya digubah secara kreatif, coba bandingkan dengan
aslinya: diacungkan jari jempol ke arah Surti/ dengan sayang dia bilang/
Love you/ sambil memeluk ibunya.

 

Dan tadi malam (31/1/08), Deni menyanyikan lagu Topeng (Peterpan) dan
ibunya ikut menari di panggung. Suara dan penguasaan panggung Deni
sangat bagus, tapi yang lebih seru aksi panggung ibunya. Setiap Deni
bernyanyi... /buka dulu topeng mu/.. ibunya melepas satu topeng dari
wajahnya. Demikian sampe lagu itu berakhir dan wajah ibunya terlihat.
Saya sih tidak meghitung berapa jumlah topeng yang dipakainya. Kata si
Eko Patrio, yang ikut mencoba topeng berlapis, sih sekitar 15-an. Engap
dan berat juga. Tapi demi sang anak, si Ibu rela dan senang hati
menjalani.

 

Itu topeng beneran, bukan topeng kiasan. Seperti pisau bermata dua,
istilah topeng dalam kiasan, bisa memberi makna positif atau negatif.
Makna yang buruk, bisa kita sebut orang tersebut munafik. Prilaku ini
biasa dilakukan para penjilat dan aliran carmuk, untuk melicinkan jalan
mereka meraih tujuan. Yang ini jelas tidak dibenarkan, baik secara agama
maupun moral.

 

Sedang topeng satu lagi (istilah yang benar apa ya..), topeng yang
dipakai karena kasih sayang. Para ibu yang tersenyum dan berusaha
menyenangkan buah hati, seperti Ibunya Deni ikut supermama, bernyanyi,
menari, make topeng dlsb, walaupun malu dan lelah. Atau para ibu yang
berkata, kamu makan saja dulu, ibu masih kenyang. Padahal mereka lapar
juga tapi makanannya hanya cukup buat anaknya saja. Jelas masih banyak
contoh lainnya. Dan saat malam dan ketika mereka bersujud dan melepas
topengnya, tangis dan sejuta doa tetap tercurah untuk anak-anak
tercintanya.

 

It's only temporary, spin up your life
Tiar Rahman
Mau lihat yang lain? Silahkan mampir di
www.tiarrahman.multiply.com/journal 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke