Pemimpin Baru Kota Bekasi

 

Rasanya gatel juga kepingin nulis tentang pilkada di kota Bekasi.
Sebelumnya pengen nulis menjelang pemilihannya, tapi gak sempet. So
menjelang akhir temporary MDD ini, gue niatin pokoknya harus nulis...
lis...lis.

 

Walau sudah didaftar sebagai pemilih di kota Bekasi, tapi gue gak ikut
nyoblos. Sebab tahun kemarin sudah nyoblos untuk kabupater Bekasi dan
memang sekarang berdomisili di tambun utara juga. Tapi tetep aja
hubungan gue dan kota ini gal bakalan putus, sebab kota Bekasi masih
sering gue lewatin apalagi emak gue dan adek-adek masih di kota Bekasi
juga. Sejujurnya walau gue orang Bekasi asli.... gue gak keberatan
Bekasi dipimpin oleh orang bukan asli Bekasi. Asalkan dia jujur, amanah
dan tulus untuk memajukan kota ini. Cukupkan kebutuhan hidup dengan gaji
bulanan, bukan dari tunjangan yang diada-adakan dan komisi proyek
kiri-kanan. Dan inilah komen gue:

 

Pertama gue ucapkan selamat kepada pasangan M2R yang sudah memenangkan
pemilu (jagoan gue kalah euy.), walau di kiri kanan kuping gue masih
terdengar suara ketidakpuasan, hasil ini harus diterima dengan legowo.
Kita harus mendukung agar beliau-beliau ini agar bisa menjadi teladan
sebagai orang no#1 di kota Bekasi dalam membangun Bekasi. 

 

Ke-dua, Alhamdulillah juga selama kampanye dan setelah pengumuman hasil
pilkada, Bekasi aman-aman aja, ini seharusnya dijadikan contoh untuk
pilkada di daerah lainnya.

 

Ke-tiga, terus terang kita pasti menantikan realisasi janji-janji
kampanye. Apakah seperti pemilu di tempat lain juga, hanya sekedar lip
service or beneran?Menuju Bekasi sehat, aman dan cerdas (eh gitu bukan
ya, spanduk kampanye-nya).

 

Ke-empat, gue punya tantangan... untuk seratus hari setelah pelantikan,
bisa gak pasangan ini membereskan segitiga lapangan persikasi - terminal
- pasar baru Bekasi menjadi tempat lintas yang nyaman, dengan
mengembalikan semua fungsi jalan, pasar dan taman. Sayang sekali jika
biaya pembuatan jalan dan terowongan yang mahal tapi gak berfungsi
maksimal. Setiap pagi, tukang jualan sayuran memenuhi jalan depan RS
Bella hingga terminal, sehingga bikin macet walau setiap pagi ditugaskan
juga polantas untuk mengatur jalan. Jadi kerjaan rutin tanpa
improvement. Belum lagi pedagang-pedagang ini seenaknya membuang sisa
sayuran busuk ke jalan, dan kemudian dinas kebersihan membersihkannya
semampunya saja. Di saat hujan seperti ini sampah itu membusuk dan
melumpur. 

 

Selain itu juga, pedagang-pedagang ini seenaknya menebar tali rapia ke
kabel-kabel listrik untuk dipasang ke tenda sementara mereka. Bahkan
artis aliran  abstrak pun pasti enggan mengakui ini sebagai karya seni,
sebab ini hanya fungsi sementara dengan mengabaikan keindahan dan yang
paling penting keamanan diri. Menengok ke pasar baru... rasanya gue
enggan melaluinya lagi. Terkenang jaman sma dulu... koasi K-12 jurusan
duren jaya masih leluasa melintasi pasar baru Bekasi dan jalan ampera
hanya jalur alternatif jika macet. Sekarang ... awang banget dah gue
kalo disuruh kesana. Siapa yang bisa nyeritain gmana pasar baru
sekarang?

 

Segitiga masalah ini sebenarnya sangat dekat sekali dengan kantor dan
rumah dinas pak walikota, gue harap mereka tanggap dan peka dengan
persoalan ini. Pedagang-pedagang kaki lima ini jika mau ditertibkan, ya
jangan diambil pungutan apapun dari mereka kemudian fikirkan tempat
penampungan yang kondusif untuk usaha mereka. Retribusi bukan berarti
mereka bisa membuang sampah seenaknya. Seharusnya... dengan bantuan
pembantu walikota yang cakap, cerdas dan jujur... masalah ini sangat
mudah diatasi. Tentunya pedagang ybs juga perlu diberi pengarahan dan
next peringatan/hukuman jika melanggar. Pasar rawa kalong yang di
kampung aja bisa rapih kok, di Bekasi kan banyak orang pinter masa ga
bisa.

 

Selamat bertugas Bang M2 dan Bang Pepen, bawa Bekasi tinggal landas
menuju kemakmuran dan kesejahteraan.

It's only temporary, spin up your life

Tiar Rahman
Mau lihat yang lain? Silahkan mampir di
www.tiarrahman.multiply.com/journal 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke