terakhir kali ngelewatin pasar baru, sekitar sebulan yang lalu, pake motor, sehari sebelumnya kan hujan, gw bawa motornya sambil berdo'a moga2 ga jatuh, soalnya seinget gw di situ kan jalannya mestinya sudah diaspal, tapi gw berasa kayak ngelewatin tanah persawahan, lumpur (atau tanah basah?) menghias di sepanjang jalan.
sedangkan kalo masalah pedagang kaki lima, sudah kayak buah simalakama deh, ditertibin diprotes ama para pedagang (plus lsm pembela wong cilik) gak ditertibin diprotes ama para pengguna jalan 2008/2/13 Rahman, Tiar <[EMAIL PROTECTED]>: > Pemimpin Baru Kota Bekasi > > > > Rasanya gatel juga kepingin nulis tentang pilkada di kota Bekasi. > Sebelumnya pengen nulis menjelang pemilihannya, tapi gak sempet. So > menjelang akhir temporary MDD ini, gue niatin pokoknya harus nulis… lis…lis. > > > > Walau sudah didaftar sebagai pemilih di kota Bekasi, tapi gue gak ikut > nyoblos. Sebab tahun kemarin sudah nyoblos untuk kabupater Bekasi dan memang > sekarang berdomisili di tambun utara juga. Tapi tetep aja hubungan gue dan > kota ini gal bakalan putus, sebab kota Bekasi masih sering gue lewatin > apalagi emak gue dan adek-adek masih di kota Bekasi juga. Sejujurnya walau > gue orang Bekasi asli.... gue gak keberatan Bekasi dipimpin oleh orang bukan > asli Bekasi. Asalkan dia jujur, amanah dan tulus untuk memajukan kota ini. > Cukupkan kebutuhan hidup dengan gaji bulanan, bukan dari tunjangan yang > diada-adakan dan komisi proyek kiri-kanan. Dan inilah komen gue: > > > > Pertama gue ucapkan selamat kepada pasangan M2R yang sudah memenangkan > pemilu (jagoan gue kalah euy.), walau di kiri kanan kuping gue masih > terdengar suara ketidakpuasan, hasil ini harus diterima dengan legowo. Kita > harus mendukung agar beliau-beliau ini agar bisa menjadi teladan sebagai > orang no#1 di kota Bekasi dalam membangun Bekasi. > > > > Ke-dua, Alhamdulillah juga selama kampanye dan setelah pengumuman hasil > pilkada, Bekasi aman-aman aja, ini seharusnya dijadikan contoh untuk pilkada > di daerah lainnya. > > > > Ke-tiga, terus terang kita pasti menantikan realisasi janji-janji > kampanye. Apakah seperti pemilu di tempat lain juga, hanya sekedar lip > service or beneran?Menuju Bekasi sehat, aman dan cerdas (eh gitu bukan ya, > spanduk kampanye-nya). > > > > Ke-empat, gue punya tantangan… untuk seratus hari setelah pelantikan, bisa > gak pasangan ini membereskan segitiga lapangan persikasi – terminal – pasar > baru Bekasi menjadi tempat lintas yang nyaman, dengan mengembalikan semua > fungsi jalan, pasar dan taman. Sayang sekali jika biaya pembuatan jalan dan > terowongan yang mahal tapi gak berfungsi maksimal. Setiap pagi, tukang > jualan sayuran memenuhi jalan depan RS Bella hingga terminal, sehingga bikin > macet walau setiap pagi ditugaskan juga polantas untuk mengatur jalan. Jadi > kerjaan rutin tanpa improvement. Belum lagi pedagang-pedagang ini seenaknya > membuang sisa sayuran busuk ke jalan, dan kemudian dinas kebersihan > membersihkannya semampunya saja. Di saat hujan seperti ini sampah itu > membusuk dan melumpur. > > > > Selain itu juga, pedagang-pedagang ini seenaknya menebar tali rapia ke > kabel-kabel listrik untuk dipasang ke tenda sementara mereka. Bahkan artis > aliran abstrak pun pasti enggan mengakui ini sebagai karya seni, sebab ini > hanya fungsi sementara dengan mengabaikan keindahan dan yang paling penting > keamanan diri. Menengok ke pasar baru… rasanya gue enggan melaluinya lagi. > Terkenang jaman sma dulu… koasi K-12 jurusan duren jaya masih leluasa > melintasi pasar baru Bekasi dan jalan ampera hanya jalur alternatif jika > macet. Sekarang … awang banget dah gue kalo disuruh kesana. Siapa yang bisa > nyeritain gmana pasar baru sekarang? > > > > Segitiga masalah ini sebenarnya sangat dekat sekali dengan kantor dan > rumah dinas pak walikota, gue harap mereka tanggap dan peka dengan persoalan > ini. Pedagang-pedagang kaki lima ini jika mau ditertibkan, ya jangan diambil > pungutan apapun dari mereka kemudian fikirkan tempat penampungan yang > kondusif untuk usaha mereka. Retribusi bukan berarti mereka bisa membuang > sampah seenaknya. Seharusnya… dengan bantuan pembantu walikota yang cakap, > cerdas dan jujur… masalah ini sangat mudah diatasi. Tentunya pedagang ybs > juga perlu diberi pengarahan dan next peringatan/hukuman jika melanggar. > Pasar rawa kalong yang di kampung aja bisa rapih kok, di Bekasi kan banyak > orang pinter masa ga bisa. > > > > Selamat bertugas Bang M2 dan Bang Pepen, bawa Bekasi tinggal landas menuju > kemakmuran dan kesejahteraan. > > It's only temporary, spin up your life > > Tiar Rahman > Mau lihat yang lain? Silahkan mampir di > www.tiarrahman.multiply.com/journal > > CONFIDENTIALITY NOTICE > The information in this email may be confidential and/or privileged. > This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named > above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified > that any review, dissemination, copying, use or storage of this email > and its attachments, if any, or the information contained herein is > prohibited. If you have received this email in error, please > immediately notify the sender by return email and delete this email > from your system. Thank you. > > -- Kurniawan I Kanwil DJP Kaltim www.kurniawan.co.nr
