Saya tidak setuju apabila membubarkan FPI dengan kekerasan juga, karena hal 
tersebut akan membuat kita sama dengan mereka, sedangkan kita berbeda. Seperti 
post saya sebelumnya, saya kasihan kepada simpatisan mereka yang kebaykan 
pemuda dan remaja yang telah dibutakan matanya. Mereka tidak tahu kalau FPI 
hanyalah "device" yang digerakan oleh pejabat2x atas. Tujuannya tidak murni 
membela ajaran Islam, itu bisa saya pastikan. Kita harus bisa membedakan mana 
ajaran, mana orangnya. FPI hanyalah sekumpulan orang yang digerakan dengan 
suatu alat pemersatu yaitu membela ajaran Islam, DENGAN CARA KEKERASAN. 
Meskipun alasannya adalah jalan terakhir, TINDAK KEKERASAN TIDAK DAPAT 
DIBENARKAN DI NEGERI INI, kalau mau di hutan rimba amazon sana.

Saya tidak setuju dengan Playboy, tempat hiburan malam, tempat perjudian, 
bahkan saya tidak setuju apabila rokok diperjualbelikan untuk anak dibawah 
umur. Tapi tidak dengan cara kekerasan seperti itu. Sekali lagi FPI harus 
menghormati hukum di Indonesia, apabila tidak bisa menghormati hukum yang 
berlaku di Indonesia, mereka boleh meninggalkan negeri ini pidah ke negara luar.

Last but not least, saya hanya kasihan dengan simpatisan FPI yang dimanfaatkan 
oleh orang2x tertentu yang memiliki tujuan pribadi atau kelompok.

"Hate the sin, but don't hate the sinner" (Mahatma Gandhi)


----- Original Message ----
From: avicena.qisthi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, June 12, 2008 2:30:55 AM
Subject: [sma1bks] Re: Trs: Sikap Adil Kepada FPI


Ganyang dan Bubarkan FPI?
Ganyang diapain nih? di uber-uber terus di usek usek, digebukin di
sikat habis secara kekerasan juga? Sama juga dong kekerasan?
Bubarkan? Wah nanti gampang muncul organisasi baru, gantinya FPI.
Padahal itu-itu juga.
Mungkin perlakuan terbaik adalah, IMHO, dialog dengan FPI, kita
ingatkan mereka. Amar Ma'ruf nahi Mungkar Yes!, Tapi tidak dengan
kekerasan.

Dan untuk golongan AKKBB dengan kawan-kawannya juga, kita harus tuntut
mereka mengurangi kekerasan secara psikologis terhadap umat ini.
Jangan mentang-mentang media mereka kuasai, dengan seenaknya mereka
bisa memutarbalikan fakta, memprovokasi umat. we have it satt and
enough! Kalau aqidah mau mereka jual, demi setumpuk dollar. Silahkan
lakukan! Tapi tidak berdiri di atas penistaan agama yang dibawa oleh
Rasul Terakhir, Muhammad SAW ini. 

Apip Kamil
fis 3 - 91

    


      

Kirim email ke