Sorry mba, kayaknya mba salah paham deh. Kenapa yach sewaktu ada kata-kata 
militan dan fanatis itu selalu dikaitakan dengan hal2x yang negatif. Saya 
setuju dengan pendapat bung Dicky, malahan seharusny akita menjadi orang2x yang 
militan dalam menjalankan keyakinan kita, dalam hal ini yang dimaksud dengan 
militan bukan berarti mengganggap rendah agama lain. Sikap yang militan 
maksudnya adalah membela percaya kepada keyakinan agamannya dan hidup sesuai 
dengan ajaran agamanya. Saya setuju dengan pendapat bung Dicky ahmadiyah sampai 
kapanpun akan tetap membela kepercayaannya, meskipun sudah ada yang 
"ditobatkan" meskipun (IMHO) "pertobatan" seperti itu juga salah karena 
dilakukan akibat adanya paksaan dan tekanan, kalau tidak akan disiksa, di adili 
masa, dll.
Sekali lagi, kata-kata militan dan fanatisme saya rasa tidak harus selalu 
negatif, selama tidak dibawa kedalam wacana tindakan yang melanggar hak-hak 
orang lain dan menimbulkan kekerasan. Toh itu juga hanya kata-kata. Mana yang 
lebih baik, seorang atheis yang menghormati hukum dan hak-hak orang lain, atau 
seorang pemuka agama yang melecehkan hak-hak orang lain berdasarkan 
penafsirannya sendiri? yach.. tidak ada yang baik semuanya pasti pernah berbuat 
dosa, tapi itu dimata sang pencipta tapi di mata hukum, jelaslah yang 
menghormati hukum yang dianggap lebih baik.


----- Original Message ----
From: avicena.qisthi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, June 27, 2008 9:54:08 PM
Subject: [sma1bks] Re: Trs: Sikap Adil Kepada FPI


Once more..bukan agamanya ...tapi pelaku yang menafsirkan salah akan
agamanya yang menyalahgunakan bisa melahirkan kesan bahwa agam
tertentu hanya membawa fanatisme dan bla bla whatever. Paradox lo
bilang agama islam rahmatan lila'lamin tapi lo sebut juga bisa
melahirkan fanatisme. Get that point?

Apip Kamil

 


      

Kirim email ke