FPI memang harus menghormati hukum.....tapi bagaimana dengan Playboy, tempat
hiburan malam, tempat perjudian, tempat pelacuran yang nyata maupun
tersembunyi, hukum yang mana yang mereka hormati dan aparat mana yang
menindak mereka? apakah harus menunggu sampai anak-anak kita menjadi korban
kemaksiatan, menjadi pecandu narkoba, penyuka kehidupan seks bebas?
kekerasan yang tidak tempatnya dan semena-mena tentu saja tidak bisa
diterima tapi bagaimana dengan kemaksiatan yang dipertontonkan sebebas2nya,
itu bisa diterima?
ketika hukum yang ada diselewengkan oleh para aparatnya (kok bisa Playboy
mendapatkan ijin?) sementara masyarakat yang masih peduli dengan lingkungan
sekitar tidak bisa berbuat banyak (gw juga ga mau digebukin ama preman yang
ngejagain tempat kayak gituan), apa yang bisa dilakukan?
suatu reaksi tidak mungkin timbul dengan sendirinya tanpa ada aksi yang
memulai

2008/6/11 Beto FLP <[EMAIL PROTECTED]>:

>
> Saya tidak setuju apabila membubarkan FPI dengan kekerasan juga, karena hal
> tersebut akan membuat kita sama dengan mereka, sedangkan kita berbeda.
> Seperti post saya sebelumnya, saya kasihan kepada simpatisan mereka yang
> kebaykan pemuda dan remaja yang telah dibutakan matanya. Mereka tidak tahu
> kalau FPI hanyalah "device" yang digerakan oleh pejabat2x atas. Tujuannya
> tidak murni membela ajaran Islam, itu bisa saya pastikan. Kita harus bisa
> membedakan mana ajaran, mana orangnya. FPI hanyalah sekumpulan orang yang
> digerakan dengan suatu alat pemersatu yaitu membela ajaran Islam, DENGAN
> CARA KEKERASAN. Meskipun alasannya adalah jalan terakhir, TINDAK KEKERASAN
> TIDAK DAPAT DIBENARKAN DI NEGERI INI, kalau mau di hutan rimba amazon sana.
>
> Saya tidak setuju dengan Playboy, tempat hiburan malam, tempat perjudian,
> bahkan saya tidak setuju apabila rokok diperjualbelikan untuk anak dibawah
> umur. Tapi tidak dengan cara kekerasan seperti itu. Sekali lagi FPI harus
> menghormati hukum di Indonesia, apabila tidak bisa menghormati hukum yang
> berlaku di Indonesia, mereka boleh meninggalkan negeri ini pidah ke negara
> luar.
>
> Last but not least, saya hanya kasihan dengan simpatisan FPI yang
> dimanfaatkan oleh orang2x tertentu yang memiliki tujuan pribadi atau
> kelompok.
>
> "Hate the sin, but don't hate the sinner" (Mahatma Gandhi)
>
> ----- Original Message ----
> From: avicena.qisthi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, June 12, 2008 2:30:55 AM
> Subject: [sma1bks] Re: Trs: Sikap Adil Kepada FPI
>
> Ganyang dan Bubarkan FPI?
> Ganyang diapain nih? di uber-uber terus di usek usek, digebukin di
> sikat habis secara kekerasan juga? Sama juga dong kekerasan?
> Bubarkan? Wah nanti gampang muncul organisasi baru, gantinya FPI.
> Padahal itu-itu juga.
> Mungkin perlakuan terbaik adalah, IMHO, dialog dengan FPI, kita
> ingatkan mereka. Amar Ma'ruf nahi Mungkar Yes!, Tapi tidak dengan
> kekerasan.
>
> Dan untuk golongan AKKBB dengan kawan-kawannya juga, kita harus tuntut
> mereka mengurangi kekerasan secara psikologis terhadap umat ini.
> Jangan mentang-mentang media mereka kuasai, dengan seenaknya mereka
> bisa memutarbalikan fakta, memprovokasi umat. we have it satt and
> enough! Kalau aqidah mau mereka jual, demi setumpuk dollar. Silahkan
> lakukan! Tapi tidak berdiri di atas penistaan agama yang dibawa oleh
> Rasul Terakhir, Muhammad SAW ini.
>
> Apip Kamil
> fis 3 - 91
>
>
>  
>



-- 
The New World is not America
It is Internet
.....and I wanna take my share in the New World

Kirim email ke