AADC = Ada Apa Dengan om Comar

On 7/28/08, vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   duh Oom Komar...ini bukan pertanda kan?...
> (kidding only) ..
>
> --- komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]<komaribnumikam%40gmail.com>
> >
> wrote:
>
>
> > Pernikahan. Ini satu fase dalam hidup. Kalau memang
> > bisa dipertahankan
> > terus, bagus. Lakukanlah...!
> >
> > Namun, dalam sejumlah kasus spesifik, berpisah
> > adalah juga pilihan.
> > Terkadang berpisah juga adalah demi kebaikan.
> > Bayangkan.....sekali lagi
> > bayangkan, imaginasikan. Pasangan yang semakin lama
> > bukan semakin menyatu.
> > Tapi malah saling berpisah. Seperti dua jalan kereta
> > yang saling
> > menjau...menjauh dan menjauh....
> >
> > Sungguh lho...adakalanya satu pasangan semakin lama
> > bukan semakin menyatu.
> > Tapi malah punya jalan sendiri-sendiri. Dan, ketika
> > bertemu yang ada adalah
> > ketidakcocokan demi ketidakcocokan. Ujung-ujungnya
> > adalah bertengkar.
> > Jangankan soal isi sms dari siapa dan apa isinya.
> > Soal naro koran salah aza
> > bisa menimbulkan perang irak. Nah, bila bersatu
> > hanya bertengkar, bukankah
> > lebih baik berpisah.
> > Bila bersatu tak mampu mendekatkan diri padaNya,
> > mengapa tidak cari
> > alternatif lain?
> >
> > Yang terpenting adalah semuanya dalam kerangka
> > ibadah. Ya, ibadah! Akankah
> > bersatu mampu mendongkrak kualitas penghambaan kita
> > kepada Sang Rabb. Ini
> > yang penting.
> >
> > Sekali lagi, berpisah atau bersatu itu gak penting.
> > Yang penting adalah
> > semuanya dalam kerangka ibadah dan kebaikan...
> >
> >
> > Salam..!
> >
>
>  
>



-- 
OpiK
http://taufiek.wordpress.com

Kirim email ke