ha..ha..ha..ha.... terlalu banyak tafsir atas tulisan saya yah... baik yang disampaikan via milis maupun japri.. thanks anyway atas responnya.....
saya bukan selebritis. Gak ada yang gitu-gitu.... yang jadi pokok persoalana adalah HIDUP BUKAN SEKADAR PERBUATAN HIDUP JUGA ADALAH IBADAH.... APA PUN HARUS DALAM RANGKA IBADAH.... bravo semuanya! 2008/8/2 Adi Pradana <[EMAIL PROTECTED]> > Saya membaca posting Bang Komar kok kayak orang desperate gitu sih... > jangan keseringan nonton serie desperate wife donk bang :D > > sangat mudah untuk mengucapkan berpisah ! > tapi udah pernah merasakan belum??? > > btw orang itu baru merasa kehilangan sesuatu, > kalo dia sudah tidak memiliki sesuatu itu. > > dah kayak artis aja bersatu... berpisah.... terus bersatu.... berpisah... > bentar-2 bersatu... bentar-2 berpisah.... > itu biasa deh... > sepuluh kali sepuluh deh.. cepee deh > capee deh... > > kalo kata orang pramuka nih > " bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh coi" > > salam ukhuwah, > > Saprudin Ade M > IPA-2'97 > PT Sime Darby Offshore Eng > > --- On *Sat, 7/26/08, komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]>*wrote: > > From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [sma1bks] Apakah saya menikah......bersatu atau berpisah itu > biasa.... > To: [email protected] > Date: Saturday, July 26, 2008, 10:27 AM > > > Pernikahan. Ini satu fase dalam hidup. Kalau memang bisa dipertahankan > terus, bagus. Lakukanlah.. .! > > Namun, dalam sejumlah kasus spesifik, berpisah adalah juga pilihan. > Terkadang berpisah juga adalah demi kebaikan. Bayangkan... ..sekali lagi > bayangkan, imaginasikan. Pasangan yang semakin lama bukan semakin menyatu. > Tapi malah saling berpisah. Seperti dua jalan kereta yang saling > menjau...menjauh dan menjauh.... > > Sungguh lho...adakalanya satu pasangan semakin lama bukan semakin menyatu. > Tapi malah punya jalan sendiri-sendiri. Dan, ketika bertemu yang ada adalah > ketidakcocokan demi ketidakcocokan. Ujung-ujungnya adalah bertengkar. > Jangankan soal isi sms dari siapa dan apa isinya. Soal naro koran salah aza > bisa menimbulkan perang irak. Nah, bila bersatu hanya bertengkar, bukankah > lebih baik berpisah. > Bila bersatu tak mampu mendekatkan diri padaNya, mengapa tidak cari > alternatif lain? > > Yang terpenting adalah semuanya dalam kerangka ibadah. Ya, ibadah! Akankah > bersatu mampu mendongkrak kualitas penghambaan kita kepada Sang Rabb. Ini > yang penting. > > Sekali lagi, berpisah atau bersatu itu gak penting. Yang penting adalah > semuanya dalam kerangka ibadah dan kebaikan... > > > Salam..! > > > > -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply.com 0818721014 karya-karya ; sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
