Januari - Glenn Fredly

berat bebanku meninggalkanmu
separuh nafas jiwaku sirna

bujan salahmu apa dayaku
mungkin benar cinta sejati
tak berpihak pada kita

reff: kasihku sampai di sini kisah kita
jangan tangisi keadaannya
bukan karena kita berbeda

dengarkan, dengarkan lagu-lagu ini
melodi rintihan hati ini
kisah kita berakhir di januari

  selamat tinggal kisah sejatiku
  ooo pergilah


2009/1/15 Lulu Olivia <[email protected]>

>    Ikutan donk :
> 1. Habis Taon Baru
> 2. Pastinya tambahin Doa2 baru
> 3. Mimpi2 baru
> 4. Semangat baru
> 5. Gaji baru
> 6. Rencana baru
> 7. Kesibukan baru
> 8. Temen baru
> 9. Pengen punya barang baru..hehhe
> 10. Pengen jalan2 ketempat baru..hehhe
>
> Amien... Amien..
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* tiarrahman <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Thursday, January 15, 2009 1:56 PM
> *Subject:* [sma1bks] Re: Noon Coffee Break : Januari
>
>  kalo 10:
> 1. Gaji baru
> 2. Kerjaan baru (gaji lebih baru)
> 3. semangat baru
> 4. ebook baru
> 5. teman baru
> 6. Gigi 11 januari
> 7. Hujan - Banjir
> 8. Pastinya dingin
> 9. pengen sekolah lagi deh.
> 10. optimis juga deh
>
> --- In [email protected], "Lusiana M. Hevita" <mhev...@...>
> wrote:
> >
> > JANUARI
> >
> > Kenapa Januari? Karena tidak mau bicara soal Desember.
> > Desember adalah kemarin. Tahun lalu. Bulan yang memberikan warna
> putih juga
> > hitam dalam lembaran hidup. Dan itu tidak mau diingat-ingat lagi,
> meski kadang
> > kenangan itu muncul. Tidak apa-apa kalau tidak disengaja. Karena
> manusia, punya
> > memori bergiga-giga byte.
> >
> > Januari adalah awal. Lembaran baru. Harapan baru. Pagi pada
> > hari yang panjang. Matahari pada ufuk Timur. Dimulainya kehidupan.
> Siapa tidak
> > suka harapan? Siapa tidak suka pagi? Saat masih ada embun yang
> menetes, bunga
> > kuncup yang siap merekah, dan kicau burung terbang keluar sarang
> mencari makan.
> >
> > Ustadz pernah bilang, mengutip perkataan Nabi. Tawakal/taqwa
> > itu seperti burung yang pergi keluar sarang di pagi hari untuk
> mencari makan,
> > dan pulang di sore hari dalam keadaan kantung penuh dengan makanan
> dan kenyang.
> > Menyambut pagi dengan suka cita, penuh harapan, semangat. Lihat
> saja. Belum
> > terbang saja dia berkicau, berjingkat-jingkat di dahan, mengepakan
> sayap,
> > berkicau lagi. Memanggil anak-anaknya, atau pasangannya atau teman-
> temannya.
> > Lalu terbang bersama. Meluncur ke atas, menyambut benang-benang
> sinar terang
> > dari Timur. Memenuhi rongga dada dan sayapnya dengan udara pagi.
> Lepas sekali.
> >
> > Perkara bahwa di luar sana musuh atau bahaya menghadang, dia
> > tidak ambil pusing. Tetap terbang keluar sarang. Perkara persediaan
> biji-bijian
> > dan buah-buahan semakin menipis, dia tidak peduli. Tetap mengepak
> ke sana-sini.
> > Perkara tak ada dahan dan batang pohon serta daun-daun yang
> menyediakan ulat,
> > dia tidak ragu. Tetap hinggap di mana pun dia mau. Kabel telepon,
> tiang
> > listrik, tali jemuran, antena tv atau atap-atap bangunan.
> >
> > "Burung tetap aja burung, dan manusia tetap manusia. Burung
> > nggak bisa melawan kalau manusia memotong lehernya…" kata Ibu satu
> ruangan,
> > dulu di pertengahan tahun 2001. Waktu saya mengamati burung-burung
> dari kaca jendela
> > dan bilang pengen jadi binatang yang punya sayap itu. (Haha.. dasar
> ketahuan
> > deh lagi frustasinya).
> > Sejak itu saya menganggap beliau sebagai ibu saya sendiri.
> > Hanya karena nasehatnya tentang burung..how come? Yes, but that's
> right!
> > Manusia makluk yang `kuat', memiliki segala yang tidak dimiliki
> binatang,
> > apalagi burung. Akal, pikiran, imajinasi, hati nurani…*halah..
> (kalau burung
> > kelebihannya cuma karena dia punya sayap aja simpul saya akhirnya :-
> )
> >
> > Mengapa Januari? Karena hujan di Januari berkesan romantis
> > (Glen Fredly kalee :), sedangkan di Desember berkesan kelabu.
> Karena Januari
> > adalah angka 1 (satu) dan Desember 12 (duabelas). Karena Januari
> adalah awal
> > dan Desember akhir. Tapi, tidak sesederhana itu lah… Januari dan
> Desember
> > adalah sama saja, hanya bagaimana manusia memandangnya. Tidak
> percaya kalau
> > sama?
> > "Bapakku meninggal tanggal 16 Januari, Vit. Dan Papa-mu
> > tanggal 16 Desember. Kita sama-sama kehilangan Ayah di tahun yang
> sama. Aku di
> > awal, kamu di akhir tahun…" kata teman
> > seperjalanan dinas (dan apa saja itu).
> > Kepiluan yang sama, bukan?
> >
> > Jadi kenapa Januari? Sekali lagi cara pandang. Dia bisa jadi
> > romantis atau kelabu. Dia bisa jadi awal yang baru, atau kelanjutan
> dari akhir
> > yang belum berakhir. Dan, silakan memilih. 10 kata (-kata) untuk
> Januari pilihan saya adalah: Optimisme, harapan, impian, cita-cita,
> resolusi, lebih baik, hujan yang
> > romantis, angka 1, matahari pagi, burung dengan tawakalnya.
> >
> > So guys, apa arti Januari bagimu?
> >
>
> 
>



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

Kirim email ke