Kalau ini gw mau objectif dik, bukan karena partainya ya, ane lebih cenderung membandingkan antar walikota nya, individunya. Mari kita bandingkan depok dgn bekasi, secara lokasi bekasi dan depok sama2 kota komuter dan para pekerja di jakarta. Depok lebih "bersih" dari bekasi, makanya ane dukung bang komar dah, bekasi utara merdeka 1. Santunan kematian untuk warga depok 2. Pemilihan PNS transparan depok dari bekasi (bekasi jadualnya molor2 melulu) bahkan kalo dibandingkan kabupaten bekasi lebih transparan kab dari kota-pengalaman pribadi bini yang ikut pns 3. Saat pembangunan tol cinere sd jagorawi saat ini, walikota sudah mengeluarkan perda melarang transaksi tanah atau pengurusan sertifikasi baru diwilayah pembebasan lahan untuk megurangi para calo tanah. Bandingkan dengan kisruh ruas tol jatiasih - cikunir
Saya nyaranin kita untuk lebih proporsional, jika semua kita bilang jelek dan ngga ada yang bagus di dunia ini, even di negara ini, ngapain kita hidup di negara ini kalau ngga mensupport negara ini untuk maju, mau nya yang bagus2 ketika negara ini butuh kita untuk suppprt (alias nyonteng) kita apriori, skeptis, mana rasa patriotisme kita saat negara memanggil/mengundang kita untuk berpartisipasi. Memang harus ada wamil kali ya biar rasa patriotisme kita bangkit. Ingat pemilu adalah amanat UUD. Dan negara ini dibentuk berdasarkan UUD, mari kita dukung negara ini untuk datang ke tps dan memilih. Ini baru disuruh memilih loh belum disuruh angkat senjata pergi ke medan perang. Jadi ingat motto kopasus "lebih baik pulang nama daripada gagal di medan tugas! Yakini Tuhan bersama kita! Selamat bertugas" AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL -----Original Message----- From: Dicky Kurniawan <[email protected]> Date: Wed, 8 Apr 2009 04:24:07 To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA PERUBAHAN? Tetep brur..partay usunganlu belom bisa berdiri dia tas semua golongan..kunci perubahan kalo emang itu yang diusung adalah harus bisa menempatkan diri di atas semua golongan...Partailu masih berdiri di atas golongan tertentu....Lu yakin partai lu bisa? Coba ente liat Depok noh...Walikotanya dari parta nomer 8 itu khan, tapi tetep wae semrawut, gak ada kemajuan, malah kampanye tangan kanan yang gak ada relevansinya sama perbaikan kesejahteraan masyarakat....Emang namanya partay..kalo udah kuasa lebih banyak lupa.... It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [email protected] [email protected] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ________________________________ From: Irzan Supriyadi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, April 8, 2009 5:34:10 PM Subject: RE: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA PERUBAHAN? MERDEKA BRO & SIS… Saya lihat email dibawah lebih kepada solusi jangka panjang. Dalam sebuah perbaikan sy lebih melihat sebuah tahapan, spt halnya Rasullullah menyampaikan dakwahnya. Selain itu kita bisa menyebutnya sebuah dinamika (sunatullah) , lebih rasional. Kalo tiba2 berubah drastiskan, jadinya take time, take money, take resources. Fenomena bangsa kita sedang dalam di kondisi tidak ideal, kita perlu tahapan2 menuju Ideal. PKS merupakan pilihan yg lebih dekat menuju bentuk ideal, krn sesuai dengan kondisi Bangsa, dimana sedang memerlukan PEMIMPIN yg meng-transform s/d me-revolusi kondisi yg tidak ideal menjadi ideal. Saat ini kita berada di sistem PEMILU yg sudah terlanjur mengarahkan kita kepada kondisi MAU/TIDAK MAU, ya diterima saja siapapun PEMENANG PEMILU. Sama seperti halnya kita bekerja ditempat kerja yg PIMPINAN kita bukan orang yg baik, apa iya kita mau keluar begitu saja. Kan mikir2 coy… Jadi solusi jangka pendeknya, ya ialah pilih PKS no 8, krn PKS berpotensi memiliki kemampuan untuk membuat langkah2 menuju tahapan yg lebih baik. PKS lebih melihat sistem yg diperbaiki dari pada PEMIMPIN-nya, idealnya dua2nya langsung bener. JADI JGN LUPA CONTRENG PKS NO 8. Lebih kurang saya minta maaf. From:sma1...@yahoogroups .com [mailto:sma1bks@ yahoogroups. com] On Behalf Of joko untoro Sent: Tuesday, April 07, 2009 8:36 PM To: sma1...@yahoogroups .com Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA PERUBAHAN? Bang Komar cukup panggil ane abu 'ali. Mohon maaf sebelumnya klo tanggapannya terlalu banyak, tp ini sekadar sharing aja. Klo ada yang nrimo ALHAMDULILLAAH, klo ada yang belum nrimo yo wis monggo, laa iqroha fiddiin (QS. Ali Imron : 20). KOMENTAR ANE: 1.. Menurut ane kesimpulan bang Komar kurang komprehensif terhadap substansi dalil tersebut. Karena Rasulullah tidak secara mutlak melarang memilih pemimpin. Akan tetapi caranya sesuai dengan tuntunan syariah serta jelas siapa yang memilih dan dipilih. Artinya yang memilih adalah ahlul halli wal aqdi dan yang dipilih adalah diantara syaratnya (dari sekian belas syarat sebagai pemimpin yang kesemuanya harus dipenuhi_lihat kitab siyasah syar'iyah karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sudah ada terjemahannya) tidak mencalonkan diri sebagai pemimpin. 2. Ane nggak men-tazkiyah diri ane sebagai orang sholeh akan tetapi semoga Allah masukkan ane ke dalam golongan orang-orang yang sholeh, shiddiqin dan syuhada. 3. Klo orang yang bang komar anggap SHOLEH memilih pemimpin, apakah ada jaminan pemimpin yang dipilih adalah orang yang sholeh dan akan mendapat pertolongan dari Allah dalam melaksanakan amanahnya..? KALLA TSUMMA KALLA... sekali-kali mereka tidak akan ditolong oleh Allah, karena RASULULLAH Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang telah menyatakan demikian. Dan tidaklah keluar dari lisan RASULULLAH Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kecuali kebenaran. 4. Klo orang yang bang Komar anggap TIDAK SHOLEH memilih dan ternyata pemimpin terpilihnya orang yang tidak sholeh, kita tetap harus rela dan taat selama pemimpin tersebut masih muslim dan tidak memerintahkan berbuat maksiat.. Karena mentaati mereka termasuk dalam ketaatan kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah wajib. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala "Artinya : Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian"[An-Nisaa : 59] Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. "Artinya : Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat maksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan” [HR. Al-Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840), Abu Dawud (no. 2625), an-Nasa'i (VII/159-160) , Ahmad (I/94), dari Sahabat ‘Ali Radhiyallahu 'anhu. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (1/351 no. 181) oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah] "Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan tidak boleh taat.” [HR. Al-Bukhari (no. 2955, 7144), Muslim (no. 1839), at-Tirmidzi (no. 1707), Ibnu Majah (no. 2864), an-Nasa'i (VII/160), Ahmad (II/17, 142) dari Sahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma. Lafazh ini adalah lafazh Muslim.] "Artinya : …Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi, tetaplah mendengar dan mentaati, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak hitam...“ [HR. Ahmad (IV/126,127, Abu Dawud (no. 4607) dan at-Tirmidzi (no. 2676), ad-Darimi (I/44), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/205) dan al-Hakim (I/95-96), dari Sahabat ‘Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu 'anhu. Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Lafazh ini milik al-Hakim.] Islam memandang bahwa maksiat kepada seorang amir (pemimpin) yang muslim merupakan perbuatan maksiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Artinya : Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada amirku (yang muslim) maka ia taat kepadaku dan barangsiapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku.” [HR. Al-Bukhari (no. 7137), Muslim (no. 1835 (33)), Ibnu Majah (no. 2859) dan an-Nasa'i (VII/154), Ahmad (II/252-253, 270, 313, 511), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (X/41, no. 2450-2451), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu] Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Artinya : Dan musibah apa saja yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaaf-kan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan ).” [Asy-Syuraa: 30] "Apabila rakyat ingin selamat dari kezhaliman pemimpin mereka, hendaknya mereka meninggalkan kezhaliman itu juga.” [Lihat Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyyah (hal. 543) takhrij dan ta’liq Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdul Muhsin at-Turki] Islam menganjurkan agar menasihati ulil amri dengan cara yang baik serta mendo’akan amir/pemimpin yang fasiq agar diberi petunjuk untuk melaksanakan kebaikan dan istiqamah di atas kebaikan, karena baiknya mereka bermanfaat untuk ia dan rakyatnya. Imam al-Barbahari (wafat tahun 329 H) rahimahullah dalam kitabnya, Syarhus Sunnah berkata: “Jika engkau melihat seseorang mendo’akan keburukan kepada pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk salah satu pengikut hawa nafsu, namun jika engkau melihat seseorang mendo’akan kebaikan kepada seorang pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk Ahlus Sunnah, insya Allah.” Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Jikalau aku mempunyai do’a yang baik yang akan dikabulkan, maka semuanya akan aku tujukan bagi para pemimpin.” Ia ditanya: “Wahai Abu ‘Ali jelaskan maksud ucapan tersebut?” Beliau berkata: “Apabila do’a itu hanya aku tujukan bagi diriku, tidak lebih hanya bermanfaat bagi diriku, namun apabila aku tujukan kepada pemimpin dan ternyata para pemimpin berubah menjadi baik, maka semua orang dan negara akan merasakan manfaat dan kebaikannya.” Wallaahu musta'an. ________________________________ From:komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com> To: sma1...@yahoogroups .com Sent: Tuesday, April 7, 2009 6:37:20 PM Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA PERUBAHAN? Terimakasih Mas Sukarsan dan Mas Joko Untoro atau Mas ABu Ali Ibnu ..... Saya menghargai kedua pendapat di atas. Ini merupakan kebenaran yang kita yakini. Tapi, saya berpendapat berikut ini. Kalau salah dikoreksi ya mas... 1. Mas Sukarsan kayaknya merekomendasikan untuk memilih PKS ya. Karena idiom Bersih dan PEduli, khas banget PKS. Seandainya memilih PKS apa jaminan ya? Terus baca Sabili edisi ini gak ? di halaman dalam ada pendapat Abu Jibril yang mengecam Zulkifimansya yang menyatakan syariah sudah tidak relevan lagi. Apa pendapat Akhi? 2. Buat Mas Joko eh mas Ali Ibnu. Maaf saya harus nyebut Joko atau nama satunya yang panjang itu ya? kalau saya berkesimpulan, kayaknya gak ada gunanya milih ya? terus kalau orang soleh kayak antum gak milih berarti isinya pilihan mereka yang tidak soleh dong? Relakah? maaf, sekadar menghangatkan suasana.... Makasih ya... Komar, 90 yang lagi belajar...
