Perasaan tulisan gua gak nyuruh jadi wamil dah???
Bukannya elu yang bilang bikin rasa  patriotisme muncul dari wamil???nih gua 
kutip: Kalo gak inget ada noh di bawah tulisanlu....

Memang harus ada wamil kali ya biar rasa patriotisme kita bangkit

 
nyontreng udah merasa jadi patriotis? Selamat dah....

It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[email protected]
[email protected]
omongkosongku.blogspot.com
answerlieswithin.multiply.com
  
 




________________________________
From: Arief Kurniawan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 9, 2009 8:03:22 AM
Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA  
PERUBAHAN?





Kalu ini bukan teori kuliah, kalu teori kuliah gue hukum ohm, resistor, sama 
ampere. Wamil bukan makanannya orde baru. Justro orba menjauhkan rakyatnya dari 
wamil. Kalao rakyatnya wamil gak perlu nunggu 1998, tahun 1970 aja dah jatoh 
orba, karena apa? Karena rakyatnya jago militer dan bisa ngejatohin orba 
secepatnya. Orba menginginkan militer hanya dia yang pegang, bukan rakyat. 
Makanya orba make teori pertahanan dan ketahanan rakyat semesta bukan wamil. 
Kalo rakyat wamil, justru orba sulit menggengam militer dalam tangannya, 
kenyataannya rakyat dibuat buta militer dan takut militer bukan

Ane mau jadi patriot yang nyata ah, nyonteng, ngga cuman ngomong berbusa tapi 
nol besar

*lagi siap2 ke TPS



AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL
________________________________
From:  Dicky Kurniawan 
Date: Wed, 8 Apr 2009 08:56:07 -0700 (PDT)
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA  
PERUBAHAN?

Waduh...begini ya agak teori jaman kuliah dulu...
Partisipasi Politik gak cuman milih aja waktu pemilu, apalagi diembel-embel 
panggilan negara....Diskusi model begini juga partisipasi politik....Orang 
golput bukan berarti gak concern...tapi menggunakan hak pilihnya untuk tidak 
memilih, dan tetap menjadi oposan, tanpa terikat ideologi partay manapun...dan 
itu bentuk partisipasi politik....Orang baca artikel tentang pemilu itu juga 
partisipasi politik...

Soal patriotisme di Indonesia juga gak bisa diukur sama lu ikut milih atau 
nggak...coba liat kalo PSSI tanding..Penonton dari ujung indonesia mana bawa 
bendera Merah Putih...itu bentuk patriotisme juga...nonton tim Bulu Tangkis 
Thomas Uber Indonesia berjibaku di lapangan..itu patriotis juga...Patriotisme 
itu gak minta imbalan brur...Kalo ngukur  patriotisme itu ke medan perang, 
wamil..sorry to say..lu terkena kampanyenya Orde Militer jaman Soeharto.... 
dimana semuanya diukur dari tindakan dan perilaku militeristik. ..

Soal walikota gua bukannya mo subyektif, tapi walikota diusung partay..maka 
secara tak langsung partay juga bertanggung jawab...

 
It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. .blogspot. com
answerlieswithin.. multiply. com
  
 




________________________________
From: Arief Kurniawan <batigol_arief@ yahoo.com>
To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Wednesday, April 8, 2009 7:39:00 PM
Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA   
PERUBAHAN?


Kalau ini gw mau objectif dik, bukan karena partainya ya, ane lebih cenderung 
membandingkan antar walikota nya, individunya. . Mari kita bandingkan depok dgn 
bekasi, secara lokasi bekasi dan depok sama2 kota komuter dan para pekerja di 
jakarta.
Depok lebih "bersih" dari bekasi, makanya ane dukung bang komar dah, bekasi 
utara merdeka
1. Santunan kematian untuk warga depok
2. Pemilihan PNS transparan depok dari bekasi (bekasi jadualnya molor2 melulu) 
bahkan kalo dibandingkan kabupaten bekasi lebih transparan kab dari 
kota-pengalaman pribadi bini yang ikut pns
3. Saat pembangunan tol cinere sd jagorawi saat ini, walikota sudah 
mengeluarkan perda melarang transaksi tanah atau pengurusan sertifikasi baru 
diwilayah pembebasan lahan untuk megurangi para calo tanah. Bandingkan dengan 
kisruh ruas tol jatiasih - cikunir

Saya nyaranin kita untuk lebih proporsional, jika semua kita bilang jelek dan 
ngga ada yang bagus di dunia ini, even di  negara ini, ngapain kita hidup di 
negara ini kalau ngga mensupport negara ini untuk maju, mau nya yang bagus2 
ketika negara ini butuh kita untuk suppprt (alias nyonteng) kita apriori, 
skeptis, mana rasa patriotisme kita saat negara memanggil/mengundan g kita 
untuk berpartisipasi. Memang harus ada wamil kali ya biar rasa patriotisme kita 
bangkit. Ingat pemilu adalah amanat UUD. Dan negara ini dibentuk berdasarkan 
UUD, mari kita dukung negara ini untuk datang ke tps dan memilih. Ini baru 
disuruh memilih loh  belum disuruh angkat senjata pergi ke medan perang. 

Jadi ingat motto kopasus "lebih baik pulang nama daripada gagal di medan tugas! 
Yakini Tuhan bersama kita! Selamat bertugas"





AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL
________________________________
From:  Dicky Kurniawan 
Date: Wed, 8 Apr 2009 04:24:07 -0700 (PDT)
To:  <sma1...@yahoogroups ..com>
Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA  
PERUBAHAN?

Tetep brur..partay usunganlu belom bisa berdiri dia tas semua golongan..kunci 
perubahan kalo emang itu yang diusung adalah harus bisa menempatkan diri di 
atas semua golongan...Partailu masih berdiri di atas golongan tertentu...Lu 
yakin partai lu bisa? Coba ente liat Depok noh...Walikotanya dari parta nomer 8 
itu khan, tapi tetep wae semrawut, gak ada kemajuan, malah kampanye tangan 
kanan yang gak ada relevansinya sama perbaikan kesejahteraan masyarakat.. 
..Emang namanya partay..kalo udah kuasa lebih banyak lupa....

 
It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi  Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan  12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. com
answerlieswithin. multiply. com
  
 




________________________________
From: Irzan Supriyadi <irza...@faber- castell.co. id>
To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Wednesday, April 8, 2009 5:34:10 PM
Subject: RE: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA  
PERUBAHAN?


MERDEKA BRO & SIS…
 
Saya lihat email dibawah lebih kepada solusi jangka  panjang.
 
Dalam sebuah perbaikan sy lebih melihat sebuah tahapan, spt halnya Rasullullah 
menyampaikan dakwahnya. Selain itu kita bisa menyebutnya sebuah dinamika 
(sunatullah) , lebih rasional. Kalo tiba2 berubah drastiskan, jadinya take 
time, take money, take resources. 
 
Fenomena bangsa kita sedang dalam di kondisi tidak ideal, kita perlu tahapan2 
menuju Ideal..
PKS merupakan pilihan yg lebih dekat menuju bentuk ideal, krn sesuai dengan 
kondisi Bangsa, dimana sedang memerlukan PEMIMPIN yg meng-transform  s/d 
me-revolusi kondisi yg tidak ideal menjadi ideal.
 
Saat ini kita berada di sistem PEMILU yg sudah terlanjur mengarahkan kita 
kepada kondisi MAU/TIDAK MAU, ya diterima saja siapapun PEMENANG PEMILU.
Sama seperti halnya kita bekerja ditempat kerja yg PIMPINAN kita bukan orang yg 
baik, apa iya kita mau keluar begitu saja. Kan mikir2 coy…
 
Jadi solusi jangka pendeknya, ya ialah pilih PKS no 8, krn PKS berpotensi 
memiliki kemampuan untuk membuat langkah2 menuju tahapan yg lebih baik. 
PKS lebih melihat sistem yg diperbaiki dari pada PEMIMPIN-nya, idealnya dua2nya 
langsung bener.
JADI JGN LUPA CONTRENG PKS NO 8.
 
Lebih kurang saya minta maaf.
 
From:sma1...@yahoogroups .com [mailto:sma1bks@ yahoogroups. com] On Behalf Of 
joko untoro
Sent: Tuesday, April 07, 2009 8:36 PM
To: sma1...@yahoogroups .com
Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA 
PERUBAHAN?
 
Bang Komar cukup panggil ane abu 'ali.
Mohon maaf sebelumnya klo tanggapannya terlalu banyak, tp ini sekadar sharing 
aja. Klo ada yang nrimo ALHAMDULILLAAH, klo ada yang belum nrimo yo wis 
monggo,laa iqroha fiddiin (QS. Ali Imron : 20).

KOMENTAR ANE:    
1. Menurut ane kesimpulan bang Komar kurang komprehensif terhadap substansi 
dalil tersebut. Karena Rasulullah tidak secara mutlak melarang memilih 
pemimpin. Akan tetapi caranya sesuai dengan tuntunan syariah serta jelas siapa 
yang memilih dan dipilih. Artinya yang memilih adalah ahlul halli wal aqdi dan 
yang dipilih adalah diantara syaratnya (dari sekian belas  syarat sebagai 
pemimpin yang kesemuanya harus dipenuhi_lihat kitab siyasah syar'iyah karangan 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sudah ada terjemahannya) tidak mencalonkan diri 
sebagai pemimpin.
2.     Ane nggak men-tazkiyah diri ane sebagai orang sholeh akan tetapi semoga 
Allah masukkan ane ke dalam golongan orang-orang yang sholeh, shiddiqin dan 
syuhada.
3.  Klo orang yang bang komar anggap SHOLEH memilih pemimpin, apakah ada 
jaminan pemimpin yang dipilih adalah orang yang sholeh dan akan mendapat 
pertolongan dari Allah dalam melaksanakan amanahnya..? KALLA TSUMMA KALLA... 
sekali-kali mereka tidak akan ditolong oleh Allah, karena RASULULLAH 
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang telah menyatakan demikian. Dan tidaklah 
keluar dari lisan RASULULLAH Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kecuali kebenaran..
4. Klo orang yang bang Komar anggap TIDAK SHOLEH memilih dan ternyata pemimpin 
terpilihnya orang yang tidak sholeh, kita tetap harus rela  dan taat selama 
pemimpin tersebut masih muslim dan tidak memerintahkan berbuat maksiat. Karena 
mentaati mereka termasuk dalam ketaatan kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah 
Subhanahu wa Ta’ala adalah wajib.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) 
dan ulil amri di antara kalian"[An-Nisaa : 59]

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

"Artinya : Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat 
maksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan” [HR. 
Al-Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840), Abu Dawud (no. 2625), an-Nasa'i 
(VII/159-160) , Ahmad (I/94), dari Sahabat ‘Ali Radhiyallahu 'anhu. Lihat 
Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (1/351 no. 181) oleh Syaikh Al-Albani 
rahimahullah]

"Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada  
apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat 
kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh 
mendengar dan tidak boleh taat.” [HR. Al-Bukhari (no. 2955, 7144), Muslim (no. 
1839), at-Tirmidzi (no. 1707), Ibnu Majah (no. 2864), an-Nasa'i (VII/160), 
Ahmad (II/17, 142) dari Sahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma. Lafazh ini 
adalah lafazh Muslim.]

"Artinya : …Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah Yang 
Mahamulia lagi Mahatinggi, tetaplah mendengar dan mentaati, walaupun yang 
memerintah kalian adalah seorang budak hitam...“ [HR. Ahmad (IV/126,127, Abu 
Dawud (no. 4607) dan at-Tirmidzi (no. 2676), ad-Darimi (I/44), al-Baghawi dalam 
Syarhus Sunnah (I/205) dan al-Hakim (I/95-96), dari Sahabat ‘Irbadh bin Sariyah 
Radhiyallahu 'anhu. Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi. 
Lafazh ini milik al-Hakim.]

Islam memandang bahwa maksiat  kepada seorang amir (pemimpin) yang muslim 
merupakan perbuatan maksiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah 
dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, 
barangsiapa yang taat kepada amirku (yang muslim) maka ia taat kepadaku dan 
barangsiapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku.” [HR. 
Al-Bukhari (no. 7137), Muslim (no. 1835 (33)), Ibnu Majah (no. 2859) dan 
an-Nasa'i (VII/154), Ahmad (II/252-253, 270, 313, 511), al-Baghawi dalam 
Syarhus Sunnah (X/41, no. 2450-2451), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 
'anhu]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan musibah apa saja yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh 
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaaf-kan sebagian besar (dari 
kesalahan-kesalahan ).” [Asy-Syuraa: 30]

"Apabila rakyat ingin selamat dari kezhaliman pemimpin mereka, hendaknya mereka 
meninggalkan kezhaliman itu juga.” [Lihat Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyyah 
(hal. 543) takhrij dan ta’liq Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdul 
Muhsin at-Turki]

Islam menganjurkan agar menasihati ulil amri dengan cara yang baik serta 
mendo’akan amir/pemimpin yang fasiq agar diberi petunjuk untuk melaksanakan 
kebaikan dan istiqamah di atas kebaikan, karena baiknya mereka bermanfaat untuk 
ia dan rakyatnya.

Imam al-Barbahari (wafat tahun 329 H) rahimahullah dalam kitabnya, Syarhus 
Sunnah berkata: “Jika engkau melihat seseorang mendo’akan keburukan kepada 
pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk salah satu pengikut hawa nafsu, namun 
jika engkau melihat seseorang mendo’akan kebaikan kepada seorang pemimpin, 
ketahuilah bahwa ia termasuk Ahlus Sunnah, insya Allah.”

Fudhail bin ‘Iyadh  rahimahullah berkata: “Jikalau aku mempunyai do’a yang baik 
yang akan dikabulkan, maka semuanya akan aku tujukan bagi para pemimpin.” Ia 
ditanya: “Wahai Abu ‘Ali jelaskan maksud ucapan tersebut?” Beliau berkata: 
“Apabila do’a itu hanya aku tujukan bagi diriku, tidak lebih hanya bermanfaat 
bagi diriku, namun apabila aku tujukan kepada pemimpin dan ternyata para 
pemimpin berubah menjadi baik, maka semua orang dan negara akan merasakan 
manfaat dan kebaikannya.”

Wallaahu musta'an.




________________________________
 
From:komarudin ibnu mikam <komaribnumikam@ gmail.com>
To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Tuesday, April 7, 2009 6:37:20 PM
Subject: Re: Bls: [sma1bks] Topic of the month : PERCAYAKAH PEMILU MEMBAWA 
PERUBAHAN?
Terimakasih Mas Sukarsan dan Mas Joko Untoro atau Mas ABu Ali Ibnu ......
 
Saya menghargai kedua pendapat di atas. Ini merupakan kebenaran yang kita 
yakini. Tapi, saya berpendapat berikut ini. Kalau salah dikoreksi ya mas...
 
1. Mas Sukarsan kayaknya merekomendasikan untuk memilih PKS ya. Karena idiom 
Bersih dan PEduli, khas banget PKS.  Seandainya memilih PKS apa jaminan ya? 
Terus baca Sabili edisi ini gak ? di halaman dalam ada pendapat Abu Jibril yang 
mengecam Zulkifimansya yang menyatakan syariah  sudah tidak relevan lagi. Apa 
pendapat Akhi?
 
2. Buat Mas Joko eh mas Ali Ibnu. Maaf saya harus nyebut Joko atau nama satunya 
yang panjang itu ya?
kalau saya berkesimpulan, kayaknya gak ada gunanya milih ya? terus kalau orang 
soleh kayak antum gak milih berarti isinya pilihan mereka yang tidak soleh 
dong? Relakah?
 
 
maaf, sekadar menghangatkan suasana....
Makasih ya...
 
Komar, 90
yang lagi belajar...
 


   


      

Kirim email ke