Maaf, koreksi maksud saya L.L.Fuller bukan John F.Fuller
http://en.wikipedia.org/wiki/Lon_Fuller
Eight Routes of Failure for any Legal System
1. The lack of rules or law, which leads to ad-hoc and inconsistent
adjudication.
2. Failure to publicize or make known the rules of law.
3. Unclear or obscure legislation that is impossible to understand.
4. Retroactive legislation.
5. Contradictions in the law.
6. Demands that are beyond the power of the subjects and the ruled.
7. Unstable legislation (ex. daily revisions of laws).
8. Divergence between adjudication/administration and legislation.
________________________________
From: Beto FLP <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, May 17, 2009 1:07:28 AM
Subject: Re: [sma1bks] Testimoni Romo: "Dirikanlah Negara Islam"
@ Arief: kan sudah gw bilang yang berpikiran sempit gak usah posting. Kayaknya
di tulisan gw gak pernak bilang suka homo ya? gw juga gak setuju sama homo dan
perkawinan sejenis, trus kalau begitu kenapa lo nyerang gw? inilah contoh islam
berpikiran sempit. Gak suka dikit, sikat, berbeda pandangan sedikit hina,
ganggu dikit bakar. Gak bisa apa membangun wacana yang konstruktif? yang gw
sampaikan itu cuma fakta dan sekedar menjawab pertanyaan bang komar dan itu
semua fakta.
Mengenai oknum (sekali lagi OKNUM)? tanya aja JI sama MI apa tujuan mereka
mengenai FBR, gak peduli motifnya apa, mau puncak dari ketidakpuasan kek, mau
atas nama kebenaran kek, yang namaya melanggar hukum ya melanggar hukum.
mengenai gereja, kan bang komar tanya ada apa gak ada, bukan banyak atau
sedikit. Kalau pertanyaannya ada atau gak ada ya ada tuh. HKBP Pondok Ungu
Permai (dibakar ---> masuk SCTV) HKBP Cinere ditutup (masuk kompas), dll.
Gitu loh sodaraku arief yang masih berpikiran sempit. Sorry ya. Please open
your mind so we can talk, kalau gak mau buka pikiran yah.. silahkan saja hina
saya, saya tidak akan membalas toh juga gak nyambung juga omongannya jadi buat
apa.
@ bang komar:
1. At least kita sudah sepakat mengenai ada oknum yang memang berbuat begitu.
Soal dukuangan financial, saya tidak punya data jadi saya tidak kompeten
berbicara.
2. Tentang FBR dan FPI, sudahlah bubarkan saja. Lebih baik anak2x muda di FPI
dan FBR melamar jadi polisi, jadi bisa memberantas kejahatan atas nama hukum,
bukan atas nama sentimen pribadi (agama?)
3. Soal gereja. John F.Fuller mengatakan, hukum yang tidak bisa dilakukan oleh
masyarakat yang diaturnya sama sekali bukan hukum. Hukum itu harus realistis
dan adil. Kalau tidak kenal siapa Fuller tanya om gugle. SKB2 menteri hampir
tidak mungkin dilaksanakan. masakan harus meminta persetujuan at least 50 KK
yang berebeda agama (tujuannya sih sebagai representasi kalau sudah ada 50 KK
yang setuju "dianggap" tidak mengganggu masyarakat sekitar) untuk mendirikan
gereja di wilayah tersebut? hampir tidak mungkin bisa dilaksanakan (tidak
logis). Lagipula hukum dalam ruang lingkup publik (hukum yang mengatur hubungan
masyarakat dengan negara) harus bersifat non-retroaktif. Tidak boleh hukum
publik bersifat retroaktif (kecuali UU.39/1999 tentang HAM). Artinya
keberlakuan SKB2 menteri itu hanya diperuntukan bagi pendirian rumah ibadah
yang akan didirikan setelah SKB tersebut berlaku, tidak bisa ditarik ulur
kebelakang. Masakan gereja yang sudah 10 tahun berdiri
tiba2x bisa ditutup karena ada sentimen tidak suka dan dikhawatirkan akan
menimbulkan kericuhan? tidak adil namanya. Kecuali memang gereja tersebut
benar2x mengganggu, seperti jemaatnya suka mabuk2xan suka ribut di malam hari
dsb dsb. kalau begitu jangankan dari orang luar, saya sendiri sebagai orang
kristen mendukung gereja tersebut ditutup karena buat apa ada gereja kalau
gereja itu tidak bisa mengajarkan, memperbaiki, dan menjadikan jemaatnya garam
dan terang bagi sekitar.
soal HOMO? memang ada agama yang melegalkan ya? dan setahu saya perkawinan
sejenis yang dilegalakan cuma ada di luar negeri bukan di NKRI. Salam kasih.
________________________________
From: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, May 16, 2009 5:55:42 PM
Subject: Re: [sma1bks] Testimoni Romo: "Dirikanlah Negara Islam"
buat brother Beto dan kawan-kawan lain,
Pertama, gue apreciate ama elo yang berani 'bicara'. Mudah-mudahn gak ada yang
protes neg. Kita melakukan dialog antar iman. Kalau pun kkita berbeda. Mari
kita sepakat untuk tidak sepakat. Paling gak lo udah paham maksud gue. Atau,
gue udah paham maksud lo....
kalo sekadar dialog gini gue pikir bukan SARA ya. SARA itu apabila kita
menghina agama lain. Dan Islam pun melarang umatnya untuk menghina tuhan agama
lain.
Firman Allah swt dalam surat Al an Am :108. “Dan janganlah kamu (wahai kaum
Muslim) memaki sembahan-sembahan(seperti berhala-berhala atau manusia betapapun
agungnya) yang mereka sembahselain Allah, (karena jika kamu memakinya) maka
akibatnya mereka akan memaki (pula)Allah dengan melampaui batas (dan secara
tergesa-gesa tanpa berpikir serta) tanpapengetahuan. Apa yang dapat mereka
lakukan dari cacian itu sama dengan apa yang telahdilakukan oleh kaum musyrik
yang lain sepanjang masa, karena) demikianlah Kamimemperindah bagi setiap umat,
amal (buruk) mereka (akibat kebejatan budi mereka danakibat godaan setan
terhadap mereka. Tetapi jangan duga mereka akan lepas dari tanggung
jawab, karena) kemudian, (yakni nanti setelah datang waktu yang ditentukan,
yang boleh jadi kamu anggap lama—nanti—hanya) kepada Tuhan merekalah (yang
sampai saat ini masih terus memelihara mereka), kembali mereka, (yakni pada
akhirnya mereka pasti kembali kepada Allah swt. lalu) Dia (yang Mahakuasa dan
Maha Mengetahui itu) memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan
(sambil menuntut pertanggungjawaban mereka) (QS. al-An‘âm [6]: 108).
Brother Beto.
Soal mendirikan Negara islam, gue jujur memang ada yang sekelompok orang Islam
yang masih ngotot untuk mendirikan Negara Islam. Tapi, kalau lihat statistic
dimana hampir 80% orang yang nyontreng itu beragama Islam. Nah, apa masih
relevan kalau menuduh orang islam itu akan mendirikan Negara Islam?
Kedua, apakah ada sekelompok orang terlatih (well trained), terorganisir dengan
rapih (well organized) dengan dukungan financial yang hebat. Lalu, mereka
mendesakan keinginan untuk mendirikan Negara Islam.
Atau, mari kita flash back ke tahun 45. Ketika tujuh kalimat dihapus.
Tokoh-tokoh Islam waktu itu mengikhlaskan. Apakah masih menuduh umat Islam akan
mendirikan Negara Islam?
Percayalah, cita-cita politik Islam adalah juga cita-cita politik Indonesia.
Indonesia dan Islam merupakan bagian organic yang tidak terpisahkan. Buat Beto
dan teman-teman lain percayalah dengan saya. Jangan takut! Bagi kami yang
penting adalah bagaimana ibadah yang kami lakukan dapat sempurna terlaksana.
Sementara yang lain, bila dilakukan dengan nilai-nilai kebaikan, jujur, amanah,
professional berpihak ke rakyat,. Itulah Islam. Tanpa perlu gembar-gembor bahwa
ini Islam atau bukan. Umat kini berpikir gak apa-apa ‘baju’ partainya merah,
kuning, biru,atau merah putih atau apa lah warnanya. Yang penting, ia melakukan
segala sesuatu sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Duhai saudaraku umat Kristiani dan yang lainnya,
Tenang saja. Kami masih punya banyak perbendaharaan cinta dan kasih. Untuk kita
membangun bangsa ini lebih baik. Mengentaskan kemiskinan. Menegakan keadilan,
memberantas korupsi.
Soal FPI dan FBR,
Yang gue mau kalau ada tikus di gudang. Bukan gudangnya dibakar. Kalau ada
anggota fpi dan fbr yang melanggar pasal2 KUHAP, laporkan aza. Kejadiannya
dimana, peristiwanya apa, korbannya siapa, bawa aza ke polisi. Begitu juga
kalau ada oknum dari gereja yang bermasalah bukan gerejanya dibakar. Bawa aza
oknumnya ke polisi.
Mari kita lihat dari frame yang lebih besar. FBR itu merupakan resul dari
pembangunan yang tidak memperhatikan penduduk asli. Kotanya modern. Orangnya
terpinggir. Kotanya metropolitan, penduduk aslinya belepotan.
Soal gereja,
Kan kita udah punya mekanisme melalui perundang-undangan yang ada. SKB 2
menteri. Melalui FKUB. Ajukan saja ke FKUB. Kalau sudah keluar izin dari FKUB
yang itu sah.
Sorry lho, di wisma asri terus taman kebalen indah ada lebih dari 8 gereja.
Aman-aman aza tuh! Walau pun gereja itu di ruko. Kan salah perizinan! Ruang
yang diperuntukan usaha malah dijadikan buat ibadah.
Soal Homo,
GAK ADA KOMPROMI HOMO ITU HARAM!
He..he..he….gitu aza bro,
Gue mohon maaf kalo ada yang nyinggung. Gue terbuka buat diskusi koq. Apalagi
kalo sembari ngupi……