On 3/21/07, Mujaya Hertadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lalu saya mendapatkan email yang sudah dikonfirmasikan bahwa pada
> tanggal 16 Februari nomor saya akan aktif untuk data power plan. Tapi
> ternyata, bulan ini tagihan saya Sejuta Enam ratus something. Padahal
> untuk data, seharusnya total bayaran saya hanya sekitar 250ribu saja.
> Yang artinya perhitungan yang dilakukan untuk nomor saya tetap
> reguler. Email tersebut tidak pernah di apply pada system mereka.

Mungkin ini masalah miskomunikasi saja. Setahu saya untuk XL Corporate
selain yang pilihan GPRS FLAT 200 ribu ada juga yang non-flat yaitu
corporate data plan seperti berikut:

1 GB/bulan Rp 249.000 (exc VAT) untuk kelebihan pemakaian akan
dikenakan charge Rp4/10kb.

3 GB/bulan Rp 449.000 (exc VAT) untuk kelebihan pemakaian akan
dikenakan charge Rp4/10kb.

Nah, yang anda maksud hanya sekitar 250 ribu itu berarti kemungkinan
yang dimaksud adalah yang 1 GB/bulan ya. Kalau benar artinya jika ada
pemakaian data lebih dari 1 GB maka anda akan dikenakan biaya
tambahan. Jadi BISA lebih dari 250 ribu sebab yang anda pilih itu
bukan GPRS FLAT.

Mungkin akan lebih fair jika anda bisa sharing email yang anda maksud
tersebut agar bisa kita lihat bersama-sama. Silahkan disensor bagian
email yang sekiranya confidential.

> Alhasil karena diberi corporate limit sebesar 1.5 juta, nomor
> tersebut tidak bisa digunakan sama sekali semenjak seminggu kemaren
> (tanggal 11 Maret).
>
> Sudah seminggu coba kontak ke mereka alhasil masih aja belum nyala.
> Corporate marketing proxl, IMHO, PAYAH !!!. Kalo hal seperti ini ngak
> bisa mereka followup dengan cepat. Hari ini saya sampaikan ke bagian
> IT kantor gua yang ngurusin ini, kalo hari ini mereka tidak juga bisa
> memberi jawaban pasti, saya minta nomor saya dicabut. Padahal gua
> ngajuin 2 nomor untuk dimasukan ke data power plan.

Bagian IT kantor anda itu kalau tidak salah adalah PIC dari XL
Corporate kantor anda ya. Biasanya PIC ini adalah karyawan yang secara
sukarela membantu untuk menguruskan jika ada karyawan kantor yang
berminat mendaftar XL Corporate. Jadi tentu si PIC ini sebenarnya
mengorbankan waktu dan tenaganya. Dan dalam prosesnya tidak menutup
kemungkinan ada miskomunikasi seperti ini. Begitu juga dengan
kecepatan followup yang anda maksud. Bisa jadi PIC-nya memang belum
sempat mengurus permasalahan tersebut atau memang masalah tersebut
belum bisa ditangani oleh XL dengan cepat.

Untuk permasalahan yang agak sulit memang PIC dari perusahaan harus
ekstra ngotot jika ingin segera mendapatkan solusi dari XL. Kalau
perlu tiap hari mesti ditanyakan. Sebab orang-orang Busol (Business
Solution) di XL itu kelihatannya juga terbatas dan kadang memang ada
oknum yang seenaknya saja mempending permasalahan sewaktu dia
ditugaskan keluar kota misalnya dan tidak mendelegasikan ke personil
Busol lainnya.

Saya jadi ingat pengalaman saya dengan salah seorang karyawan kantor
saya yang tidak minta daftar XL Corporate langsung ke PIC tapi hanya
titip pesan melalui salah satu stafnya sebab karyawan ini levelnya
sudah manajer. Pesannya cuma tolong didaftarkan XL Corporate. Karena
yang minta manajer maka PIC ybs. memintakan limit lebih dari satu
juta. Setelah diproses ternyata karyawan ini kaget sebab kok
tagihannya bisa lebih dari satu juta. Dan setelah berhubungan langsung
dengan PIC baru jelas permasalahannya yaitu ternyata si karyawan yang
manajer ini mengira XL Corporate itu identik dengan GPRS FLAT yang
cuma 200 ribu per bulan itu. Padahal di XL Corporate itu bisa
macam-macam seperti CUG (Corporate User Group) yang dapat diskon call
antar anggota corporate dan sms yang cuma 150 rupiah ke nomor XL
manapun, GPRS FLAT 200rb (kecepatan dilimit 64 kbps), Data Plan (yang
tidak flat tapi kecepatan bisa mentok jika pakai 3G atau 3.5G) dan
mungkin fitur/produk lain dari Bussiness Solutionnya XL.

Kirim email ke