diskusi lebih lanjut ada disini: http://mprasodjo.multiply.com/journal/item/464
At 08:59 24/03/2007, Harnanto wrote: > > Lalu saya mendapatkan email yang sudah dikonfirmasikan bahwa pada > > tanggal 16 Februari nomor saya akan aktif untuk data power plan. Tapi > > ternyata, bulan ini tagihan saya Sejuta Enam ratus something. Padahal > > untuk data, seharusnya total bayaran saya hanya sekitar 250ribu saja. > > Yang artinya perhitungan yang dilakukan untuk nomor saya tetap > > reguler. Email tersebut tidak pernah di apply pada system mereka. > >Mungkin ini masalah miskomunikasi saja. Setahu saya untuk XL Corporate >selain yang pilihan GPRS FLAT 200 ribu ada juga yang non-flat yaitu >corporate data plan seperti berikut: > >1 GB/bulan Rp 249.000 (exc VAT) untuk kelebihan pemakaian akan >dikenakan charge Rp4/10kb. > >3 GB/bulan Rp 449.000 (exc VAT) untuk kelebihan pemakaian akan >dikenakan charge Rp4/10kb. > >Nah, yang anda maksud hanya sekitar 250 ribu itu berarti kemungkinan >yang dimaksud adalah yang 1 GB/bulan ya. Kalau benar artinya jika ada >pemakaian data lebih dari 1 GB maka anda akan dikenakan biaya >tambahan. Jadi BISA lebih dari 250 ribu sebab yang anda pilih itu >bukan GPRS FLAT. > >Mungkin akan lebih fair jika anda bisa sharing email yang anda maksud >tersebut agar bisa kita lihat bersama-sama. Silahkan disensor bagian >email yang sekiranya confidential. > > > Alhasil karena diberi corporate limit sebesar 1.5 juta, nomor > > tersebut tidak bisa digunakan sama sekali semenjak seminggu kemaren > > (tanggal 11 Maret). > > > > Sudah seminggu coba kontak ke mereka alhasil masih aja belum nyala. > > Corporate marketing proxl, IMHO, PAYAH !!!. Kalo hal seperti ini ngak > > bisa mereka followup dengan cepat. Hari ini saya sampaikan ke bagian > > IT kantor gua yang ngurusin ini, kalo hari ini mereka tidak juga bisa > > memberi jawaban pasti, saya minta nomor saya dicabut. Padahal gua > > ngajuin 2 nomor untuk dimasukan ke data power plan. > >Bagian IT kantor anda itu kalau tidak salah adalah PIC dari XL >Corporate kantor anda ya. Biasanya PIC ini adalah karyawan yang secara >sukarela membantu untuk menguruskan jika ada karyawan kantor yang >berminat mendaftar XL Corporate. Jadi tentu si PIC ini sebenarnya >mengorbankan waktu dan tenaganya. Dan dalam prosesnya tidak menutup >kemungkinan ada miskomunikasi seperti ini. Begitu juga dengan >kecepatan followup yang anda maksud. Bisa jadi PIC-nya memang belum >sempat mengurus permasalahan tersebut atau memang masalah tersebut >belum bisa ditangani oleh XL dengan cepat. > >Untuk permasalahan yang agak sulit memang PIC dari perusahaan harus >ekstra ngotot jika ingin segera mendapatkan solusi dari XL. Kalau >perlu tiap hari mesti ditanyakan. Sebab orang-orang Busol (Business >Solution) di XL itu kelihatannya juga terbatas dan kadang memang ada >oknum yang seenaknya saja mempending permasalahan sewaktu dia >ditugaskan keluar kota misalnya dan tidak mendelegasikan ke personil >Busol lainnya. > >Saya jadi ingat pengalaman saya dengan salah seorang karyawan kantor >saya yang tidak minta daftar XL Corporate langsung ke PIC tapi hanya >titip pesan melalui salah satu stafnya sebab karyawan ini levelnya >sudah manajer. Pesannya cuma tolong didaftarkan XL Corporate. Karena >yang minta manajer maka PIC ybs. memintakan limit lebih dari satu >juta. Setelah diproses ternyata karyawan ini kaget sebab kok >tagihannya bisa lebih dari satu juta. Dan setelah berhubungan langsung >dengan PIC baru jelas permasalahannya yaitu ternyata si karyawan yang >manajer ini mengira XL Corporate itu identik dengan GPRS FLAT yang >cuma 200 ribu per bulan itu. Padahal di XL Corporate itu bisa >macam-macam seperti CUG (Corporate User Group) yang dapat diskon call >antar anggota corporate dan sms yang cuma 150 rupiah ke nomor XL >manapun, GPRS FLAT 200rb (kecepatan dilimit 64 kbps), Data Plan (yang >tidak flat tapi kecepatan bisa mentok jika pakai 3G atau 3.5G) dan >mungkin fitur/produk lain dari Bussiness Solutionnya XL.
