Gini mas,
Sependek yang saya tahu

Yang DOM lebih praktis, karena sudah sama Disk On Module. Dan lagian lisensi 
mikrotik ini melekat ke (hard)disk-nya. Jadi kalo beli yang install, terus 
diinstall ke harddisk dan harddisknya rusak, biasanya beli lisensi lagi.

Terus untuk routerboard, biasanya memang sudah terinstall dengan mikrotik. Jadi 
harddisknya sudah embedded/sudah disolder ke boardnya. 

Tapi ada juga beberapa routerboard yang tidak dilengkapi OS. Jadi bisa 
diinstall OS lain2.

Routerboard+mikrotik biasanya dipakai untuk aplikasi wireless, sebab dari 
kapasitas processor dan memory tidak memungkinkan untuk traffic yang diatas 
60Mbps.

Kalo saya, untuk router biasanya pake PC terus diinstall linux. PC-nya pake yg 
P2/P3 saja, dengan memory 128mb.

Di kantor saya firewall-bridging-nya pake p2 memory 64mb, untuk traffic 
internet 10mbps, sedang untuk bridge+qos
Btw, biasanya beli dimana mas? Beli di saya juga bisa kok.. :) Tinggal 
dibandingkan saja mas harganya.. 
--

[ budiwijaya ]

--- On Tue, 5/5/09, cahyo widianto <[email protected]> wrote:
From: cahyo widianto <[email protected]>
Subject: [stikom_tk] Tanya Networking
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 5, 2009, 9:24 PM










        










aku konsul dh neh,
aku udh pake bebebrapa tipe wirelesss, dari CANOPY series, NanoStation2, tapi 
belum cuba mikrotik he2.. emang bagus yah? aku liat2 di web, ada 2 jenis 1 yg 
DOM ada yg diinstall, trs ada routerboard yg bisa ditancepin mini PCI, di 
routerboard ini udh ada OSnya apa harus nambah lagi yah?

aku renc mau beli 2 unit buat coba2 aja, ada saran ?  mohon penjelasan sdikit 
nih fren2..






      








    
    







 




      

Kirim email ke