Wah, saya jadi gatal menulis lagi nih...
  Saya setuju sekali dengan Antum mas, sebenarnya upaya sinergis itu sudah 
dilakukan bapak-bapak kita struktur masing-masing harkah dilevel atas Insya 
Allah, cuma kroco-kroco (seperti saya) yang kurang paham, maaf. Semua setuju 
khilafah dan persatuan umat itu indah sekali bukan. ^_^.  Beberapa waktu lalu 
Persis mengadakan diskusi "Perlukah Khilafah?" di Masjid Raya Bogor yang 
menghadirkan pembicara dari PBB dan HT. Saya bahagia, baik PBB dan Persis juga 
setuju khilafah dan punya cita yang sama. Masalah konsepnya masih jadi 
perdebatan. Diskusi ini disiarkan live sebuah radio.
   
   
  Saya memahami Akh, format khilafah yang ditawarkan HT bagi beberapa pihak 
dianggap kurang jelas, meski kalau mendalami secara mendalam bagi saya sangat 
jelas, baik struktur, sistemnya (politik dalam negeri, luar negeri, sistem 
negara, sistem sosial, ekonomi dll). Sangat khas, berbeda dengan sistem 
pemerintahan yang ada dan dipelajari perguruan tinggi. Memang alangkah bagusnya 
masing-masing pihak mengajukan konsep khilafah yang telah dirancang harakah, 
meski menurut saya yang paling terpenting mengokohkan keyakinan umat, aqidahnya 
agar kuat serta menyadarkan umat tentang kewajiban penerapan syariat Islam dan 
khilafah (ukhuwah dan persatuan umat). Jadi khilafah yang akan berdiri semata 
karena berasal dari pondasi harapan, impian, serta panggilan keimanan serta 
niat Ikhlas lillahi ta'ala, bukan semata maslahat.
   
  Tema yang dianggkat Jamaah Hizbullah itu menarik sekali. Maaf saya baru 
mendengar harakah ini, bolehkah saya mengenalnya lebih jauh? Saya tahu 
Hizbullah itu di Lebanon? 
   
   Mungkin bisa via japri mas, nanti bisa bikin perdebatan lagi hehe he dan 
dianggap ashobiyah. Padahal kelak khilafah berdiri, masing-masing ormas itu ya 
tetap eksis tidak akan dileburkan. Itu malah bagus menurut saya. Kenapa kita 
tidak saling mengenal sekarang.
   
   Benar kata mbak Nunik, ukh, jujur saja saya katakan, pilihan masuk ke HT 
adalah pilihan ketiga, setelah sebelumnya saya berusaha mengkaji di dua 
harakah. Ya memang seperti jodoh, saya sreg-nya disini, dan secara sadar saya 
katakan masing-masing punya corak masing-masing yang unik dan semuanya mengarah 
pada harapan penerapan syariat Islam serta persatuan umat.^_^
   
  So, kita sebenarnya banyak hal yang bisa disamakan ^_^. Kalau dicari 
kekurangannya tak ada manusia yang sempurna, lebih baik fokus pada potensi dan 
keunggulan masing-masing untuk bersinergis.
   
   
  


Ahmad Al-Badruuni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Mbak Aris dan saudara-saudara seiman,

Justru saya berpikir sebaliknya, bahwa dialog seperti ini haruslah terus 
dihidupkan jangan sampai berakhir seperti yang sudah-sudah, berlalu tanpa kesan 
dan hasil.

HTI, dilihat dari segi manapun saya kira tetap harus mendapat acungan jempol 
dan dukungan karena 'concern'-nya tentang khilafah tidak perlu diragukan lagi. 
Ormas yang lainpun tidak jauh berbeda meski dengan jalan dan tafsir yang 
berlainan.

Saya setuju dengan pendapat mas B Samparan dimana yang menjadi pokok penting 
adalah bagaimana men-sinergi-kan berbagai macam pendapat dari masing-masing 
ormas dan mahzab berkaitan dengan konsepsi khilafah. Sehingga nantinya 
disepakati suatu konsepsi khilafah yang pas dimasa sekarang, tentunya tetap 
berpedoman pada Al Quran dan Hadits. Format khilafah yang diajukan oleh HTI 
meskipun belum terlalu jelas buat saya, memiliki kelebihan dan kekurangan 
sehubungan dengan keadaan dunia Islam sekarang ini. Justru saya sangat ingin 
mendengar pendapat mas B Samparan mengenai format khilafah yang dinamis. 
Mungkin bisa memberi gambaran sedikit mengenai konsepsi dari ybs?

Konsepsi khilafah yang lain saya juga dapatkan dari Jamaah Muslimin Hizbullah 
yang berpusat di daerah Cilengsi, Jawa Barat. Beberapa mungkin pernah saya 
posting di milis ini sewaktu masih bernama 'media dakwah'. Beberapa yang lain 
juga dalam waktu dekat akan coba saya posting yang bersumber dari beberapa 
rekan milis yang sempat berdialog dengan saya via japri. 
Kebetulan juga Jamaah Muslimin akan mengadakan taklim/tabligh akbar pada 2 
September 2007 yang pernah juga diposting rekan dimilis ini dan rencananya akan 
dihadiri oleh Imam Masjid Al Aqsa, Adhyaksa Dault, Imaam Jamaah Muslimin, dll. 
Temanya kalau tidak salah : Menyambut Ramadhan dengan menguatkan kembali 
Khilafah alaa Minhajin Nubuwwah.

Saya juga terkesan dan mendukung sekali rekomendasi diadakannya Forum Ulama 
se-Nusantara sebagai ejawantah Konferensi Khilafah Internasional beberapa waktu 
lalu di stadion Bung Karno. Ini merupakan itikad baik yang jangan sampai 
disia-siakan dan hilang tanpa kesan begitu saja.

Mari kita hidupkan lagi nuansa persatuan dan persaudaraan kaum Muslimin dengan 
menggandeng tangan saudara-saudara Muslim kita yang lain dan jangan biarkan 
energi kita habis untuk mencari keburukan saudara kita sendiri.

Allahu Akbar!!

Wassalam,
Ahmad




aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          syukron jazakumullah khoir 
katsir sahabat-sahabat sekaliyan, mohon maaf lahir batin jika posting dan 
balasan saya malah menambah perdebatan. Anggap saja salam ukhuwah he he he. btw 
soal ini pertama kali diangkat oleh mas moderator, dan saya menanggapinya 
biasa.Jadi mas moderator tanggungjawab dong he he he.

Kalau ada yang mengkoreksi terhadap pemahaman HT itu silakan saja. Tapi kalau 
suruh mengkoreksi sendiri mohon panduannya secara japri. Karena saya ikut milis 
ini via digest. Saya tak luput dari khilaf dan dosa,membicarakan organisasi 
lain dan mengkritisi lain, saya tak punya hak dan kurang tepat di forum umum. 

Itulah kenapa saya hanya membahas HT, saya khawatir kalau mengkritisi yang lain 
kurang tepat ^_^. Khawatir pula bahwa tuduhan-tuduhan yang dilakukan pada 
sebuah organisasi tersebut karena kita enggan untuk berdiskusi dan memiliki 
persepsi buruk lebih dahulu (su'udzan). Atau kita tak paham sama sekali soal 
tersebut. Saya hadir soal itu. 
Saya akan menghentikan perdebatan soal ini. Semoga diskusi ini membawa rahmah, 
maaf tak semua saya baca dan saya balas. Cukup disini ya. 

wassalam.

Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
kampusku
nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : [EMAIL PROTECTED]

---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

[Non-text portions of this message have been removed]



                     


Wassalam, 
Ahmad    
---------------------------------
  Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games. 


Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
  pustaka tani
  kampusku
  nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : [EMAIL PROTECTED]
       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke