Wa'alaikum salam Wr Wb. Jawaban ana juga tidak.. ini menurut ana sebagai seorang ahwat, biarkan kami berkarya dan bekerja demi membantu perekonomian keluarga, selama kami tidak melanggar dan merusak kaidah-2 kami sebagai seorang istri, kami tetap berada dijalur yang benar. Pengalaman saya bekerja pada suatu saat suami saya sudah tidak bekerja nah uang dari gajian ana tidak hanya untuk ana seorang tapi untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang otomatis timpang sebelah dikarenakan suami ana tidak bekerja. dan ana tetap menghormati suami ana sebagai kepala Rumah tangga walaupun suami saya tidak bekerja pada waktu itu, yah sebisa mungkin jangan menghalangi ruang gerak seorang istri demi kelancaran perekonomian keluarga siapa tahu uangnya bisa membantu membayar " uang mendadak " contoh Susu Anak sudah habis dan uang gajian dari suami sudah menipis nah bisa digunakan kan? ( Dalam Artian suami yang berpenghasilan Pas-pasan ) dan jika memang suami berpenghasilan lebih dari Pas-pasan uangnya bisa ditabung demi pendidikan anak kelak.
Begitulah sekelumit pola fikir kami dari sudut pandang wanita. selama dia bekerja dalam koridor yang benar dan lurus secara automatis pola fikir wanita itu sendiri bertambah dalam hal wawasannya dalam hal membina keluarga contohnya saya bisa saling sharing dengan teman ana yang Insya Allah pemahaman dalam hal agamanya bagus ( Khususnya Teman-2 di Siyiar Islam ). Wassalamu ' Alaikum Wr, Wb, MARYANI QA DEPT. ----- Forwarded by Quality Assurance/AINE on 11/14/2007 02:28 PM ----- "Harmas, Roni [LPM UIR]" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 11/14/2007 02:17 PM To: "ujungdunia2001" <[EMAIL PROTECTED]>, <[email protected]> cc: Subject: RE: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA Wa'alaikum salam Wr Wb. jawaban ana tidak... Coz ana nggak ingin menghambat keinginannya, bisa aja kan dia bercita2, contohnya dokter atau guru.. gak mungkin dong kita memaksakan keinginan kita dan mematahkan semangatnya berkarya, tanpa harus melanggar bakti kepada suami. Pengalaman dengan akhwat yang bekerja, gak sah jauh2 dech.. istri ustadz ana, ia bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Maksudnya bukan mencari nafkah lho, tapi tambahan (tentunya untuk dirinya pribadi) tapi disaat sang suami habis kontrak dari kerjanya, dia dapat membantu hingga sang suami mendapatkan kembali pekerjaan kira2 begitu dech penjelasan ana, Wassalam, Roni.. ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ujungdunia2001 Sent: Wednesday, November 14, 2007 1:00 PM To: [email protected] Subject: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA Assalamu alaikum ya akhi fillah Mohon dijawab ya pertanyaan ini. Apakah antum keberatan jika akhwat (calon / istri) antum bekerja? Jawab:... (ya / tidak) Apa alasannya:... Mohon ceritakan pengalaman antum dengan akhwat yang bekerja:... Jazakallah khairon katsiran Salam Denny [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

