Membaca jawaban Pak Mulyono, saya jadi ingat pengalaman pribadi saya dan 
suami. Saya seorang istri yang bekerja walaupun sebenarnya saya lebih suka 
mengurus rumah tangga, mulia banget gitu kesannya.Dan saya memang tidak mau 
bekerja setelah kami menikah.Namun suami meminta saya untuk bekerja dengan 
beberapa alasan, diantaranya gelar yang saya peroleh sayang jika tidak 
dimanfaatkan untuk bekerja dan membantu keuangan keluarga, kebetulan gaji 
suami pas-pasan banget. Awalnya kekhawatiran seperti yang dikemukakan oleh 
Bapak juga sempat ada dipikiran kami, terutama saya. Apalagi saya sebagai 
ibu, juga takut kalau anak saya nantinya lebih dekat ke pengasuhnya daripada 
saya ibunya.

Tetapi hal itu semua tidak terbukti. Anak walaupun dititipkan pada 
pengasuh/tetangga, tetapi dia tetap sayang dan dekat kepada kami. Awalnya 
setiap pagi dia nangis kalau kami tinggal bekerja, tetapi dengan memberi 
pengertian kepada anak dengan sabar dan tentu perlu waktu, lama kelamaan 
anak akan terbiasa. Perilaku anak seperti yang dikhawatirkan oleh Bapak 
bukan hanya terjadi pada anak yang orang tuanya (ibu) bekerja. tetapi hal 
ini juga berlaku pada anak yang ibunya tidak bekerja. Ini semua tergantung 
pada kita, orang tua (ayah dan ibu).

Memang jengkel sekali disaat pulang kerja, anak juga bertingkah macam-macam 
yang membuat emosi kita naik (marah). tetapi kami sadar bahwa setelah 
seharian bekerja diluar, kami juga punya tanggung jawab terhadap anak. Anak 
butuh perhatian dan kasih sayang kita, orang tuanya. Oleh karena itu 
kerewelan anak kami anggap sebagai caranya untuk mencari perhatian kami. 
Apabila orang tua sadar pada perannya masing2 maka kekhawatiran2 itu akan 
dapat teratasi. Tetapi kita juga harus punya aturan sehingga anak tidak 
sesukanya saja. Komunikasi dengan anak tetap harus kita jaga, selain sebagai 
orang tua kita juga harus bisa berperan sebagai teman, sahabat bagi anak 
sehingga mereka merasa dekat dengan kita dan tidak kaku.

Mengenai godaan di tempat kerja, bukan hanya akhwat saja lho yang mengalami, 
justru ikhwan juga mengalaminya, bahkan ikhwan juga yang suka menggoda 
walaupun sudah ada istri (jangan tersinggung ya?). Itu semua tergantung pada 
diri kita, selagi ada iman di dada, suami dan istri tahu dan mengerti hak 
dan kewajibannya, tidak merasa satu pihak lebih berkuasa atau lebih hebat 
(terutama dalam hal penghasilan), ikhlas dan bersyukur, insya allah.....

Wassalam,

Yenni

----- Original Message ----- 
From: "Mulyono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, November 14, 2007 2:38 PM
Subject: RE: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA


Assalamu'alaikum wr. wb.

Jawab: Ya, saya keberatan jika istri bekerja. Memang semua tergantung
kondisi keluarga, tergantung orang2nya. Tapi, banyak cerita juga dari rekan2
kami yang lain, pada umumnya lebih banyak mengundang fitnah dan mudharatnya
drpd manfaatnya.
Alasan:
1.Anak tidak terurus. Anak dititipkan ke pembantu/pengasuh/tetangga:
- anak jadi sedih, setiap dipamitin bapak ibunya mau berangkat kerja
kelihatan sedih, dan merengek minta ditemani (maunya ibunya tdk usah kerja)
- makannya tdk terurus,istirahat/waktu tidurnya jadi kacau
- lama-lama kelakuannya jadi bandel, susah datur
2. Anak yang susah diatur, bapak ibunya capek pulang kerja, jadi uring2an
dan marah mulu, yang tentu semakin membebani pikiran anak
3. Tujuan bapak dan ibu kerja, mungkin mencari tambahan pendapatan, kalau
hanya memburu kekurangan harta tdk akan pernah ada habisnya
4. Istri sering cerita, di tempat kerja banyak yang naksir/godain. Ya kalau
kuat imannya, kalau lebih cerdik setannya...? dan kenyataan tdk sedikit yg
terjerumus
5. Terkadang kalau ada masalah keluarga, istri sering bersikap cuex, mungkin
karena merasa punya pendapatan sendiri.
6. Dll, intinya bagi kami kalau istri bekerja akan lebih banyak akibat
buruknya drpd manfaatnya.




-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of ujungdunia2001
Sent: Wednesday, November 14, 2007 1:00 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA


Assalamu alaikum ya akhi fillah

Mohon dijawab ya pertanyaan ini.

Apakah antum keberatan jika akhwat (calon / istri) antum bekerja?
Jawab:. (ya / tidak)

Apa alasannya:.

Mohon ceritakan pengalaman antum dengan akhwat yang bekerja:.

Jazakallah khairon katsiran

Salam
Denny





Disclaimer
This message (and any associated files) is intended only for the use of the 
individual or entity to which it is addressed and may
contain information that is confidential, subject to copyright or 
constitutes a trade secret. If you are not the intended recipient
you are hereby notified that any dissemination, copying or distribution of 
this message, or files associated with this message,
is strictly prohibited (PT Datascrip). If you have received this message in 
error, please notify us immediately by replying to the message and deleting 
it from your computer.




[Non-text portions of this message have been removed]



Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Website:
http://www.media-islam.or.id
http://syiarislam.wordpress.com
http://islamicbroadcasting.wordpress.com
Yahoo! Groups Links



Kirim email ke