Kalo menurut saya idealnya sebaiknya para isteri tidak bekerja lebih baik di rumah saja mengurus rumah tangga dan mendidik anak anak supaya menjadi anak yang soleh...tapi saya akui berat juga kalo misalkan penghasilan suami pas-pasan sedang bila isteri bekerja akan sangat membantu ekonomi keluarga...jadi saya kembalikan lagi ke pribadinya masing-masing..
----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: BITRA Indonesia Cc: [email protected] ; Mulyono Sent: Thursday, November 15, 2007 12:07 PM Subject: Re: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA Ya saya setuju dengan BU Yenny semuanya kembali kepada Diri kita masing-2 dan kembali kepada diri kita sebagai Peran ibu pada diri kita masing-2 walaupun ada beberapa yang perlu dikhawatirkan namun semuanya berpulang kepada diri kita masing-2, jika pola didikannya seperti ibu yenny saya yakin semuanya dapat teratasi, Betul begitu BU Yenny?karena saya juga ibu yang bekerja dan saya tidak merasa anak saya dekat dengan pengasuhnya tetapi anak saya juga dekat sekali kepada saya...semuanya tergantung bagaimana cara mendidik anak dan bagaimana cara mengatasi permasalahan seputar anak. selama anak ( Kenakalannya ) masih dalam kategory wajar dalam artian berusaha mencari perhatian mamahnya atau papahnya. Banyak koq yang berhasil dalam bekerja dan mengurus anak itu semua kembali kepada bagaimana kiat-2 Sukses dalam bekerja dan mengasuh anak. Yah..banyak - banyak berkonsultasi dengan yang lebih mengerti iyakan BU yenny, Wassalam, MARYANI QA DEPT. PT. ASMO INDONESIA MM 2100 INDUSTRIAL TOWN BLOCK FF-3/ FF-5 CIBITUNG BEKASI 17520 PHONE : 62 - 21 8981288 EXT. 219 FAX : 89982777 NICE NET : 5066 - 219 EMAIL ; [EMAIL PROTECTED] "BITRA Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 11/15/2007 09:29 AM To: <[email protected]>, "Mulyono" <[EMAIL PROTECTED]> cc: Subject: Re: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA Membaca jawaban Pak Mulyono, saya jadi ingat pengalaman pribadi saya dan suami. Saya seorang istri yang bekerja walaupun sebenarnya saya lebih suka mengurus rumah tangga, mulia banget gitu kesannya.Dan saya memang tidak mau bekerja setelah kami menikah.Namun suami meminta saya untuk bekerja dengan beberapa alasan, diantaranya gelar yang saya peroleh sayang jika tidak dimanfaatkan untuk bekerja dan membantu keuangan keluarga, kebetulan gaji suami pas-pasan banget. Awalnya kekhawatiran seperti yang dikemukakan oleh Bapak juga sempat ada dipikiran kami, terutama saya. Apalagi saya sebagai ibu, juga takut kalau anak saya nantinya lebih dekat ke pengasuhnya daripada saya ibunya. Tetapi hal itu semua tidak terbukti. Anak walaupun dititipkan pada pengasuh/tetangga, tetapi dia tetap sayang dan dekat kepada kami. Awalnya setiap pagi dia nangis kalau kami tinggal bekerja, tetapi dengan memberi pengertian kepada anak dengan sabar dan tentu perlu waktu, lama kelamaan anak akan terbiasa. Perilaku anak seperti yang dikhawatirkan oleh Bapak bukan hanya terjadi pada anak yang orang tuanya (ibu) bekerja. tetapi hal ini juga berlaku pada anak yang ibunya tidak bekerja. Ini semua tergantung pada kita, orang tua (ayah dan ibu). Memang jengkel sekali disaat pulang kerja, anak juga bertingkah macam-macam yang membuat emosi kita naik (marah). tetapi kami sadar bahwa setelah seharian bekerja diluar, kami juga punya tanggung jawab terhadap anak. Anak butuh perhatian dan kasih sayang kita, orang tuanya. Oleh karena itu kerewelan anak kami anggap sebagai caranya untuk mencari perhatian kami. Apabila orang tua sadar pada perannya masing2 maka kekhawatiran2 itu akan dapat teratasi. Tetapi kita juga harus punya aturan sehingga anak tidak sesukanya saja. Komunikasi dengan anak tetap harus kita jaga, selain sebagai orang tua kita juga harus bisa berperan sebagai teman, sahabat bagi anak sehingga mereka merasa dekat dengan kita dan tidak kaku. Mengenai godaan di tempat kerja, bukan hanya akhwat saja lho yang mengalami, justru ikhwan juga mengalaminya, bahkan ikhwan juga yang suka menggoda walaupun sudah ada istri (jangan tersinggung ya?). Itu semua tergantung pada diri kita, selagi ada iman di dada, suami dan istri tahu dan mengerti hak dan kewajibannya, tidak merasa satu pihak lebih berkuasa atau lebih hebat (terutama dalam hal penghasilan), ikhlas dan bersyukur, insya allah..... Wassalam, Yenni ----- Original Message ----- From: "Mulyono" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, November 14, 2007 2:38 PM Subject: RE: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA Assalamu'alaikum wr. wb. Jawab: Ya, saya keberatan jika istri bekerja. Memang semua tergantung kondisi keluarga, tergantung orang2nya. Tapi, banyak cerita juga dari rekan2 kami yang lain, pada umumnya lebih banyak mengundang fitnah dan mudharatnya drpd manfaatnya. Alasan: 1.Anak tidak terurus. Anak dititipkan ke pembantu/pengasuh/tetangga: - anak jadi sedih, setiap dipamitin bapak ibunya mau berangkat kerja kelihatan sedih, dan merengek minta ditemani (maunya ibunya tdk usah kerja) - makannya tdk terurus,istirahat/waktu tidurnya jadi kacau - lama-lama kelakuannya jadi bandel, susah datur 2. Anak yang susah diatur, bapak ibunya capek pulang kerja, jadi uring2an dan marah mulu, yang tentu semakin membebani pikiran anak 3. Tujuan bapak dan ibu kerja, mungkin mencari tambahan pendapatan, kalau hanya memburu kekurangan harta tdk akan pernah ada habisnya 4. Istri sering cerita, di tempat kerja banyak yang naksir/godain. Ya kalau kuat imannya, kalau lebih cerdik setannya...? dan kenyataan tdk sedikit yg terjerumus 5. Terkadang kalau ada masalah keluarga, istri sering bersikap cuex, mungkin karena merasa punya pendapatan sendiri. 6. Dll, intinya bagi kami kalau istri bekerja akan lebih banyak akibat buruknya drpd manfaatnya. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of ujungdunia2001 Sent: Wednesday, November 14, 2007 1:00 PM To: [email protected] Subject: [syiar-islam] Poling khusus ikhwan: (1) AKHWAT BEKERJA Assalamu alaikum ya akhi fillah Mohon dijawab ya pertanyaan ini. Apakah antum keberatan jika akhwat (calon / istri) antum bekerja? Jawab:. (ya / tidak) Apa alasannya:. Mohon ceritakan pengalaman antum dengan akhwat yang bekerja:. Jazakallah khairon katsiran Salam Denny Disclaimer This message (and any associated files) is intended only for the use of the individual or entity to which it is addressed and may contain information that is confidential, subject to copyright or constitutes a trade secret. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any dissemination, copying or distribution of this message, or files associated with this message, is strictly prohibited (PT Datascrip). If you have received this message in error, please notify us immediately by replying to the message and deleting it from your computer. [Non-text portions of this message have been removed] Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Website: http://www.media-islam.or.id http://syiarislam.wordpress.com http://islamicbroadcasting.wordpress.com Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

